mc-monas

Menggunakan Minecraft sebagai Alat Belajar

Aku percaya belajar paling asyik itu terjadi ketika kita belajar dari sesuatu yang kita sukai, dengan metode yang menjadi pilihan kita dan ketika kita sedang ingin melakukannya (mood). Itulah mengapa aku dan mas Aar sering menjadikan game sebagai alat belajar anak-anak. Game di sini tentu saja tidak selalu game di komputer/gadget, tapi juga game dalam bentuk fisik (permainan). Asyiknya belajar melalui game adalah anak-anak merasa sedang bermain padahal pada saat bersamaan mereka belajar BANYAK hal.

Game Minecraft kesukaan anak-anak

Salah satu game kesukaan anak-anak adalah Minecraft. Game berbentuk balok-balok seperti lego ini sudah dimainkan oleh lebih dari 100 juta anak-anak dan orang dewasa dari berbagai penjuru dunia. Di rumah kami, bukan hanya Yudhis dan Tata yang menyukai Minecraft. Duta pun sangat menyukai Minecraft.

Sejatinya Minecraft adalah sandbox game, bisa dimainkan sendirian maupun multiplayer. Saking terkenalnya Minecraft di kalangan anak-anak, saat ini para guru (educator) sudah banyak yang menggunakan Minecraft sebagai media belajar di kelas. Diantara contoh penggunaan Minecraft oleh para guru bisa dilihat di sini.

Untuk mendukung kegiatan bermain Minecraft agar menjadi lebih produktif, beberapa waktu yang lalu Yudhis mengikuti salah satu program Minecraft  Homeschool. Sayangnya pada waktu itu tidak ada teman-teman homeschoolingnya yang mau ikut karena kendala bahasa. Padahal Minecraft itu menjadi asyik kalau dimainkan bersama-sama karena sejatinya Minecraft adalah multiplayer game. Pada waktu itu, ada beberapa temannya bercanda “Kak Yudhis aja deh yang bikin, nanti kita ikutan”.

Projek Minecraft Yudhis

Aku kemudian menantang Yudhis, “Mau nggak Dhis coba bikin kelas sendiri untuk teman-temanmu belajar kolaborasi & membangun di Minecraft?” Ternyata Yudhis menerima tantanganku.

Aku agak terkejut juga mendengar responnya. Membuat kelas Minecraft ini sangat menyenangkan, tapi yang aku tahu prosesnya tidak mudah. Dia harus menyiapkan materinya, mulai kurikulum, video tutorial, dan tentu saja harus belajar membuat server Minecraft.

Lalu sekitar sebulan yang lalu mulailah Yudhis merancang kurikulum kelas Minecraft. Dia merancangnya sendiri berdasarkan pengalamannya ikut kelas dan bermain Minecraft. Setelah kurikulumnya selesai, dia kemudian mendiskusikannya bersama kami. Kami pun memberikan feedback dan dia harus mengolah lagi kurikulum rancangannya. Demikian proses ini terjadi beberapa kali hingga Yudhis menemukan model materi kurikulum Minecraft yang menurutnya oke.

Kegiatan belajar Minecraft yang dirancang Yudhis berlangsung selama 2 bulan. Setiap minggu peserta akan mendapatkan tugas dan mereka harus menyelesaikan tugas yang diberikan di Minecraft. Tugas yang diberikan ada yang bersifat individual, ada yang bersifat kelompok yang membuat para peserta harus belajar berkolaborasi.

Berdasarkan kurikulum yang dibuat, Yudhis kemudian belajar mempersiapkan materi belajarnya. Ternyata Yudhis harus menyiapkan 2 peta Minecraft, satu untuk perkenalan (buat teman-temannya yang mungkin baru pertama kali masuk ke dunia Minecraft) dan peta kelas. Yudhis juga harus membuat beberapa video tutorial untuk menemani proses belajar di Minecraft sehingga para peserta kelas Minecraft bisa masuk kapan saja sesuai waktu yang dimiliki masing-masing peserta. Dalam proses persiapan ini, mau tidak mau Yudhis juga belajar menentukan server yang sesuai kebutuhannya, kemudian menyewa & membuat server Minecraft sendiri.

Banyak scripting & programming yang dilakukan Yudhis dalam proses ini. Sebagian besar pengetahuannya didapatnya di forum-forum & tutorial Minecraft. Sebagian lagi dari hasil ngobrol-ngobrol dengan kami. Menurutku, kurikulum yang dibuat Yudhis cukup menarik. Karena dibuat oleh anak-anak untuk anak-anak, maka walau materinya lumayan padat, tapi rasa “bermain”nya kental juga. Akan ada minggu lomba parkour, ada minggu bonus main bebas, setelah sebelumnya ada minggu-minggu tantangan.

Kurikulum Kelas Minecraft Yudhis

Kelas Minecraft ini akan berlangsung selama 2 bulan (+libur satu minggu menjelang Lebaran). Syarat untuk mengikuti adalah punya akun Minecraft di komputer. Akun ini harus dibeli dari Minecraft. Kegiatannya nanti dilakukan di komputer (bukan gadget).

Berikut kurikulum kelas Minecraft yang dibuat Yudhis:

Minggu 1: Perkenalan

  • Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok.
  • Peserta harus mengikuti petunjuk MAP untuk sampai ke camping ground.
  • Peserta mencari rumah tiap kelompok. Beri tanda kalau kelompok sudah sampai.
  • Peserta mengisi inventori sesuai petunjuk.

