praying_hands

Spiritualitas untuk Anak-anak

Salah satu aspek spiritual yang kami tanamkan kepada anak-anak adalah kesadaran bahwa apapun yang mereka lakukan, mereka akan memetik buahnya. Mereka menanam perbuatan baik, mereka akan memetik panen kebaikan. Begitu juga sebaliknya.

Panen dari perbuatan yang mereka tanam bisa cepat, bisa lambat. Tapi panen itu pasti. Juga, di dalam proses berbuat baik, terkadang kita diuji untuk melihat ketulusan dan kesungguhan kita.

Prinsip itu berlaku umum. Itulah hukum Tuhan untuk semesta-Nya.

***

Dalam upaya itu, kami berusaha menghidupi prinsip itu melalui peristiwa-peristiwa keseharian. Kami berbincang dengan anak-anak untuk memaknai keseharian kami. Terkadang melalui peristiwa-peristiwa kecil yang mereka saksikan, terkadang melalui peristiwa “dramatis”.

Sebagai contoh, ketika kami mendapatkan hadiah iPad dari Internet Sehat karena menjadi pemenang Internet Sehat Blog Award (ISBA) 2010, kami bercerita kepada mereka bahwa iPad itu adalah hadiah dari Tuhan karena selama bertahun-tahun kami berbagi melalui blog. Hadiah ini adalah berkah dan karunia, tetapi dia tak datang begitu saja. Dia datang di dalam mekanisme menanam dan menuai.

Kemarin, satu peristiwa lagi datang sebagai contoh “hukum tanam-tunai” di dalam kehidupan kami yang meneguhkan tentang kehadiran-Nya. Saat kami sedang menyiapkan buku-buku hasil beberes Lala untuk dibagikan kepada teman-teman, tiba-tiba kami mendapat email berupa hadiah 2 game iPad untuk Duta!

Hal semacam ini tentu saja bisa dianggap kebetulan. Tapi kami memilih untuk tak memaknainya sebagai kebetulan. Tak ada peristiwa kebetulan. Kebetulan adalah istilah ketika kita tidak mendapatkan perspektif yang tepat tentang peristiwa itu.

Buat kami, spiritualitas/kehidupan adalah perihal pemaknaan. Bagaimana kita memaknai peristiwa, itulah yang membedakan kualitas kemanusiaan antara satu orang dengan yang lainnya. Itulah spiritualitas.

Dan itulah yang kami ajarkan kepada anak-anak, memaknai setiap peristiwa yang hadir sebagai pelajaran Tuhan untuk memperkaya jiwanya. Buat kami, hadiah game iPad itu adalah peneguhan Tuhan untuk kegiatan kami berbagi.

***

Kembali tentang hadiah 2 game iPad untuk Duta. Mekanisme teknis yang terjadi adalah beberapa bulan yang lalu kami pernah mengupload video Duta sedang memainkan game Wood Puzzle First Year. Ternyata video itu dilihat oleh developer aplikasi tersebut dan mereka suka. Sebagai apresiasi, mereka kemudian memberi 2 hadiah game karya mereka untuk Duta.

Timing hadiah itu yg menurut kami “bermakna”. Dan sudut pandang itu kami bagi kepada anak-anak. “Berbuatlah baiklah dan jangan menghitung kebaikan yang kamu lakukan. Kamu pasti akan menuai buah yang menyenangkan dari perbuatan baik yang pernah kamu lakukan.”

Tulisan menarik lainnya

Share this post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.