fbpx

Homeschooling Jalur Akademis, Profesional, dan Entrepreneur

Secara sederhana, proses homeschooling mengikuti beberapa pola berkaitan dengan profesi yang ingin dituju anak dan dipersiapkan orangtua.

Selama ini, anak-anak dipersiapkan untuk menempuh pola yang sama ketika mereka menjalani pendidikan di sekolah. Anak-anak belajar materi pelajaran sesuai kurikulum yang ditetapkan. Mereka belajar berjenjang mulai SD, SMP, SMA dan ujungnya adalah kuliah di Perguruan Tinggi untuk mengembangkan keahlian dan menyiapkan diri untuk masuk ke dunia profesi.

Saya menyebut jalur yang ditempuh anak-anak itu dengan sebutan jalur akademis.

Di dunia “lama”, jalur akademis ini menjadi jalur utama (mainstream), kalau tak boleh dikatakan sebagai jalur satu-satunya yang dianggap handal untuk memasuki jalur profesi. Tentu saja, sekolah tak hanya menyiapkan anak untuk bekerja, tetapi menyiapkan kapasitas bekerja/berkarya adalah salah satu fungsi penting sistem persekolahan.

Dalam jalur akademis, ijazah adalah hal yang sangat penting karena dijadikan sebagai “mata uang” dan modal pertama untuk seleksi masuk ke dunia kerja.

ijazah anak homeschooling

Tumbuhnya Profesi-profesi Baru

Saat ini, banyak sekali profesi baru yang berkembang. Banyak profesi yang tidak terkait secara langsung dengan proses pendidikan yang dilakukan melalui jalur akademis.

Profesi-profesi baru ini berbasis output dan kemampuan menghasilkan karya. Ijazah tak dilihat, tetapi yang dipentingkan adalah portofolio karya dan hasil yang bermanfaat bagi orang lain.

Contoh profesi ini adalah fotografer, desainer, videografer, web developer, dll. Saat bekerja, mereka tak ditanya ijazahnya apa, tetapi yang ditanya adalah portofolio karyanya. Fotografer tidak ditanya ijazahnya, penulis fiksi tidak ditanya pernah sekolah di mana.

Di dunia Internet, profesi-profesi yang berbasis output dan portofolio ini semakin membesar. Apalagi dengan tumbuhnya marketplace di dunia freelancing seperti Fiverr, Upwork, dll. Ijazah saja tak cukup, tapi yang dipentingkan justru kemampuan riil menghasilkan output dan menyelesaikan masalah.

Selain portofolio karya, “mata uang” di dunia baru ini adalah sertifikat profesional. Sertifikat itu biasanya menunjukkan sebuah keahlian spesifik pada sebuah bidang tertentu dan dikeluarkan oleh lembaga profesional.

Saya menyebut jalur ini dengan istilah jalur profesional.

Pendidikan Entrepreneurship

Satu lagi dunia profesi dan berkarya orang dewasa adalah dengan menjadi pebisnis dengan beragam variasinya. Mereka melihat masalah, peluang menyelesaikan atau menciptakan nilai tambah, dan kemudian berinisiatif dan mengambil resiko dengan merintis sebuah bisnis tertentu.

Menjadi pebisnis adalah sebuah bidang profesi yang semakin populer di era Internet karena peluang semakin terbuka dengan kebutuhan modal yang lebih minim dibandingkan era sebelumnya.

Dalam riset IDN tentang “Indonesia Millennial Report 2019”, aspirasi untuk menjadi pebisnis atau entrepreneur itu sangat tinggi. Lebih dari 69% anak milliennial ingin menjadi berbisnis atau menjadi pemilik bisnis sendiri.

Pertanyaannya, bagaimana menyiapkan proses pendidikan untuk para pebisnis alias entrepreneur? Sekolah konvensional yang menekankan pada ketaatan (compliance) melakukan prosedur dan materi belajar yang berfokus pada akademis bukanlah tempat dan cara yang tepat untuk mendidik seorang entrepreneur.

Di wilayah ini, terbuka peluang bagi orangtua dan masyarakat untuk menyiapkan proses pendidikan yang menyiapkan anak-anak menjadi entrepreneur. Anak-anak mengenali mindset entrepreneur, business proses, praktek memulai bisnis, membentuk tim, dan sebagainya.

Saya menyebut jalur ini sebagai jalur entrepreneur.

Tiga jalur Homeschooling

Setiap jalur mengembangkan cara berfikir dan bertindak yang berbeda. Jika anak-anak terdidik dalam sebuah jalur tertentu selama bertahun-tahun, sadar atau tidak sadar mereka akan menginternalkan proses berfikir dan bertindak tertentu.

Bagi orangtua yang menjalani homeschooling, penting untuk mempelajari dan mengeksplorasi jalur-jalur homeschooling. Proses homeschooling tak hanya dilakukan dengan mengikuti sistem persekolahan (jalur akademis), tetapi bisa juga dilakukan dengan mengembangkan jalur lain, yaitu jalur profesional dan jalur bisnis (entrepreneur).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

belajar homeschooling

Pengantar
Legalitas
Sosialisasi
Kurikulum
Sumber Belajar
Komunitas
Kunci Berhasil
Keseharian

Buku Homeschooling

Sekolah ada model pendidikan yang paling umum di masyarakat, tapi bukan satu-satunya.

Buku ini sangat penting untuk orangtua yang sedang menimbang homeschooling, pendidik & pemerhati pendidikan, serta masyarakat yang ingin mengetahui konsep homeschooling dengan jelas.

artikel terbaru

tulisan lain