Minggu 2: Plotting Day

  • Setiap kelompok akan diberi 1 distrik untuk dipilih. Di dalam distrik, silahkan pasang sign untuk membernya
  • Memilih plot, rumah sederhana untuk survive, dapatkan material dari forest area & mine area
  • Membuat rumah, Min 5X5, MAX plot (ada video tutorial untuk inspirasi ide rumah)
  • Membuat Peternakan
  • Membuat Jalan untuk menyatukan setiap district. Barang-barang bisa dibeli di pasar. Tukar barang hasil penggalian dengan materi yang dibutuhkan.

Minggu 3: Pembuatan Gedung Servis

  • Membuat Perpustakaan.
  • Membuat Klinik
  • Membuat Kantor Polisi
  • Membuat Pemadam Kebakaran

Minggu 4: Membuat Monas

Membuat MONAS bersama di tengah kota.

Minggu 5: Pelabuhan & Stasiun Kereta

  • Mengisi pelabuhan dengan kapal
  • Membuat Stasiun Kereta & rel yang menghubungkan antar district.

Minggu 6: Redstone Practice & Parkour Day Competition (opt)

  • Membuat 3 dari 5 video tutorial tentang redstone
  • Akan disediakan tempat untuk membuat barang-barang redstone.
  • Mengikuti kompetisi Parkour. Akan ada kompetisi parkour di posisi parkour. Bisa latihan di hari sebelumnya

Minggu 7: Terraforming & Reforesting

  • Mengubah wilayah di sekitar menjadi lebih rapi.
  • Membuat wilayah di sekitarmu lebih hijau.

Minggu 8: BONUS untuk tim yang menang 

***

mc-gunung
Gunung Berapi untuk kompetisi Parkour
mc-tambang
Tambang
mc-hutan.jpg
Hutan
mc-klinik
Klinik di malam hari
mc-klinik2
Selamat datang di Klinik
mc-klinik3
Klinik
mc-monas
MONAS
mc-pasar
Pasar
mc-pemadam
Pemadam Kebakaran
mc-pemadam2
Pemadam Kebakaran
mc-perpus
Perpustakaan
mc-perpus2
Suasana Perpustakaan
mc-rumah
Rumah Utama
mc-rumah2
Suasana pagi hari di rumah utama

***

Kelas Minecraft ini rencananya akan release tanggal 7 Juli 2014. Kelas diperuntukkan anak usia 6-14 tahun. Karena keterbatasan server, kelas maksimal hanya bisa berisi 40 anak.

Walau ini kerja tim, tapi setiap anak bisa mengatur sendiri kapan mau online karena hanya akan ada waktu wajib ketemuan satu kali seminggu (pagi atau sore hari).

Jika ada teman-teman yang anaknya mau ikutan silakan mengisi form berikut, Yudhis akan mengirimkan email berisi teknis bagaimana cara mengikuti kelas ini. Jadi, siapa mau ikuuuuut?

project-minecraft

Tulisan menarik lainnya

Share this post

24 thoughts on “Menggunakan Minecraft sebagai Alat Belajar”

  1. Mbak,minecraft ini bisa dimainkan untuk anak mulai usia berapa? Anak saya 5 tahun tertarik dengan video-video minecraft dan minta untuk dibelikan game ini

  2. ahh misinya cupu,aku ini umur 12 tahun bisa bikin hotel,stadion,bikin server,menangkap mobs,mengurung mobs,menggunakan mobs untuk perang,mancing,main multiplayer survival,bikin portal,teleport ke nether the end,spawn ender dragon,menemukan biome,merekrut builder dan staff untuk multiplayer server baru,menggunakan mod,trading villager,tamed wolf,menjnakkan mobs terganas sekalipun.

    kelemahan ku cuman soal elektronik aja :v

  3. buat nanda yudhis… terima kasih telah membuka kelas minecraft. ini putra putra saya maniak minecraft, saya pernah membaca minecraft eduaction, tapi bingung mau dibagaimanakan. mungkin cara bergabung di kelas minecraft yudhis, seperti apa ya?

  4. Mas Aar dan Mba Lala, sebelum Yudhis membuat project kelas minecraft, dimana Yudhis ikut kelas minecraft? boleh minta linknya? Terimakasih.

  5. Assalamualaikum Pak Aar
    Anak saya usia 12 tahun seorang penggemar Minecraft aktif,sangat tertarik dengan kelas Minecraft yang dikelola mas Yudhis ini, apakah ada kelas baru yang dibuka saat ini? Jika ada, bagaimana cara mendaftarnya? Sayang saya baru mengetahui adanya ajang kreatif+edukatif ini sekarang

    Wassalam,
    Ade

  6. Halo Om Aar,
    Saya memiliki saran kepada Kak Yudhis , Jika kak Yudhis kenal dengan ‘Command Blocks’ yang ada di Minecraft , Bagaimana kalau Kak Yudhis membuat Minecraft Puzzle Map yang edukatif , Agar semakin menarik puzzle map itu dibuat menjadi cerita misteri.

    Demikian dari saya,

    Thariq , 12 thn

  7. Namaku Ijang.Hampir sama dengan pembuatnya,Mojang.aku ingin ikut bermain dan belajar di sekolah kak yudis.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.