
Wisata Belajar (10): Perjalanan Cinta
Tak ada pesta yang tak usai. Demikian pula perjalanan wisata belajar yang kami lakukan selama 8 hari ini. Merefleksikan semua yang sudah terjadi, kami betul-betul

Tak ada pesta yang tak usai. Demikian pula perjalanan wisata belajar yang kami lakukan selama 8 hari ini. Merefleksikan semua yang sudah terjadi, kami betul-betul

Selasa (22/2) adalah hari terakhir kami di Salatiga. Diawali dengan kegiatan bermain di Atlantic Dreamland dan penandatangan kolaborasi Ibu Profesional, malam hari kami meluncur menuju

Perjalanan ke Salatiga ini ternyata bukan hanya perjalanan belajar dan bersenang-senang. Ternyata, perjalanan ini melahirkan satu tonggak kolaborasi kami dengan mbak Septi Peni. Semuanya berawal

Selasa (21/2). Hari ini adalah hari untuk anak-anak. Setelah acara yang sangat padat selama beberapa hari yang menguras tenaga, kami merencanakan membawa anak-anak ke Atlantic

Senin (20/2), acara wisata belajar di Salatiga masih berlanjut. Ini adalah hari ke-4 perjalanan wisata belajar. Usai melepas lelah dan menginap di rumah Wieda, pagi-pagi

Jalan-jalan tak lengkap tanpa wiskul alias wisata kuliner. Demikian pun jalan-jalan kami ke Salatiga ini. Usai acara “sharing tentang homeschooling” di Padepokan Lebah Putih (19/2),

Minggu pagi (19/2) adalah salah satu acara besar dalam rangkaian perjalanan kami ke Salatiga. Hari ini ada acara Ibu Profesional bertema “1001 Cara Mendidik Anak

Banyak sekali hal yang kami pelajari dari proses yang dijalani mbak Septi dan mas Dodik. Salah satunya adalah mengenai prinsip-prinsip parenting dan proses membangun mimpi

Salah satu agenda besar dari Wisata Belajar kami saat ini adalah mengunjungi dan belajar dari mbak Septi Peni Wulandani. Siapakah Septi Peni Wulandani? Septi Peni

Mandi air dingin di Salatiga dan menyantap hidangan yang dibumbui cinta keramahan berhasil mengusir penat usai perjalanan dari Jakarta menuju Salatiga. Usai sholat Jumat, rombongan