memulai-homeschooling-project-based-learning

28 Project-based Learning

Untuk mengelola proses belajar anak yang memiliki usia beragam, salah satu sarananya adalah menggunakan proyek kegiatan (project-based learning). Proyek kegiatan adalah sebuah kegiatan yang mengambil satu tema dan dikerjakan bersama oleh anak, tetapi berbeda tingkat kesulitannya.

Sebagai contoh, anak diminta untuk membuat presentasi tentang makanan kesukaannya. Mereka boleh memilih jenis makanan sesuai kesukaan mereka, kemudian melakukan riset dan menuangkannya dalam media yang disukai, misalnya: slideshow, lapbook, notebook, dan sebagainya.

Tugas orangtua dalam proyek ini adalah memberikan bimbingan sesuai kapasitas anak. Proses yang dilakukan kurang lebih sama, tetapi kualitasnya berbeda sesuai usia anak. Untuk anak yang lebih kecil, ekspektasinya tentu saja lebih rendah daripada anak yang lebih besar.

Proyek kegiatan ini bisa digunakan untuk berbagai hal, misalnya: memasak, craft, menulis, membuat video, dan sebagainya.

Salah satu contoh project-based learning yang pernah kami lakukan dan kami dokumentasikan adalah membuat video. Anda bisa menyimak proses belajarnya di sini: https://rumahinspirasi.com/cara-belajar-untuk-anak-beda-usia-project-based-learning/

Salam,
Aar+Lala

Tulisan menarik lainnya

Share this post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.