Learn-profiling-Oase

Tes Psikologi untuk Memahami Cara Berfikir Orangtua & Anak

Beberapa waktu yang lalu, orangtua dan anak-anak homeschooling di Klub Oase mendapat kesempatan mengikuti psikotest Learn Profiling dari Leantagra. Setelah diolah selama 1 bulan, hasilnya keluar dan kemudian dipresentasikan oleh tim Leantagra di Klub Oase.

Hasil dari tes Learn Profiling ini bersifat konfidensial alias rahasia. Hasilnya diserahkan langsung kepada para orangtua dan tidak dibuka untuk umum. Orangtua yang ikut tes mendapatkan hasil, anak yang ikut tes juga mendapatkan hasil masing-masing.

Presentasi yang disampaikan oleh tim Leantagra menjelaskan tentang bagaimana cara membaca dan memahami hasil dari tes tersebut.

Learn-profiling-Oase

Cara Berfikir Orangtua & Anak

Salah satu aspek yang dites adalah mengenai kecenderungan cara berfikir atau potensi pikir, yang mempengaruhi cara berkomunikasi seseorang dengan orang lain. Dalam konteks homeschooling dan parenting, cara berfikir ini mempengaruhi bagaimana orangtua berkomunikasi dengan anak-anaknya.

Ada 3 kecenderungan cara berfikir yang diidentifikasi, yaitu Konseptual, Struktural, dan Analitik. Orang yang berfikir konseptual menyukai gagasan dan hal-hal yang bersifaf global. Untuk melakukan sebuah hal, dia cukup diberi arah, maka dia akan menentukan sendiri caranya untuk menuju arah yang ditetapkan tersebut.

Orang yang berfikir struktural menyukai proses dan prosedur. Mereka belajar dengan petunjuk dan manual yang jelas. Sementara itu, orang analitik sangat menyukai dan peduli dengan fakta dan detil. Mereka tekun dan senang mengulik sebuah hal.

Nah, setiap orang (baik orangtua maupun anak) memiliki kecenderungan yang berbeda mengenai cara berfikir. Tak ada komposisi yang ideal dalam cara berfikir ini karena ini bukan tentang benar dan salah, bukan tentang yang lebih baik atau lebih buruk. Ini adalah “potret” tentang diri, yang jika difahami dan disadari, bisa dimanfaatkan untuk pengembangan diri dan membantu komunikasi dengan anak.

Konflik yang terjadi antara orangtua-anak atau antar-saudara sering berakar dari perbedaan cara berfikir ini. Sebagai contoh, orangtua yang konseptual merasa tidak sabar dan menganggapnya anaknya bodoh, padahal yang dibutuhkan anaknya bukan hanya gambar besar, tapi panduan yang lebih jelas. Sebaliknya, orangtua yang struktural bisa berkonflik dengan anak konseptual karena orangtua sangat peduli dengan urutan proses, sementara anaknya tidak terlalu suka diatur/dituntun terlalu banyak.

Potensi Perilaku, Gaya Belajar, dan Minat Pekerjaan

Selain cara berfikir, ada beberapa hal lain yang dilihat dalam tes Learn Profiling ini. Ada potensi perilaku (ekspresif, adaptif, asertif), ada gaya belajar (visual, auditori, kinestetik), minat dan lingkungan kerja (sosial, artistik, entrepreneur, realistik, investigatif, konvensional), kompetensi (stabilitas emosi, achievement motivation, ketahanan kerja, penyesuaian diri), serta IQ Test (sebagai pelengkap, tapi tidak dianggap terlalu penting dalam analisis).

Jadi, tes Learn Profiling ini lumayan komprehensif sebagai tools untuk memperkaya pemahaman orangtua tentang dirinya maupun anak-anaknya. Sebagai tools, tentu saja kita tidak bisa memutlakkan hasil tes ini. Hasi tes ini akan bermanfaat jika orangtua bisa menjadikannya sebagai alat refleksi dan perbaikan dalam interaksinya bersama anak-anak.

***

Refleksi Pribadi

Sebagai orangtua, aku sangat terbantu dengan tes ini. Kami bisa melihat potret lebih jelas tentang anak-anak dan diri kami. Hasil yang diperoleh Yudhis dan Tata tidak jauh dari yang kami perkirakan berdasarkan pengamatan melalui keseharian. Tes ini memperjelas pendekatan-pendekatan yang perlu kami lakukan kepada mereka.

Mudah-mudahan pengetahuan ini bisa membantu kami untuk lebih bisa bersikap lebih baik dalam hubungan dengan anak-anak.

O ya, tes yang diadakan oleh Leantagra ini bisa diikuti oleh umum, baik secara kelompok (mis: sekolah, komunitas), maupun perorangan. Tes ini yang utama ditujukan untuk orangtua (pasangan suami-isteri). Prosesnya seharian sejak pagi sampai sore. Tujuan proses ini adalah untuk membantu orangtua supaya bisa berkomunikasi lebih baik dan lebih efektif dengan putra-putrinya.

Untuk anak-anak, tes ini ditujukan untuk anak yang usianya >9 tahun sampai sekitar 15 tahun.

Jika berminat, silakan kontak langsung dengan Leantagra.

Share this post

1 thought on “Tes Psikologi untuk Memahami Cara Berfikir Orangtua & Anak”

  1. terima kasih atas artikel anda yang menarik dan bermanfaat ini. semoga memberikan manfaat bagi pembacanya. saya memiliki artikel sejenis yang bisa anda kunjungi di sini psikologi

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.