Membangun Ritme Keluarga

Sinkronisasi Alur Harian agar Keseharian Lebih Tenang dan Terarah

Banyak keluarga ingin hari-hari yang lebih tertib, anak yang lebih kooperatif, dan homeschooling yang terasa ringan. Namun kenyataannya, rutinitas sering terasa kacau, rencana tidak selesai, dan orangtua cepat lelah.

Program Aksi 7 Hari ini membantu Anda memulai ritme keluarga yang stabil. Bukan dengan jadwal kaku, tetapi dengan langkah-langkah kecil yang dapat disesuaikan dengan kehidupan keluarga Anda.

Apakah Anda Mengalami Ini?

  • Hari-hari terasa berantakan
  • Anak sulit diajak berpindah aktivitas
  • Homeschooling tidak berjalan konsisten
  • Waktu belajar sering molor
  • Orangtua cepat lelah dan kehilangan arah
  • Anak bergantung pada gawai
  • Banyak rencana, tapi sulit dieksekusi

Jika ya, ada kemungkinan ritme keluarga belum terbentuk dengan baik.
Program ini membantu Anda memulainya dengan cara yang lebih efisien.

Ini Program Apa?

Membangun Ritme adalah program aksi 7 hari untuk membantu orangtua:

✔ Mengenali ritme alami keluarga
✔ Menata alur pagi–siang–sore
✔ Mengurangi konflik & drama kecil
✔ Menciptakan transisi yang lebih lembut
✔ Membuka jalan bagi homeschooling yang lebih mudah
✔ Menyusun ritme keluarga versi awal

Tidak ada tugas berat.
Tidak ada modul panjang.
Hanya satu latihan kecil setiap hari, yang dapat dilakukan dengan fleksibel sesuai kondisi rumah Anda.
Jika Anda butuh dukungan, tersedia grup Whatsapp untuk bertanya dan berdiskusi. 

Lapisan perubahan yang ditumbuhkan

Rasa Percaya Diri dalam Mengarahkan Keseharian

Perasaan mampu menata hari perlahan tumbuh—tanpa harus merasa semuanya harus sempurna.

Pagi yang Lebih Tenang dan Tidak Tergesa

Pergantian aktivitas terasa lebih ramah, memberi ruang bagi keluarga untuk memulai hari dengan lebih nyaman.

Kejelasan Langkah Sederhana untuk Setiap Hari

Kebingungan tentang “mulainya dari mana” mulai berkurang, digantikan oleh alur yang lebih jelas dan dapat diikuti.

Homeschooling yang Terasa Lebih Ringan

Dengan ritme yang lebih teratur, kerja sama anak sering kali tumbuh secara alami dan suasana belajar menjadi lebih menyenangkan.

Transisi Harian yang Lebih Lembut

Perubahan aktivitas tidak lagi terlalu mengagetkan; suara rumah menjadi lebih stabil dan lebih mudah mengalir.

Keseharian yang Lebih Konsisten dan Mengalir

Ritme kecil yang dirawat setiap hari perlahan menciptakan alur yang lebih stabil dan mendukung seluruh keluarga.

Bagaimana Program ini Berjalan?
  • Aktivasi Infrastruktur (Senin, 5 Jan) Peserta dimasukkan ke Grup WA khusus untuk persiapan teknis.
  • Inisiasi Program (Selasa, 6 Jan, 19.30 WIB) Webinar Pembukaan: Membongkar mindset lama tentang jadwal dan menetapkan fondasi ritme baru.
  • Aksi Berlatih (7-12 Jan) Setiap pagi Anda menerima “Petunjuk Aksi” via WA. Tugas spesifik, kecil, dan langsung bisa dipraktekkan hari itu juga.
  • Refleksi & Kaliberasi (Senin, 12 Jan, 19.30 WIB) Live Zoom bersama Aar & Lala untuk mengevaluasi kendala selama 7 hari pertama.
  • Integrasi Mandiri (12-18 Jan) Tidak ada materi baru. Fokus pada pengulangan kebiasaan (repetisi) agar ritme terbentuk secara organik.
  • Inspirasi Praktisi (Minggu, 18 Jan, 19.30 WIB) Live Zoom dipandu dua praktisi homeschooling berpengalaman untuk berbagi realita penerapan ritme di lapangan.
  • Dukungan 30 Hari (Hingga 6 Feb) Akses tanya jawab penuh di Grup WA bersama mentor untuk memastikan sistem berjalan stabil.

PROFIL MENTOR

Aar & Lala

Lebih dari 20 tahun mendampingi keluarga belajar di Indonesia.

  • Pengalaman homeschooling lebih dari dua dekade
  • 3 anak tumbuh sebagai pembelajar mandiri
  • Masuk PTN ternama & meraih prestasi nasional
  • Pendekatan Rumah Inspirasi: hangat, praktis, membumi, non-judgmental

Aar & Lala dikenal dengan metode pendampingan mereka yang tidak menghakimi, tidak menekan, dan tidak membuat orangtua dihantui rasa bersalah.

Investasi Program

Parent Growth Program (PGP) adalah sistem keanggotaan satu tahun bagi orang tua untuk membangun infrastruktur ritme keluarga dan pola pikir melalui 23 program aksi yang terdistribusi secara strategis sepanjang tahun. Setiap bulan, peserta melakukan intervensi mikro melalui praktik harian yang relevan, didukung oleh perangkat navigasi berupa webinar inisiasi, pesan aksi harian via WhatsApp, serta sesi refleksi untuk menguatkan proses pertumbuhan. Dengan menggunakan lensa homeschooling sebagai filter navigasi belajar, PGP dirancang untuk selaras dengan alur alami kehidupan keluarga sehingga proses transformasi tetap realistis tanpa beban kontrol berlebihan. Karena setiap program berdiri sendiri, peserta dapat melakukan aktivasi kapan saja dan mengikuti siklus 12 bulan secara mandiri tanpa tekanan untuk mengejar materi sebelumnya.

FAQ

Pertanyaan terkait program Membangun Ritme Keluarga

Program ini cocok untuk orangtua yang ingin merapikan alur harian keluarga, mengurangi chaos, dan membangun rutinitas yang lebih stabil. Program ini cocok untuk orangtua homeschooling yang ingin merapikan manajemen keseharian.

