Manajemeni Harapan

Memanajemeni harapan adalah memilih untuk melakukan aksi daripada sekedar berkeluh-kesah. Keluh kesah mungkin bermanfaat sebagai katarsis untuk mengeluarkan kotoran yang menyumbat diri. Tetapi, melakukan aksi jauh lebih bermanfaat dan sehat; bukan hanya karena menghasilkan solusi, tetapi juga menyehatkan jiwa dan raga kita.

Sebagai contoh tentang dunia pendidikan kita. Banyak masalah yang ada di dunia pendidikan, banyak kritik dan keluhan baik di tingkat kebijakan maupun praktik lapangan di sekolah. Lalu apa yang bisa kita lakukan?

Aku bukan pejabat negara di bidang pendidikan. Aku juga bukan pemilik atau pengelola sekolah. Aku hanya orangtua dan rakyat biasa.

Sebagai orangtua, tanggung jawab utamaku dalam bidang pendidikan adalah menyediakan pendidikan terbaik untuk anak-anakku. Itulah yang akhirnya membuatku memilih homeschooling atau home education untuk anak-anakku.

Buatku, ini pilihan yang paling masuk akal. Bukan hanya karena aku suka gagasan homeschooling. Tetapi, pilihan ini membuatku merasa berdaya. Aku yang menjadi penanggung jawab dan sekaligus pengendali proses pendidikan anak-anakku. Itu membuatku dapat semakin berorientasi pada solusi untuk berbagai masalah yang berkaitan dengan pendidikan anak-anakku.

***

Manajemen harapan adalah bagaimana kita mengelola keseharian agar kita tidak tersandera oleh masalah yang membuat kita tak bisa maju. Kita adalah tuan untuk diri kita sendiri. Nasib kita tergantung pada diri kita sendiri (dan tentu saja karunia Tuhan), bukan pada pemerintah atau orang lain.

Jadi, memulai hari baru dengan sikap yang lebih proaktif adalah pilihan yang paling masuk akal untuk kehidupan kita yang lebih baik.

Sebagaimana dikatakan oleh Robert T. Kiyosaki, “Setiap pilihan memiliki konsekuensi. Jika kita tidak menyukai sebuah pilihan dan konsekuensinya, kita harus mencari pilihan baru dengan konsekuensi baru.”

Tulisan menarik lainnya

– WEBINAR –

Dalam proses pengasuhan, ada aspek-aspek keterampilan dasar yang krusial dan perlu dikembangkan pada anak. Jika anak memiliki keterampilan-keterampilan dasar ini, proses pengembangan mereka saat remaja akan menjadi lebih mudah dilakukan.

Webinar ini membahaskan 10 keterampilan dasar yang perlu dan bisa dikembangkan di rumah untuk anak-anaknya.

10 Keterampilan yang akan dibahaskan dalam webinar

MENJAGA KESEHATAN & KESELAMATAN

  • Pola makan
  • pola tidur
  • pola aktivitas sehat,
  • berenang
  • bela diri
  • pertolongan pertama (P3K)

LITERASI

  • Membaca dan mengerti
  • Membaca petunjuk
  • Membaca resep
  • Membaca rambu lalu lintas
  • Membaca tabel

MENGURUS DIRI SENDIRI​

  • Mengatur waktu
  • Membuat rencana
  • Menepati rencana
  • Mengetahui baik-buruk
  • Mengambil keputusan

BERKOMUNIKASI

  • Mengajukan pertanyaan
  • Mengobrol
  • Berkenalan dengan orang baru
  • Memberi & menerima feedback
  • Mengapresiasi
  • Bernegosiasi

MELAYANI

  • Mengerjakan pekerjaan rumah
  • Berkontribusi di keluarga
  • Berkontribusi di Lingkungan
  • Berkontribusi di sosial.

MENGHASILKAN MAKAN

  • Bercocok tanam
  • Berbelanja
  • Mengolah bahan pangan
  • Memasak
  • Menata masakan

PERJALANAN MANDIRI

  • Naik sepeda
  • Kendaraan umum
  • Membaca peta
  • Bisa pergi ke manapun dan kembali ke tempat asal

MEMAKAI TEKNOLOGI

  • Memakai gadget
  • Mengenal batas hukum & etik
  • Menghindari kecanduan
  • Menggunakan secara produktif

TRANSAKSI KEUANGAN

  • Belanja
  • Mendapat penghasilan
  • Menabung
  • Berinvestasi
  • Transaksi dalam sistem keuangan

BEKERJA

  • Menghasilkan karya
  • Membuat output (tulisan, lagu, musik, cerita/presentasi, video, animasi, dll) sesuai minat & kemampuan

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.