(c) webguild.org

5 Do dan 5 Don’t di Twitter

Twitter hanyalah sebuah platform untuk interaksi sosial secara virtual. Tak ada aturan baku bagaimana menggunakan Twitter; apa yang boleh dan tidak boleh. Tetapi sebagaimana interaksi sosial pada umumnya, selalu ada semacam aturan tidak tertulis untuk memandu orang-orang baru masuk di sebuah lingkungan.

Yang perlu dilakukan (The Do) di Twitter

1. Perlakukan akun lain sebagai manusia
Kalau Anda menganggap orang lain adalah manusia sesungguhnya, maka Anda akan berhati-hati menyikapi mereka. Anda akan cenderung memperlakukan orang lain dengan hormat dan wajar sebagaimana di dalam komunikasi sosial saat Anda bertemu teman-teman Anda.

2. Kenali minat dan cari teman Anda
Twitterland adalah dunia maya dengan beragam isi dan penghuninya. Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal di Twitter, kenali apa yang menjadi minat Anda dan apa yang ingin Anda lakukan di Twitter. Kemudian, follow dan berjejaringlah dengan mereka.

3.Isi dengan hal bermanfaat
Berjejaring adalah berinteraksi secara sosial. Selain membicarakan tentang diri kita, isilah TL dengan hal-hal yang bermanfat bagi orang banyak. Itu bisa berupa informasi, tautan, atau menjawab pertanyaan teman.

4. Retweet sebagai cara apresiasi
Retweet status menarik yang dilakukan teman Anda. Itu adalah perwujudan apresiasi Anda kepada orang lain. Apresiasi adalah bagian dari komunikasi sosial yang sehat.

5. Berinteraksi dengan orang lain
Lempar pertanyaan, jawab pertanyaan orang lain, ikut dalam diskusi. Twitter adalah interaksi dua-arah, bukan satu arah. Berinteraksilah dengan orang lain karena interaksi adalah salah satu kekhasan dan kekuatan media sosial Twitter.

 

Yang sebaiknya tidak dilakukan (The Don’t) di Twitter

1. Jangan ngetwit yang bikin Anda dipenjara atau dipecat
Twitter itu untuk berjejaring dan bersenang-senang. Seharusnya kegiatan nge-twit memberikan nilai tambah, bukan menjadikan Anda bermasalah. Karena Twitter adalah area publik, jangan membuat Twit yang menjelekkan atas di kantor, membukakan rahasia perusahaan, atau menyerang secara personal seseorang.

2. Jangan memenuhi linimasa
Jangan penuhi linimasa (timeline, TL) Anda dengan twit yang banyak hingga puluhan pada satu waktu. Itu adalah semacam spam karena twit ANda akan memenuhi TL orang-orang yang mengikuti Anda. Dan itu sangat mengganggu. Buatlah status dalam jumlah yang wajar sebagaimana Anda berkomunikasi dengan orang lain.

3. Jangan gunakan mesin untuk mencari follower
Apa gunanya jumlah follower yang banyak kalau sesungguhnya itu mesin? Buat pamer dan gagah-gagahan? Kalau Anda ingin serius memanfaatkan Twitter, sebaiknya Anda membangun basis follower secara alami dengan memanfaatkan Twitter Anda dengan cara yang benar.

4. Jangan menunda membalas pesan
Jika ada pesan pribadi (DM) atau pertanyaan kepada Anda, jawab secepat mungkin; jangan menunda 1 atau 2 hari. Twitter bergerak dengan cepat dan itulah karakteristik khas dari Twitter. Ekspektasi jawaban adalah dalam orde jam.

5. Jangan sembunyikan kredit
Jika Anda melakukan Retweet sebuah twit keren, jangan hilangkan asal pembuatnya. Berikan kredit dengan tetap menyertakan akun sumber dari twit tersebut.

Tulisan menarik lainnya

Share this post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.