Tidak. Program ini cocok untuk orangtua yang anaknya homeschooling maupun tidak.  Program ini bisa diikuti semua keluarga yang ingin keseharian lebih tenang dan terarah.
Banyak peserta program Rumah Inspirasi bukan homeschooler; mereka mengikuti program ini untuk menata ritme pagi, ritme belajar, dan rutinitas rumah.

Tidak perlu waktu khusus. Latihan yang diberikan adalah langkah kecil yang bisa disisipkan ke dalam rutinitas harian tanpa harus “menyediakan waktu khusus yang banyak”.

Tidak ada jam wajib. Semua materi dan latihan bisa diakses dan dilakukan kapan pun sesuai ritme rumah masing-masing. Ada sesi live Zoom. Jika peserta tidak bisa hadir, disediakan rekaman yang bisa ditonton ulang.

Sesi Zoom bersifat pendampingan dan penjelasan. Anda tidak wajib hadir. Rekaman akan disediakan untuk peserta. Kehadiran membantu, tapi tidak menentukan keberhasilan program.

Tidak. Semua latihan dirancang ringan, praktis, dan realistis. Tujuannya bukan menghasilkan ritme sempurna, tetapi membantu Anda memulai ritme sederhana yang bisa dijalankan.

Tidak masalah. Anda bisa mengejar dengan ritme Anda sendiri. Tidak ada deadline, tidak ada tekanan untuk harus “selesai” tepat waktu.

Tidak. Anda akan dibimbing membangun ritme versi 1.0—ritme awal yang sederhana dan bisa dikembangkan perlahan. Tidak ada perubahan besar yang memaksa keluarga beradaptasi drastis.

Bisa membantu. Fokus program ini adalah membangun alur yang dapat diprediksi dan lembut. Ketika ritme stabil, transisi biasanya menjadi lebih mudah dan anak lebih kooperatif.

Justru program ini dirancang untuk kondisi seperti itu. Anda tidak perlu “rapi dulu” untuk memulai. Ritme yang kecil dan konsisten perlahan membuat rumah terasa lebih terarah.

Ada. Peserta mendapat akses ke grup Whatsapp untuk bertanya, berbagi pengalaman, dan mendapatkan dukungan tanpa merasa dihakimi.

Akses tetap tersedia selama keanggotaan Anda di Rumah Inspirasi aktif.

Ya. Member PGP mendapatkan akses GRATIS ke Program Membangun Ritme Keluarga. Jika belum mendaftar PGP, Anda bisa daftar di sini atau Anda bisa bertanya dulu ke admin via WA untuk memastikan status membership Anda di Rumah Inspirasi.

Cocok. Program ini tidak menggunakan pendekatan jadwal kaku. Fokusnya adalah ritme alami yang tumbuh dari kehidupan keluarga, bukan jadwal yang memaksa.

Mari bangun ritme dan proses belajar yang lebih tenang, terarah, dan bertumbuh.

Pengalaman Mengikuti Program

99 thoughts on “Membangun Ritme Keluarga”

  1. Fety herira amasari

    Hai… saya fety
    Menjalani program ini secara keseluruhan sangat bermanfaat dan memberi masukan positif yg luar biasa.

    Menjalani hari dg *semrawut*/tak jelas membuat energi low setiap saat. Dg mengikuti program ini, kami menemukan hal2 sederhana yg begitu dasar yg bisa menjaga kwarasan jiwa raga. Menyadari titik2 anchor harian ternyata membuat keseharian lebih bermakna sehingga istilah jawanya tidak kemrungsung.

    Tumbuh selapis demi selapis. Tidak instan. Dan butuh perjuangan untuk konsisten sadar…. tidak meninggikan ekspektasi, membuat kami lebih berdamai dg keseharian kami.

    Terima kasih Rumah Inspirasi. Kami siap belajar bersama. Tumbuh bersama.

  2. Hari yang lebih tenang, terarah, dan perasaan mudah berdamai dengan tiap benturan yang terjadi di lapangan. Bukan berarti mudah menyerah dan tidak mengusahakan yang terbaik, tetapi ini adalah tentang jika kita gagal di satu titik, yakinlah kita masih punya titik setelah ini untuk memperbaikinya.

    Terimakasih Mas Aar Mba Lala, program ini membuat keseharian kami yang tadinya berjalan otomatis begitu saja, menjadi sebuah alur yang kami jalani dengan sadar dan bermakna.

  3. Ternyata ritme dan jadwal itu berbeda, tapi bisa disesuaikan dengan kondisi keluarga masing-masing. Terima kasih ilmunya.

  4. Mengikuti program membangun ritme keluarga membantu saya untuk mengamati keseharian kami dan menentukan anchor points kegiatan dalam keluarga sehingga membentuk ritme keluarga yang alami. Memiliki ritme keluarga merupakan modal penting kami untuk dapat menjalani homeschooling dengan baik, Orangtua dan anak-anak tetap dapat menjalani aktivitas masing-masing dan tahu kapan kami butuh berkumpul lagi sebagai keluarga.

    1. Dengan mengikuti program membangun ritme keluarga saya merasa Keseharian Yang Lebih Konsisten Dan Mengalir
      Ritme kecil yang dirawat setiap hari perlahan menciptakan alur yang lebih stabil dan mendukung seluruh keluarga. Dalam berkegiatan menjadi lebih flesibel karna kita sdh menentukan anchor point sesuai karakter keluarga kita.

  5. Saya senang mengikuti program membangun ritme,membuat saya sadar bahwa kita harus mempunyai anchor points supaya ritme keluarga bisa berjalan.
    Ritme setiap keluarga berbeda,sehingga kita mencari ritme yang cocok sesuai dengan kehidupan keluarga kita sendiri. Terimakasih Mas Aar dan Mbak Lala telah membuat program ini..

