La Bamba

Akhirnya, Yudhis lancar juga bermain lagu La Bamba. Salah satu kendala dalam latihan gitar Yudhis adalah keinginannya untuk bermain “cepat”. Padahal, unsur “menikmati” permainan itu menjadi salah satu faktor utama yang aku tekankan kepadanya. Buatku, pemain musik yang baik itu adalah pemain yang menikmati permainan musiknya. semakin dia bisa terlarut dalam musik yang dimainkannya atau lagu yang dinyanyikannya, semakin besar energi yang diterima penonton darinya. Bagiku, penghayatan menempati posisi jauh di atas skill. Kemampuan boleh terbatas, tapi kalau penghayatannya luar biasa, maka lagu yang dia mainkan juga akan terasa sampai ke kalbu para pendengarnya.

Ini yang sedang dipelajari oleh Yudhis. Dia sedang belajar “menikmati” permainannya dengan cara memelankan ritme permainannya. Sebelumnya, setiap dia memainkan lagu cepat (seperti lagu La Bamba ini), dia akan memainkannya seperti orang yang dikejar-kejar hantu. Jreng jreng jreng jreng jreng tanpa rasa. Namun setelah “kepincut” Sungha Jung dan melihatnya bermain, Yudhis semakin melihat betapa ‘santainya’ Sungha Jung dalam memainkan lagu yang “nge-beat” sekalipun. Itu inspirasinya, dan itu yang sedang dia coba terapkan dalam lagu La Bamba ini.

(c) http://www.collingsguitars.com/

Jika Anda capek dengan banyaknya teori yang ada di internet dan ingin ditemani beraksi, maka Anda bisa ikut program Parent Growth Program (PGP), sebuah program baru Rumah Inspirasi yang  dibuat untuk menciptakan aksi kecil mingguan yang realistis, bukan teori tambahan.

PGP adalah sistem pendampingan keluarga yang membantu orangtua membangun ritme, kebiasaan, dan lingkungan, selapis demi selapis. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.