(c) forsythco.com

Tips menggunakan indikator perkembangan anak

Untuk membantu orangtua memantau perkembangan anak, orangtua bisa menggunakan checklist dan indikator perkembangan anak. Banyak versi tentang checklist dan perkembangan anak yang bisa digunakan orangtua.

Bagaimana cara menggunakan indikator perkembangan anak ini?

 

a. Indikator bukan harga mati
Indikator perkembangan anak adalah sebuah petunjuk dan alat bantu. Dia bukan harga mati yang berlaku universal untuk seluruh anak dan menjadi alat ukur yang kaku untuk menilai perkembangan anak.

b. Perkembangan anak berbeda-beda
Perkembangan setiap anak berbeda-beda, tidak bisa disamakan. Ada anak yang lebih cepat perkembangan bicara, ada anak yang lebih cepat perkembangan fisiknya, dan lain-lain. Oleh karena itu, jangan memaksakan anak-anak kita untuk memenuhi standar indikator-indikator itu.

c. Jangan melabeli anak
Jangan memberikan sebutan-sebutan kepada anak yang menghambat perkembangan psikologis anak, misalnya “pemalas”, “pemarah”, “egois”, dan sebagainya; yang disebutkan secara berulang-ulang kepada anak karena anak tak sesuai dengan standar dan ekspektasi orangtua. Gunakan bahasa yang positif, misalnya: masih sering lupa, belum bisa mengontrol diri, sedang belajar berbagi, dan sebagainya.

d. Stimulasi anak
Sebagai alat bantu, fungsinya adalah membantu orangtua untuk mengetahui perkembangan anak secara umum. Yang terpenting adalah menjadi indikator itu sebagai alat untuk membantu orangtua merancang stimulasi-stimulasi yang sesuai untuk perkembangan anak.

Berikut adalah Checklist indikator untuk anak yang bisa diunduh GRATIS

Konsep Pengembangan PAUD Non Formal – Diknas

 

Checklist “Slow and Steady Get Me Ready” – June Oberlander

 

 

Tulisan menarik lainnya

Share this post

5 thoughts on “Tips menggunakan indikator perkembangan anak”

  1. malam mba, saya mau tanya untuk ceklist penilaian anak dari PAUD non formal itu penilaiannya bagaimana mba ?? berapa scorenya ??

  2. Pingback: Review Materi Level 2: Melatih Kemandirian Anak – Diary Balita

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.