  6. Program yg tepat diikuti tidak hanya bagi praktisi homeschool tapi juga bagi yg ingin memiliki arah yg jelas dalam menjalankan keseharian baik sebagai identitas personal maupun berkeluarga, agar tidak mudah fomo dgn citra keluarga lain, karena memahami fondasinya ada di upaya sendiri. Dalam membangun ritme, tahu part yg merupakan anchor point menjadi hal yg penting, karena itu adalah titik2 krusial dimana kita bisa menempelkan kebiasaan dan tidak menjadi terbebani secara berlebihan. Mengenali ritme membuat kita bisa menjadi lebih bijak dalam mengelola keseharian, karena bisa melihat batas2 kemampuan diri sendiri dan anggota keluarga lainnya, dan dari sana juga bisa terbentuk keunikan tiap keluarga, yg menjadikan tiap keluarga itu khas. Terima kasih mas Aar mba Lala untuk usaha dan pemikirannya tentang ritme keluarga ini🙏

  7. Program ini membantu saya untuk menyadari bahwa ada perbedaan mendasar antara jadwal dengan ritme. Selain itu, bersama program ini, saya jadi lebih menyadari perbedaan antara relasi yang formal dan informal. Cukup dengan menyadari dua hal tersebut, ternyata berdampak luar biasa bagi saya.

    Tahu nggak, bahwa semua orang atau keluarga itu sebenarnya udah punya ritme sendiri-sendiri. Dan program ini membantu kita untuk lebih menyadari dan merumuskannya. Sederhana, tapi amat mengena!

  8. Wajib banget sih kelas ini diikuti buat yang menimbang homeschooling. Disini dibahas jelas apa perbedaan dan bagaimana cara bermain di ruang formal (sekolah) dan informal (homeschooling). Karena ortunya kan produk sekolah, pasti sadar ga sadar beberapa hal akan mempengaruhi jalannya homeschooling, dan itu bisa mengganggu atau bahkan memperburuk kualitas homeschooling. Jadi ini ilmu urgent banget kalo menurut aku sebagai pondasi bagi keluarga yang menimbang homeschooling.

    1. program growth parent tentang membangun ritme membuat saya lebih menyadari hari. Ritme itu bukan jadwal ini berbeda. Membuat saya lebih point dalam cara memandang keseharian

      Terimakasih banyak Rumah Inspirasi

      1. Program ini menyadarkan kepada saya bahwa ternyata kegiatan yang sehari-hari kami lakukan kurang efisien dan terlalu berat untuk kegiatan pagi hari. Saya jadi tahu bahwa ternyata morning routine untuk ibu sebagai pelaksana kegiatan rumah tangga dan HS itu penting. Penting untuk stabilitas emosi dalam sehari itu.

        Terimakasih Rumah Inspirasi untuk ilmu yang sudah diberikan.

  9. Dengan adanya materi ritme keluarga ini, sangat membantu homeschooling keluarga saya yang awalnya cukup berantakan. awalnya saya clueless tentang bagaimana memulai homeschooling ini. tapi alhamdulillah dengan pemaparan mas aar, sangat mengurai keruwetan inii. terimakasih rumah inspirasi! kelasnyas worrtttthh it bangeet

  10. Materi ritme keluarga sangat sederhana, itulah mengapa setiap dari kita pasti bisa melakukan dan mempraktekannya, hanya perlu menyadari bahwa ritme tiap keluarga berbeda(tidak perlu mencontoh keluarga lain, karena tiap keluarga unik), memanfaatkan anchor points untuk membangun kebiasaan baik di keluarga, sehingga keseharian berlangsung mulus. Terima kasih mas Aar & mbak Lala untuk program hebatnya!

    1. “kalau kita mengambil nafas sadar kan bukan berarti selama ini kita ga bernafas”… Kalimat kak Lala ini membuat saya memahami ritme yang dimaksud di program ini.

      Ritme ini sudah ada di keseharian, mengalir otomatis menyesuaikan dengan karakteristik khas keluarga. Kami sudah memilikinya. Namun program ini membuat ritme yang otomatis ini dibawa ke kesadaran, dituliskan, kemudian direfleksikan, apakah sudah cukup baik, mana yang perlu diperbaiki, dikurangi, atau ditambahkan. Ini menjadi bahan diskusi bareng pasangan.

      Tidak semua jangkar hari berjalan mulus, namun jangkar sore dan malam hari adalah jangkar yang kami pegang dan akan terus kami maksimalkan, karena itu adalah jangkar yang cenderung stabil di keluarga kami, berulang, dan saling terkoneksi (anak 18 THN, 14 THN, 9 THN)

      Terima kasih rumah inspirasi untuk programnya.

  11. Hi semua, Saya Irene, fulltime mother dgn 3 anak (9 tahun, 3 tahun, 3 tahun) sudah mengikuti kelas di Rumah Inspirasi dari 2024. Untuk sesi “Membangun Ritme Keluarga” di Jan 2026 ini sangat bermanfaat utk diikuti & sayang jika dilewatkan. Dari sesi kelas saya jadi paham bahwa jadwal tidak sama dengan ritme. Ritme adalah susunan aktivitas yg jadi panduan hari dijalani. Ini membuka pikiran saya bahwa bukan masalah jika jadwal gagal, asalkan ritme masih on the track. Ternyata sedikit banyak ritme keluarga saya mulai terbentuk sekalipun belum sempurna. Yang sangat menantang adalah menyelaraskan ritme orangtua ( pekerjaan domestik seperti memasak, mencuci baju) dengan ritme anak (bangun tidur, makan, bermain ) untuk memastikan hari berjalan lancar tanpa drama.. Sejujurnya saya masih terus belajar mencoba menemukan ritme yg lebih tepat untuk mengelola keseharian keluarga kami. Saya bersyukur adanya panduan praktis dari Rumah Inspirasi untuk membuat itu.

    Terima kasih banyak Rumah Inspirasi, semoga sehat selalu dan selalu menjadi berkat bagi keluarga keluarga di Indonesia.

  12. Alhamdulillah bisa ikut program ritme keluarga yang diadakan Rumah Inspirasi. Disini saya menyadari bahwa ritme itu berbeda dengan jadwal. Jika dalam kehidupan sebelumnya (di masa sekolah dan kerja) kita menggunakan jadwal, itu ternyata hanya cocok untuk lembaga formal. Sedangkan jika kita hidup berkeluarga apalagi menjalani homeschooling, maka temukan ritme yang cocok.

    Terimakasih rumah inspirasi. Ilmu dan aksi kecil secara bertahap, dan pendampingan nya di komunitas sangat membantu kami dalam menemukan ritme keluarga kami.

