menulis2

Belajar Menulis bersama Eyang Putri

Beberapa hari yang lalu, saat anak-anak sedang bermain di pagi hari, tiba-tiba Eyang Putri punya ide untuk mengajar. Lalu berkumpullah anak-anak dan mereka belajar menulis. Belajar mencari ide dan menuliskannya dalam kalimat, sekaligus belajar menulis tangan di buku.

Eyang Putri meminta anak-anak mengambil buku dan pensil, kemudian mulailah Yudhis, Tata, dan Abby belajar menulis bersama Eyang Putri. Eyang Putri sendiri juga memegang buku dan pensil. Teknik yang digunakan Eyang Putri untuk mengajar menulis adalah menggunakan permainan.

***

Pertama, anak-anak diminta melemaskan tangannya dengan menuliskan nama, hari kegiatan, tanggal, dan jam. Mereka juga diminta menuliskan nama lengkap mereka 5 kali di buku.

Setelah itu, mulailah sesi belajar menulis. Eyang Putri memberikan beberapa kata, kemudian anak-anak diminta untuk membuat kalimat dari kata-kata yang diberikan Eyang Putri. Setelah menuliskan, mereka bergiliran membacakan kalimat yang disusunnya.

Berikut ini catatan Tata dalam proses belajar menulis:

Kata yang diberikan Eyang Putri: bintang, cahaya, bulan, lapangan, rumput
Tata: aku ke lapangan rumput di malam hari dan melihat bintang disinari cahaya bulan

Eyang Putri juga meminta anak-anak menulis di buku kalimat yang didiktekan.
Kalimat Eyang Putri: Sambil duduk di lapangan rumput, aku menikmati cahaya bulan dan bintang-bintang di langit.

Kata yang diberikan: samudera, tiupan angin, gelombang
Tata: Aku pergi piknik untuk melihat samudera. Di sana aku merasakan tiupan angin dan di situ aku melempar batu dan membuat gelombang.
Eyang Putri: Kapal nelayan itu tetap berlayar pun harus menembus gelombang samudera dan menghadap tiupan angin yang besar

Kata yang diberikan: gawang, sorak sorai, wasit
Tata: Pemain sepak bola menendang bola ke gawang dan mencetak gol. Semua penonton pada sorak-sorai dan wasit meniup peluit.

Eyang Putri: Wasit meniup peluit saat bola masuk ke gawang, penonton pun bersorak-sorai melihat jagoannya menang.

Kata yang diberikan: gemericik air, kupu-kupu, sungai
Tata: Ada bolongan tanah yang besar yang ada kupu-kupunya. Tiba-tiba gemericik air datang dan hujan itu sangat lama dan sampai bolongan itu terisi air dan kupu-kupu itu lari dan membuat sungai.
Eyang Putri: Gemericik air di sungai yang jernih mengundang kupu-kupu berterbangan di sekitar bunga-bunga indah yang tumbuh di sekitar sungai.

Kata yang diberikan: sinar mentari, gunung, pelangi
Tata: Sinar mentari yang di sebelah awan hujan di tengah ada gunung, hujan turun dan gabung dengan sinar mentari dan membuat pelangi.
Eyang Putri: Begitu hujan berhenti, muncul sinar mentari dari balik gunung yang dihiasi pelangi.

Kata yang diberikan: rambut
Tata: Waktu masih bayi aku gak punya rambut.

Kata yang diberikan: senyum
Tata: Aku selalu memulai hariku dengan senyum.

Begitu dan seterusnya.

***

Senang melihat anak-anak tertawa-tawa bersama menikmati proses belajarnya bersama Eyang Putri. Dari kegiatan ini, kemudian muncul ide untuk membuat sesi Eyang Putri mengajar. Isinya apa saja terserah Eyang Putri. Dari diskusi bersama, akhirnya ditetapkan Eyang Putri akan mengajar setiap hari Senin dan Jumat, usai sarapan pagi.

Tulisan menarik lainnya

Share this post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.