Pintu Masuk Dunia Profesional

Anak-anak sekarang beruntung. Pintu masuk ke dunia profesi di era saat ini semakin terbuka luas. Pintu masuknya beragam, tak hanya melalui ijazah yang diperoleh dari kuliah.

Sebuah keterampilan personal yang ditekuni bisa menjadi profesi. Sebagai contoh adalah keterampilan memasak.

Pengembangan Keterampilan Memasak

Sebagai sebuah keterampilan personal, kemampuan memasak ditujukan untuk membangun kepercayaan diri dan kemandirian anak. Dia mandiri karena bisa memasak sendiri jika kelaparan.

Selain itu, keterampilan memasak adalah alat untuk berbahagia. Membuat sendiri makanan kesukaan seperti jelly, donat, es krim adalah kebahagiaan besar bagi anak-anak.

Sebagai keterampilan sosial, memasak bisa menjadi alat untuk berkarya bagi keluarga. Keterampilan memasak untuk keluarga adalah sebuah pencapaian penting anak karena bukan hanya meningkatkan skill-nya, tetapi juga mengembangkan empati, tanggung jawab dan kontribusi.

Jika keterampilan memasak ini terus diasah kualitasnya, keterampilan ini bisa menjadi alat bagi anak untuk masuk ke dunia profesi.

Anak bisa menjadi chef, berbisnis makanan, menjadi vlogger di bidang makan, food blogger, dan lainnya.

Spiral Pengembangan

Kuncinya adalah membangun spiral pengembangan, proses pengembangan keterampilan anak yang semakin lama semakin baik.

Di awal, orangtua merancang proses yang bisa dinikmati anak. Membangun keberhasilan-keberhasilan kecil saat memasak yang membangun kepercayaan diri.

Seiring berkembanganya waktu, orangtua meningkatkan keterampilan setahap demi setahap. Dari sekedar memasak untuk bersenang-senang, anak berlatih terampil menggunakan peralatan memasak dengan hasil yang lezat.

Dalam spiral pengembangan keterampilan, bukan hanya keterampilan yang dikembangkan, tetapi juga sikap dan kapasitas profesional. Sebagai contoh, ketika menerima pesanan masakan, anak akan belajar memasak dalam jumlah banyak. Proses ini akan mengasah stamina anak memasak, yang sekaligus proses belajar menjaga standar kualitas kelezatan masakan.

Tulisan menarik lainnya

– WEBINAR –

Dalam proses pengasuhan, ada aspek-aspek keterampilan dasar yang krusial dan perlu dikembangkan pada anak. Jika anak memiliki keterampilan-keterampilan dasar ini, proses pengembangan mereka saat remaja akan menjadi lebih mudah dilakukan.

Webinar ini membahaskan 10 keterampilan dasar yang perlu dan bisa dikembangkan di rumah untuk anak-anaknya.

10 Keterampilan yang akan dibahaskan dalam webinar

MENJAGA KESEHATAN & KESELAMATAN

  • Pola makan
  • pola tidur
  • pola aktivitas sehat,
  • berenang
  • bela diri
  • pertolongan pertama (P3K)

LITERASI

  • Membaca dan mengerti
  • Membaca petunjuk
  • Membaca resep
  • Membaca rambu lalu lintas
  • Membaca tabel

MENGURUS DIRI SENDIRI​

  • Mengatur waktu
  • Membuat rencana
  • Menepati rencana
  • Mengetahui baik-buruk
  • Mengambil keputusan

BERKOMUNIKASI

  • Mengajukan pertanyaan
  • Mengobrol
  • Berkenalan dengan orang baru
  • Memberi & menerima feedback
  • Mengapresiasi
  • Bernegosiasi

MELAYANI

  • Mengerjakan pekerjaan rumah
  • Berkontribusi di keluarga
  • Berkontribusi di Lingkungan
  • Berkontribusi di sosial.

MENGHASILKAN MAKAN

  • Bercocok tanam
  • Berbelanja
  • Mengolah bahan pangan
  • Memasak
  • Menata masakan

PERJALANAN MANDIRI

  • Naik sepeda
  • Kendaraan umum
  • Membaca peta
  • Bisa pergi ke manapun dan kembali ke tempat asal

MEMAKAI TEKNOLOGI

  • Memakai gadget
  • Mengenal batas hukum & etik
  • Menghindari kecanduan
  • Menggunakan secara produktif

TRANSAKSI KEUANGAN

  • Belanja
  • Mendapat penghasilan
  • Menabung
  • Berinvestasi
  • Transaksi dalam sistem keuangan

BEKERJA

  • Menghasilkan karya
  • Membuat output (tulisan, lagu, musik, cerita/presentasi, video, animasi, dll) sesuai minat & kemampuan

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email

1 thought on “Pintu Masuk Dunia Profesional”

  1. Aku seneng banget baca postingan di web rumahinspirasi.com, banyak postingan yang menambah pengetahuan tentang bagaimana cara memperlakukan anak yang baik dalam mendidik. kebetulan aku belum menikah, dan ini menjadi pembelajaran buat aku nantinya jika sudah punya anak, terimakasih banyak

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.