  13. Rohmah Rahmawati

    Program ini membantu saya mengenali ritme dalam keluarga saya yang begitu random. Benar kata Kak Lala bahwa serandom apapun pasti ada ritme yang dibentuk. Mengenali titik anchor dalam berkegiatan setiap hari membuat saya lebih tenang dan jika ada hal random yang terjadi, saya sudah tahu mana anchor yang bisa dipegang agar kegiatan kembali on track. Saya juga bisa lebih leluasa membuat pilihan kegiatan dan mengaturnya dalam ritme yang sudah ada. Terima kasih Rumah Inspirasi, kelasnya always clear & easy to applied in daily life.

  14. Haloo mas aar dan mba lalaa, terimakasih sudah adakan kelas ini. Jujur sy sempat kesulitan untuk menentukan ritme keluarga, tp trnyatabpemaparan mas aar dan mba lala sangat memberikan angin segar untuk kami. Bahwa trnyata ritme itu tidak sama dg jadwal. Dan memilih hal hal yg simple tapi teratur untuk dijadikan anchor.

    Pemaparan mba lala dan mas aar sangat teratur, jelas dan mudah dipahami. Terimakasih 🙂

  15. Haii, saya memulai homeschooling dr 9 tahun lalu. Dan merasa bersyukur bisa kenal dengan komunitas ini. Dimana saya merasa ditemani setiap progres dan proses nya..

    Termasuk di kelas ritme keluarga, hal yg sangat prisiple tp mas aar dan mba lala bisa meramu kelas nya menjadi mudah dan membuat kita sbg orgtua minim stress dalam menjalani HS 🙂

  16. Khasanah SirPalupi

    Alhamdulillah bersyukur dapat mengikuti program ritme keluarga. Dengan mengenal dan menyusun ritme keluarga kami, kami bisa mengelola keseharian kami lebih efektif dan minim drama hehe. Awal awal berHS, rasanya tak menentu. Terkadang hari hari terasa mudah. Tapi seringnya berantakan hahaha. Mau memperbaiki tapi tidak tau dari mana yg salah. Alhamdulillah rumah inspirasi mengadakan kelas ini. Di webminar pembukaan, baruuu saya sadari. Ooo ternyata selama ini kami belum mengenal ritme dalam keluarga kami. 2 pekan ini kami menerapkan ilmu yg telah diajarkan, Alhamdulillah hari hari lebih baik dan lebih terkelola 😊

  17. Awalnya saya merasa homeschooling itu berat. Tapi ternyata kuncinya di ritme. Dan di sinilah kami belajar ritme keluarga kami. Tidak hanya anak-anak, tapi orang tua juga…

  18. Saya Ibu dari 2 anak usia 11 th dan 5th, dg usia anak yg terpaut jauh usianya,membuat saya kewalahan “mengatur” keseharian saya dan keluarga dg mulus karena sering tdk bertemu di 1 titik,tapi dg mengikuti program ini,pelan pelan sedikit sedikit Alhamdulillah mulai tertata,dlu yg sering tegang saat hari tdk sesuai jdwal,skg terasa lbh mengalir dg menerapkan ritme.

    Terimakasih ilmunya mas Aar dan mbak Lala serta tim RI,semoga bisa terus menginspirasi bnyk keluarga di luar sana.
    Aamiin.

  19. Alhamdulillah semenjak ikut ritme akhirnya makin memperjelas alur keseharian kami di rumah sekaligus membuat keseharian jadi lebih teratur namun mengalir. Membuat kami jauh lebih baik dari sebelumnya. Recommended pokoknya,makasih banyak mas Aar dan Mba Lala

  20. Program ini mengubah mindset saya, bahwa menjalani keseharian tidak bisa memakai cara yang kaku seperti yang selama ini kita tahu, rawan sekali stress, lelah dan tidak terkontrol. Dengan mengikuti program ini, perlahan saya menemukan cara yang lebih cocok saat ini dalam menjalani keseharian. Tantangan terbesarnya adalah melawan diri sendiri yang sudah terbiasa dengan sistem lama yang kaku. Senang sekali bisa di bersamai mas aar, mbak Lala dan teman-teman dalam program. Itu menjadi penguatan buat diri saya dalam bertumbuh.

  21. Khasanah SirPalupi

    Saat memutuskan menjalani pendidikan HS, rasanya lelah sekaliiii hahaha hidup seperti naik rollercoaster sambil koprol wkwk sampai ada perasaan ingin menyerah. Apa yg salah?

    Alhamdulillah, di tahun ini rumah inspirasi membuka kelas ritme keluarga. Saat webminar pembukaan, saya langsung sadaaaar. Oooo inii yg belum ketemu nih di dalam keluarga saya. Setelah kami menyusun ritme keluarga dg sadar, Alhamdulillah ternyata hari hari bisa loh dijalani dg lebih tertata

  22. Alhamdulillah setelah mengikuti progam ritme ini membawa saya ke dalam sadar, awalnya gak sadar, saat gak sadar ternyata bikin pikiran kusyut terus dan ngaruh ke emosi saya 🤭, setelah sadar ritme harian keluarga menemukan anchor2 nya jadi lebih bersyukur hal sekecil apa pun yang terjadi dalam keseharian, lebih tenang menjalani Homeschooling, dan ketika mode survival tiba alhamdulillah hati masih tenang dan tidak terjadi kepanikan makasih mas Aar mbak Lala dan tim RI ilmu2nya 🫰

  23. Sebelum mengikuti program Membangun Ritme Keluarga, saya selalu merasa hidup kami “ramai tapi tidak berirama”.

    Setiap hari sibuk, lelah, dan sering berakhir dengan rasa bersalah ke anak, ke diri sendiri, ke rumah yang terasa tak pernah rapi secara emosi maupun fisik.
    Yang paling berubah selama program ini adalah cara saya memandang ritme. Ternyata ritme bukan soal jadwal ketat atau disiplin kaku, tapi tentang menemukan anchor sederhana yang bisa dipegang saat hari terasa kacau.
    Saya mulai sadar: pagi tidak harus sempurna, yang penting ada satu titik awal yang menenangkan dan itu bisa dimulai dengan yang paling sederhana sekali.

    Perubahan yang paling terasa:

    Kami dan anak² lebih mudah bekerja sama karena m tahu “alur harinya”.
    Saya tidak lagi memaksa semua berjalan ideal, saya belajar menyesuaikan energi saya saat itu.
    Rasa lelah masih ada, tapi perlahan tidak lagi selalu bercampur panik.

