Tahun 2023 ini, tanpa terasa kami sudah menjalani 22 tahun sejak pengambilan keputusan berkomitmen untuk tidak menyekolahkan anak. Pada waktu itu, kami bahkan belum mengenal istilah homeschooling.
Istilah homeschooling baru kami kenal ketika melakukan riset di Internet tentang keluarga-keluarga yang tidak menyekolahkan anaknya.
“Oo ternyata banyak orang di luar negeri (terutama Amerika Serikat) yang tidak menyekolahkan anaknya.”
“Oo ternyata model pendidikan seperti itu disebut homeschooling.”
Begitulah pengalaman awal kami mengenal homeschooling.
Karena mengenal istilah homeschooling, riset dan proses belajar kami kemudian menjadi lebih tajam dan terarah.
Begitulah.
Singkat cerita, anak pertama kami, Yudhistira, lahir tahun 2001. Anak kedua, Tata, lahir tahun 2004. Anak ketiga, Duta, lahir tahun 2008.
Ketiganya tidak pernah bersekolah karena belajar mandiri bersama kami. Mereka tak pernah masuk TK, SD, SMP, SMA.
Usai menyelesaikan pendidikan dasar hingga SMA, mereka punya pilihan untuk langsung masuk ke dunia profesional atau kuliah. Dan ternyata anak pertama dan kedua memilih kuliah.
Yudhis diterima di Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (UI). Tata diterima kuliah di Antropologi Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dua anak sudah meninggalkan rumah. Dan tahun ini ternyata Duta juga keluar dari rumah karena masuk Pelatnas Junior catur selama 1 tahun.
Jadi, inilah awal perjalanan kehidupan baru kami.
Dan ini juga awal dari proses kami belajar membuat video untuk berbagi tentang homeschooling, parenting, dan aneka hal lainnya.
Silakan simak video selengkapnya tentang refleksi kami tentang perjalanan homeschooling 22 tahun di keluarga Sumardiono:
2 thoughts on “Refleksi Pengalaman Menjalani Homeschooling selama 22 Tahun”
sangat bermanfaat sekali terimkasih
Terima kasih banyak atas artikel yang sangat informatif ini!
Saya sangat terkesan dengan cara penulis membagikan pengalaman pribadi mengenai perjalanan homeschooling selama 22 tahun. Memang, homeschooling adalah alternatif yang menarik, meskipun masih sering dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Artikel ini membuka banyak wawasan baru, terutama tentang bagaimana pendekatan ini bisa sangat efektif dalam mendidik anak dengan cara yang lebih fleksibel dan personal.
Saya juga senang membaca tentang kesuksesan anak-anak penulis yang berhasil diterima di universitas ternama setelah menjalani homeschooling. Ini menjadi bukti nyata bahwa homeschooling dapat menghasilkan individu yang siap menghadapi tantangan di dunia profesional atau akademik.
Sangat menginspirasi! Saya percaya banyak orang tua di luar sana yang masih ragu mengenai homeschooling dapat merasa lebih percaya diri setelah membaca artikel ini. Semoga lebih banyak keluarga yang berani mencoba pendekatan pendidikan ini dan mendapatkan hasil yang luar biasa.
Sekali lagi terima kasih atas berbagi pengalaman yang sangat berguna ini. Saya akan mengikuti lebih lanjut perkembangan tentang homeschooling melalui video-video yang akan datang!