Bermain Game

Belajar Konsekwensi

Bermain GameSalah satu kebahagiaan terbesar Yudhis saat ini adalah mencoba dan mereview setiap game gratis yang ada di laptop bapak Aar. Kami tidak keberatan Yudhis bermain game, justru kami memanfaatkan game ini sebagai sarana Yudhis dan Tata untuk belajar macam-macam. Tapi seperti biasa, setiap alat harus digunakan dengan baik. Begitu pula game ini.

Salah satu titik kelemahan dari trial version yang ada di laptop ini adalah, setiap game bisa dimainkan unlimited (bahkan sampai tamat) tapi hanya boleh 2 kali main dan setiap sesi permainan dianggap selesai kalau ada 30 menit in-active. Nah ini niiih yang bikin Yudhis jadi manteng terus depan komputer. Soalnya (memang) tanggung, cuman ada 2 kali kesempatan dan harus terus dimainin, karena begitu break istirahat (keluar dari permainan) berarti kesempatan itu berakhir.

Sebenarnya waktu yang dialokasikan untuk main game ini cukup panjang. Kami pun menyadari bahwa keasyikan bermain game ini pasti akan menyita waktu, tenaga, pikiran dan perhatiannya. Tapi kami juga ingin melatih Yudhis untuk tetap alert, siaga dan  perhatian terhadap sekelilingnya walau sedang asyik main game.

Misalnya, walau sedang asyik main tetap menyahut dan membantu kalau dimintai tolong. Tetap makan pada jam makan, tetap mandi pada jam mandi, tetap melakukan pekerjaan harian yang memang sudah menjadi tugasnya. Tapi yaa namanya juga anak-anak…. kadang lupa juga.

Nah, kemarin Yudhis akhirnya aku tegur karena melupakan beberapa tugas hariannya karena asik dengan gamenya. Aku tidak memarahinya, tapi aku hanya memberikan hukuman padanya larangan untuk bermain game sampai batas waktu yang tak tentu, sampai aku anggap Yudhis sudah kembali rajin seperti dulu.

Weits…. ternyata konsekwensi tidak main game itu lebih berat daripada amarah dan hukuman lain. Karena besoknya Yudhis jadi super rajin (2 kali lipat lebih rajin dari biasanya.. hehe). Well, mari kita lihat seberapa Yudhis bertahan dengan kerajinannya ini. Sepertinya dia memang sedang berusaha untuk mendapatkan licence bermain gamenya kembali 🙂

Tulisan menarik lainnya

Share this post

2 thoughts on “Belajar Konsekwensi”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.