    Bagian yang paling sulit buat saya adalah melepaskan ekspektasi lama. Awalnya saya masih ingin ritme kami rapi seperti teori, padahal kenyataannya, ritme keluarga kami unik, dan perlu waktu untuk dikenali.
    Konsisten pada hal kecil juga terasa menantang, apalagi saat emosi sedang penuh atau hari benar² berantakan.

    Namun justru di situ saya belajar.
    ritme bukan dibangun saat hari baik saja, tapi saat hari tidak ideal.
    Program ini tidak memberi solusi instan, tapi memberi kesadaran, bahasa emosi, dan struktur yang lentur. Saya tidak lagi mengejar “keluarga tertib”, tapi keluarga yang bernapas dan saling menunggu.

    Saat ini saya jd sering bertanya bertanya, “Anchor apa yang bisa kupegang hari ini?”😁

    Terimakasih Rumah Inspirasi 💕

  24. Halo, saya elsa mur, ibu nomaden dari 4 anak HS.

    Dalam keseharian HS, kondisi kami selalu berubah-ubah, kadang berpergian, kadang pindahan, baru 2 bulan terkelola eh udah harus pindahan atau berpergian lagi.

    Dengan kondisi seperti itu jadwal harian sulit sekali terlaksana, krn selalu ada perubahan setiap hari. Dan itu membuat saya tertekan, dan penuh kekhawatiran, ada perasaan takut gagal dll.

    Beruntung kemudian saya kenal ritme lewat sebuah podcast, setelah saya praktekkan ternyata memang jadi lebih mudah mengelola keseharian dan ekspektasi.

    Tapi memang pembahasan terkait ritme belum mendalam, belum mengkaji bagaimana sebenarnya kondisi keluarga kami.

    Alhamdulillah pas tahun ini RI ada program Membangun Ritme Keluarga sebagai bagian dari PGP.

    Ga pikir panjang lgsg saya ikut.

    Ternyata…seperti yg saya duga, di RI itu, ritme dibahas dengan lebih mendalam dan ramah sekali untuk keluarga.

    Kita dituntun untuk memahami hal mendasar dan sederhana apa yang harus benar2 ada dalam keluarga kita.

    Sebelum mengenal ritme kita, kita harus mengamati dan mengenali keluarga kita.

    Sampai kemudian kita bisa menemukan hal atau kegiatan Apa yang tidak boleh tidak ada dan selalu dikerjakan sekalipun lelah, dan itu memperkuat bonding keluarga.

    Hal ini mendukung sekali buat keluarga kami yang situasinya selalu berubah2.

    Setelah mengikuti kelas ini, saya jadi lebih bisa memindah2kan keseharian yg terkelola sesuai situasi keluarga kami.

    1. Keseharian di rumah awalnya terasa begitu-gitu aja, melalui program ini kami di bantu mengenali apa saja anchor yang cocok untuk keluarga kami dalam keseharian, dengan begitu kami merasa lebih terarah dan jauh lebih hemat energi dalam menjalani hari.

  25. Bismillaah…maasyaa Allah, awalnya ragu mau ikutan PGP di rumah isnpirasi tapi menekadkan diri unt gabung dan waw masyaa Allah mmg sy perlu banyak belajar dan berbenah dari hal² swderhana dn sepertinya terlihat sepele, awal ikut program ritme kami sedang pindahan rumah, jadi rutinitas fokus ke beberes rumah. Masih kacau emosi berantakan juga, nah setelah nerapin ritme sederhana pagi, siang, sore/petang, kami merasakan ketenangan dan kerapian dlm menjalani hari.

    Kami saling ngerti apa kegiatan sebelum dan setelah anchor, meski belum sempurna dan masih ada kebocoran. Kami tetap enjoy tidak yg darderdor seperti sebelumnyaaa…. inget kata mbak Lala gakpapa gak sempurna, jalani ngalir saja sesuai musim di keluarga masing².

    Suami pas kerja dirumah juga merasakan kualitas jam kerja yg luarbiasa, krn anak² punya kegiatan bgitupun sy. Sebelum kenal ritme ini suami klo mau kerja pagi atau sore dirumah itu kesulitan krn anak² pasti rewel dan nempel, setelah kenal ritme keluarga Maasyaa Allah kami berdiskusi merencanakan program harian dan mengeksekusi sesuai jobdesk masing²…..

    Moment pindah rumah, anak sempat drop alhamdulillah aman…
    Maasyaa Allah pertolongan Allah luarbiasa melalui PGP ini.
    Terimakasih team rumah inspirasi patner keluarga kami bertumbuh….

  26. Alhamdulillah bergabung di kelas Membangun ritme keluarga sangat bermanfaat bagi saya, ternyata kunci untuk menjalani hari dengan tenang adalah mengenal anchor kemudian dibagi menjadi pra, dan pascanya, sesederhana itu, hanya saja perlu komitmen dan kerjasama yang baik dengan pasangan untuk memastikan berjalan on the track. Masih ada PR Rekaman yang dipelajari karna sayang jika untuk dilewatkan, semoga bisa tuntas. Terima kasih Rumah Inspirasi Mas Aar dan Mbak Lala

  27. Awalnya maju mundur mau daftar Parent Growth Program. Tapi mengingat rasa-rasanya ada sesuatu yg buntu dan belum ketemu solusinya terkait keseharian HS anak kami yg agak mulai meleyot, akhirnya memantapkan diri untuk ikut.

    Dan… Alhamdulillah keputusan yg sangat tepat. Mendapatkan kata kunci “RITME” yang mana itu ternyata memang jawaban dari kebutuhan dan kebuntuan yg kami alami. Mengenal ritme, belajar menguatkan lagi pondasi keseharian menjadi aktivitas yg lebih fleksibel, bukan kaku terhadap jadwal harian.

    Terima kasih Rumah Inspirasi, seperti nama dan logonya, sangat menginspirasi dan mencerahkan sekali.

