3-tahap-kehidupan

3 Tahap Perkembangan Kehidupan Anak

Ada 3 tahap pertumbuhan manusia yaitu dependent (tergantung), independent (mandiri), interdependent (saling tergantung).

Peran kita sebagai orangtua adalah membimbing anak-anak bertumbuh sesuai tahapan yang sedang dijalaninya.

Tahap Dependent (tergantung)

Tahap ketergantungan terjadi pada saat anak bayi hingga kanak-kanak, bahkan hingga remaja saat mereka masih hidup bersama orangtua. Dalam fase dependent, orangtua memiliki peran dominan sebagai penyedia kebutuhan anak-anak, baik kebutuhan fisik maupun psikologis.

Saat anak masih kecil dan tergantung sepenuhnya kepada kita, peran kita adalah memberikan keamanan fisik dan kenyamanan psikologis, serta memberikan stimulasi yang sesuai agar mereka bertumbuh.

Yang menjadi tantangan bagi orangtua dalam kondisi ini adalah tidak menggunakan otoritasnya untuk memanipulasi anak, membuat anak tunduk pada dirinya. Peran ideal orangtua adalah membantu anak membangun kepercayaan dirinya dan menyiapkan mereka bertumbuh untuk bisa mandiri.

Tahap Independent (mandiri)

Proses pertumbuhan akan membawa anak pada kemandirian, baik kemandirian identitas sebagai individu maupun kemandirian berkarya dan berkontribusi.

Kemandirian identitas mulai dicari anak sejak usia pra-remaja, sekitar 9-10 tahun. Anak mencari jatidiri yang berbeda dari yang didefinisikan orangtua dan mulai melakukan pemberontakan-pemberontakan kecil. Anak tak mau didikte lagi dan orangtua mulai tidak bisa memerintah untuk memaksakan keinginannya.

Untuk menuju tahap mandiri dalam hal keterampilan berkarya dan berkontribusi, proses yang dijalani sangat panjang. Biasanya proses ini dijalani di sekolah.

Peran penting orangtua saat anak mulai memasuki tahap mandiri adalah membantu anak memperoleh identitas pribadi yang sehat, membangun karakter, sikap dan keterampilan untuk berkarya di masyarakat.

Tahap Interdependent (saling tergantung)

Tapi kemandirian bukanlah tahap akhir. Proses yang perlu dibangun orangtua adalah menyiapkan anak untuk berempati dan mampu melihat dunia luas yang tak hanya berisi egonya dan kepentingannya.

Dalam dunia yang saling tergantung,, anak merasa nyaman menjadi mandiri tetapi pada saat bersamaan menyadari bahwa dirinya merupakan bagian-bagian dari dunia yang lebih luas.

Dalam dunia yang saling tergantung, setiap orang mengambil peran, saling memberi dan menerima.

Tahap ini tidak terjadi begitu saja. Untuk membangun kesadaran tentang tahap ini, orangtua perlu membangunnya sejak dini, saat anak masih dalam fase tergantung hingga memasuki fase mandiri. Jika proses ini berhasil dilakukan, anak akan dapat menaikkan kualitas pribadinya menuju fase saling-tergantung dan tidak menjadi egois.

Tulisan menarik lainnya

Share this post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.