dutamatchinggame

Duta suka Matching Game

thomasbookSetiap anak memang memiliki kesukaannya masing-masing. Yudhis dulu suka Barney, Dora, Blues Clues. Tata suka aneka produk Disney. Duta suka Thomas the Tank Engine.

Dari kesukaannya ini Duta belajar banyak hal. Belajar logika, berhitung, mengenal huruf, warna, menggambar dll. Waktu di awal, Duta suka bermain sendiri. Dengan aneka permainan & buku Thomas yang dia miliki, Duta berkhayal sambil ngoceh-ngoceh sendiri.

Ini suara ocehannya. Duta melakukan ini sambil “membaca” buku Thomas kesukaannya:

***

memorygameSaat ini, Duta lagi suka bermain matching game. Awalnya dia main matching game di komputer & ipad. Begitu Duta punya matching game berbentuk fisik, ternyata dia lebih suka pakai kartu betulan. Kartunya itu dia bawa ke mana-mana dan dia betul-betul menjaga jumlah kartunya tetap utuh. Waktu itu kami lagi camping dan kartu Bertie hilang, waaaah… yang namanya nyari itu sampai aku deg-degan gimanaaa kalau nggak ketemu. Untunglah ketemu, fiuh!

Hampir setiap saat Duta mengajak kami untuk bermain matching. Dari sini ternyata Duta belajar banyak hal. Dia belajar sabar, sportif, berhitung dll. Belajar dari sesuatu yang disukai memang benar-benar menyenangkan.

Tulisan menarik lainnya

Share this post

3 thoughts on “Duta suka Matching Game”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.