  28. Saya punya 2 orang anak usia 4 tahun dan 6 bulan, jujur ini jadi fase yang darderdor bgt karna punya bayi yg lagi mpasi plus toddler dan tugas rumah tangga juga. Sebelum ada program ini sehari hari bingung mikirin ngerjain apa dulu saking banyaknya kerjaan plus bawabawa bayi, drama toddler rasanya melelahkan. Alhamdulillah setelah ikut program ini jadi punya ritme baru yg bikin nyaman keseharian. Beberes rumah, masak, cuci, dll saya kerjakan malam ketika suami sudah pulang kerja jd suami bisa bantu momong anak. Saya juga tidur bareng anak maksimal jam 9 malam dan selalu ikut tidur siang Sementara bangun tidur saya bangun duluan punya waktu me time sebelum memulai hari sampai sore saya bisa fokus membersamai anak, tanpa terbebani tugas rumah tangga. Terimakasih rumah inspirasi benar benar menginspirasi.

    1. Sy sudah menjalankan HS 8thnan bersama anak perempuan sy berusia (13 thn) saat ini. Di thn ke 5 HS hadir putra kami (3 thn).
      Kehadiran si kecil menggubah ritme keluarga kami.
      Sampai saat ini pun sy masih naik turun mengikuti setiap program dari RI. Begitu juga program membangun ritme keluarga.
      Sy masih kesulitan mengikuti sampai akhir setiap program. Namun sy selalu menyempatkan diri mempelajari ulang secara perlahan setiap materi dari RI.
      Masih banyak PR yg perlu sy perbaiki untuk memperbaiki ritme di keluarga sy. Sy butuh komitmen dan konsisten dari dalam diri sy.

      Sy juga butuh teman2 seperjuangan sperti di RI ini yg selalu ingatin menguatkan. Terima kasih RI buat semua program yg diadakan.

  29. Halo, saya Amy.
    Mengikuti PGP-Membangun Ritme Keluarga ini membuat saya jadi belajar bahwa dalam kehidupan sehari-hari itu ada ritmenya, hanya saja saya tidak menyadari selama ini. Jadi sering merasa hari-hari yang dijalani berlalu begitu saja.

    Tetapi semenjak dituntun dan dituliskan dalam jurnal, saya menyadari ternyata secara garis besar ritme itu telah saya buat hanya belum dituliskan secara nyata.
    Dengan pelatihan ini, saya jadi lebih sadar dan paham bagaimana menjalani hari. Sehingga tidak ada rasa menyesal dan menyalahkan diri sendiri di akhir hari.

    Terima kasih Rumah Inspirasi.

    1. Haerika Pebrianawati

      Saya merasa terbantu mengurai pikiran bagaimana ritme di rumah dengan detail dan praktikal.

      Saya suka sekali belajar disini. Terimakasih rumah inspirasi yg sudah memberikan ilmu yg sangat membantu saya dan membimbing sy

  30. Hallo.. Saya vilna. Ibu dari 3 anak homeschooling.
    Saya benar² tersadarkan bahwa hal bukan hanya soal agenda yang semuanya dan di utak atik.. Namun ada pijakan yang harus di pegang ayat keseharian berjalan on the track.
    Berusaha untuk tetap menerima apapun yang terjadi namun tetap balik pada pijakan atau anchor yg di tetapkan.
    Makasih banget rumah inspirasi

  31. Menjalani homeschooling selama 12 tahun bersama 3 anak usia 12, 8 dan 4 tahun, akhir-akhir ini terasa cukup menantang. Entah mungkin saking merasa sudah lama jadi saya selalu berpikir mau inovasi apalagi yah supaya anak-anak tidak bosan. Jadwal yang dibuat detail malah terkadang justru tidak bisa dijalani dengan baik. Sampai akhirnya program ini dibuat, ternyata ada hal yang sesimpel itu yaitu ritme harian yang hanya perlu “disadari dan ditulis”, yang akhirnya membawa perubahan besar terutama bagi mindset saya sebagai ibu 3 anak homeschoolers. Kekusutan mulai mereda, menjalani hari lebih tenang, mencari jangkar bukan pada hal-hal luar biasa tapi justru pada hal hal sederhana yang bermakna dan berulang yang selama ini mungkin lewat begitu saja. Terima kasih Rumah Inspirasi. Programnya selalu memberikan nafas segar dan bangunkan semangat lagi untuk saya. 🥹🥹🙇‍♀️🙇‍♀️❤️❤️

  32. Wayan Virgus susanti

    Dengan belajar menyadari ritme kluarga Dan menemukan anchor yg pas untuk menempelkan kebiasaan baik untuk aktivitas anak2 sehari hari, membuat kegiatan keseharian menjadi lebih terarah Dan lancar tanpa bnyak drama Dan keruwetan. Anchor point ternyata berasal Dari hal2 sederhana, kuat, bermkna Dan berulang yg disadari dengan baik yg awalnya hanya terlewat bgitu saja. Bersedia menerima apapun yg terjadi dengan legowo meski keseharian tidak selalu ideal Dan mulus. Trimksih rumah inspirasi untuk materi2 pembelajarannya yang sangat berharga Dan bermnfaat serta mengembalikan lagi kepercayaan diri Dan semangat dalam menjalani keseharian homesclong kluarga kami🙏👍😍

  33. Ternyata kegiatan di rumah tidak perlu diatur dengan jadwal ketat, tapi disadari ritme yang sesuai untuk tiap anggota keluarga. Ternyata keluarga kami sudah melakukannya tanpa sadar, dengan berbagai penyesuaian sampai dirasa semua nyaman.
    Program ini sangat membantu saya menyadari dan mendokumentasikan dengan baik ritme keluarga kami.
    Banyak sharing dari teman-teman yang hebat dan fasilitator sangat responsif.
    Tempat belajar yang menyenangkan dan hangat.

  34. Tahun ini adalah tahun pertama menjalankan homeschooling bagi putra saya 7 tahun, Abk ASD masih
    Banyak-banyak belajar dan menyimak pengalaman
    Belajar merencanakan dan disiplin
    Sungguh program yg sangat berguna sekali, terima kasih untuk programnya yg keren masya Allah👍👍

  35. Sofia Maulida Nurfa

    Pertama ikut program ritme keluarga,,
    Sangat bermanfaat bagi keluarga kami,, khususnya saya pribadi juga,, menjadi Hari-hari kerasa lebih tenang,, dan gk berasa kehilangan semangat ketika ekspektasi tidak sesuai karna target nya bukan jam !
    Tapi hal² kecil yang biasa sering dilakukan, dengan begitu jadi lebih maindful,, lebih sadar lagi apa yang akan dilakukan..
    Dan dengan begitu kan lebih mudah melakukan hal² sebelum dan sesudah archor nantinya,,..
    Terima mas aar dan mbk lala atas ilmu baru yang luar biasa 🥰

  36. Setelah mengikuti program PGP (Ritme Keluarga), saya seperti menemukan puzzle pemahaman saya terkait Homeschooling. Yang awalnya saya kira begitu sangat sulit, ternyata bisa sebegitu mengalir.

    Saat kegiatan-kegiatan yang dilekatkan pada anchor yang satu tidak berhasil, masih ada dan masih bisa fokus pada anchor selanjutnya.

    Tidak ada yang sempurna dalam proses menemani anak homeschooling. Yang paling penting adalah resilience orang tua. Dan benar kata mbak Lala kita tidak sedang adu hebat tapi kita sedang mencari yang cocok di keluarga kita.

    Terima kasih mas Aar dan mbak Lala atas ilmu dan bimbingannya 🙏

  37. Bahagia skali bisa mengikuti program ini. Krn sesuai dg kondisi yg sedang sy hadapi. Kami memiliki ritme yg sudah cukup baik di pagi dan siang hari. Tapi ketika sore hari, banyak chaos nya. Emosi sy sering tidak stabil. Sy merasa spt diburu waktu

    Akhirnya saat mengikuti program, sy belajar menentukan mana anchor poin kegiatan di di sore hari. Kegiatan alami & stabil yg akhirnya sy pilih. Rupanya sebelumnya sy salah dalam menentukan anchor poin di sore hari hehehe…

    Setelah nya, sy bersyukur skali kegiatan kami di sore hari berjalan dg baik

    Terimakasih banyak rumah inspirasi atas program nya

  38. Makasi Mas Aar, Mbak Lala dan Team RI. Saya happy bgt bs join program Membangun Ritme Keluarga. Dibantu menemukan yg cocok dengan keluarga Kami, dan hari2 sekarang menjadi lebih nyaman dan terkondisi.

  39. Aulia Rahmania Putri

    Setelah mengikuti program ritme keluarga, saya merasa lebih tenang menjalani hari. Lebih menyadari ritme harian yang sudah terbentuk di rumah. Ternyata memiliki anchor poin bisa membuat sehari-hari yang biasanya terasa ruwet merasa harus melakukan banyak hal menjadi lebih tertata, sehingga membersamai anak-anak juga jadi lebih tenang. Terimakasih Mas Aar dan Mba Lala dan tim rumah inspirasi atas program yang sangat bermanfaat ini

    1. Retno Dewi Yulianti

      Terima kasih banyak mas Aar dan mbak Lala. Saat dengar program ini adalah program awl tahun saya sangat tertarik. Mengingat selama ini saya selalu merasa menjalani hari dengan kegiatan monoton, dan ada kekhawatiran jika anak-anak bosan. Disitulah saya sering kacau pikiran dan emosinya.
      Namun saat menjalani program ritme keluarga. Saya menyadari bahwa kegiatan yang itu-itu saja namun dihadirkan secara sadar, menjadi kegiatan yang bermakna. Baik untuk orang tua maupun anak. Bonusnya orang tua juga bisa menyelipkan kebiasaan baik yang ingin dikembangkan.
      Anchor points adalah hal alami yang kita lakukan. Tidak mengada-ada. Tapi membantu kita untuk memastikan kegiatan kita terlaksana secara sadar, sampai ke anchor berikutnya.

  40. Linda Puspitasari

    Program ini memberi banyak wawasan baru bagi saya. Memang pembelajaran ini tidak bisa berhenti dan sempurna di saat ini begitu saja namun dari latihan terus menerus secara berkesadaran. Terimakasih sudah menjadi support system yang siap sedia dalam setiap kondisi kami.

  41. Progam rumah inspirasi selalu menarik, tidak hanya teori tapi juga diajak praktek bareng. Seperti program membangun ritme keluarga ini, kita berproses bareng, selapis demi salapis. Dimulai dari pemahaman kemudian praktek langsung setiap harinya. Sepertinya kecil atau mudah tapi Alhamdulillah efeknya itu membuat percaya diri kalau kita itu bisa mengelola keseharian dengan lebih baik dan tenang.
    Terimakasih rumah inspirasi, next program selanjutnya harus lebih semangat nih

  42. Alhamdulillah, setelah saya mengikuti program “Membangun Ritme Keluarga” keseharian saya mendampingi anak2 jauh lebih mengalir, anak pun lebih semangat melakukannya., Apalagi sempat di suport oleh mas Aar, beliau berkata : ” Dari kegiatan apapun yang kita lakukan, kita harus punya tujuan yang besar. Tanpa tujuan besar anak akan mudah bosan, dan orang tua akan kehilangan arah. Thanks very much mas Aar, mbak Lala, dan tim Rumah Inspirasi.

  43. Selamat sore mas Aar dan mbak Lala, terimakasih sudah menyediakan ruang belajar untuk keluarga. Saya senang mengikuti program-programnya, meskipun masih tersendat-sendat. Saya jadi lebih tahu jika pendidikan berbasis keluarga itu sangat kompleks. Prosesnya tidak sederhana, tetapi Rumah Inspirasi mampu menyederhanakan supaya tidak terlalu menguras energi kami para orangtua. Untuk selanjutnya, semoga kami mampu menjalankan ilmu dengan baik untuk bekal maraton kehidupan. Terimakasih sudah menjadi suport sistem dalam mendampingi keseharian kami.

  44. Program ini mencerahkan kami sekeluarga bahwa ritme berbeda dengan jadwal. Kami belajar untuk lebih sadar memahami seperti apa keseharian keluarga kami sehingga bisa menentukan anchor point untuk menjalankan ritme yang cocok untuk kami. Ritme ini adalah fondasi namun sederhana dan flexible sehingga kami merasa lebih ringan untuk menjalankan. Saya bersyukur bisa mengukuti kelas ini, terimakasih untuk mas Aar dan mbak Lala yang sudah membuat program ini dengan baik.

  45. Anggun Kurniasari

    Saya baru sadar kalo yang selama ini saya jalankan itu ada istilahnya, melalui program Membangun Ritme Keluarga ini. Alhamdulillah, sejauh ini sudah on track. Hanya saja, mungkin ada tantangan baru setiap musim kehidupan yang berbeda. Semoga bisa lebih agile lagi membuat Ritme Keluarga 2.0 dan selanjutnya

  46. Terima kasih Mas Aar, Mbak Lala, dan tim Rumah Inspirasi yang telah mengadakan program ini.
    Kami sekeluarga sangat terbantu sekali dengan program ini.
    Di awal, saya mengidentifikasi anchor sendiri. Tapi kemudian saat saya bercerita pada suami, beliau minta untuk dilibatkan. Dan akhirnya kami semua terlibat (saya, suami, dan anak2) dalam mengidentifikasi anchor pagi, siang, dan malam.
    Anak2 juga kami libatkan dalam mengidentifikasi hal2 apa saja yang menyebabkan kebocoran dalam setiap kegiatan.
    Setelahnya, kami mulai melaksanakan ritme yang sudah disepakati.
    Saat menjalankan ritme, hari2 kami berjalan cukup mulus. Emosi menjadi stabil, energi saya cenderung penuh, tidak mudah lelah. Mooh saya juga membaik. Begitu pula dengan suami dan anak2.
    Bukannya kami tidak ada hambatan. Hambatan selalu ada, tapi rasanya hari2 kami menjadi jauh lebih ringan.
    Ada satu ritme yg masih kurang tertata, yaitu ritme malam kami. Kami sudah mencoba membuat dan menyepakatinya. Tapi masih terasa seperti berkejar2an.
    Namun, kami sedang memodifikasinya menjadi ritme keluarga 1.5.
    Terima kasih atas ilmunya yang sudah sangat membantu keseharian keluarga kami 🙏🏻

  47. Setelah mengikuti program membangun ritme keluarga, saya baru sadar kenapa keseharian kami sering sembraut dan tidak lancar. Di program ini saya belajar mengenali ritme alami keluarga kami dan membuat anchor point. Setelah mengenali ritme alami keluarga, keseharian kami lebih ringan dan anak juga melakukan kegiatan dengan lancar.

    1. Alhamdulillah setelah mengikuti program ritme keluarga jadi lebih tertata berdasarkan anchor point. Anak anak yang sudah besar pun jadi memahami untuk menambah kebiasaan baru tanpa harus kaget dengan pengaturan jadwal yang ketat. Terima kasih Mas Aar dan Mba Lala selalu jadi pembimbing dan teman curhat dalam mendampingi anak anak

  48. Untuk hal “Ritme”, keluarga kami sebenarnya tdk memiliki drama dan huruhara tertentu alias aman. Tapi utk Jadwal, beda lagi. Sering senewen perihal Jadwal yg akhirnya bisa merusak Ritme. Untung ada program ini jd kami tdk perlu senewen2 bgt jk ada bbrp Jadwal yg tdk terlaksana asalkan Ritme tetap ajeg. Iyaaa, karena Ritme vs Jadwal itu ternyata berbeda~~

  49. Untuk hal “Ritme”, keluarga kami sebenarnya tdk memiliki drama dan huruhara tertentu alias aman. Tapi utk Jadwal, beda lagi. Sering senewen perihal Jadwal yg akhirnya bisa merusak Ritme. Untung ada program ini jd kami tdk perlu senewen2 bgt jk ada bbrp Jadwal yg tdk terlaksana asalkan Ritme tetap ajeg. Iyaaa, karena Ritme vs Jadwal itu ternyata berbeda~

  50. Sy masih kesulitan untuk menemukan ritme yg pas, ternyata sy terlalu menaruh banyak kegiatan jg di waktu yg sempit. Thank you pengajarannya.

  51. Program yang sangat dibutuhkan untuk keluarga sebagai pengingat agar tak keluar jalur dalam membersamai anak-anak. Program aksi selama setahun. Seperti belajar setiap hari.

    1. Saya bersyukur bisa mengikuti program membangun ritme keluarga. Dengan menentukan jangkar di setiap pagi, sore dan malam, saya merasa kegiatan homeschooling kami berjalan smooth. Overthinking dan rasa bersalah tidak lagi berkuasa. Karena apapun musim yang sedang kami hadapi, dengan menempelkan kegiatan kegiatan kecil di jangkar tersebut, selalu ada yang kami bisa raih di hari itu. Terimakasih banyak mbak Lala dan Mas Aar atas bimbingannya di program ini. 🙏

  52. Banyak insight yang saya dapatkan setelah mengikuti program membangun ritme keluarga. Mempermudah dalam membangun ritme keluarga yang di usia anak kami saat ini mulai mengalami pergeseran karena minat dan jenis kegiatan yang semakin beragam sehingga banyak pula waktu yang belum terkelola dengan baik dengan banyaknya kegiatan. Terima kasih Rumah Inspirasi

  53. Bertahun2 gabung RI dan nggak kepikiran buat berhenti dalam waktu dekat Mungkin yang bikin betah adalah saya sebagai ortu pesekolah rumah begitu dipahami kebutuhannya. Bergitu didengarkan dan tidak dijudge ketika sedang mengalami penurunan. Encouragement hadir dalam bentuk isnpirasi yang tidak mengintimidasi.

    Kemarin ikutan ritme keluarga, menyadari bahwa kalah di pagi hari, nggak harus misuh2 sampai malam hari.
    Let it go buat semua yang udah “terlanjur”, fokus dan bertahan untuk bangkit perlahan. Itu yang kurasakan saat belajar ritme harian.

    Apalagi sesi yang ditunggu adalah sesi sharing sesama praktisi. Nggak dicover indah2 kayak di sosial media. Semua serba apa adanya dengan keunikan, tantangan, dan kelebihjan masing2 keluarga.

    Semoga Mas Aar, Kak Lala, Kak Dito, semua tim RI sehat dan bahagia selalu ya, supaya bisa terus menebar manfaat untuk kami.. Dan semoga kami juga bisa meneruskan inspirasi komunitas yang aman dan nyaman untuk pesekolah rumah.

  54. Program membangun ritme keluarga menjadi pondasi penting dalam menjalani homeschooling. Langkah2nya simple, sederhana, mudah dilakukan namun penting sebagai pondasi. Program rumah inspirasi selalu worth it

  55. Programnya bagus untuk homeschooling, karena kalo biasa kita menggunakan schedule jam sekian belajar apa, jam sekian lanjut belajar apa. Tapi di ritme ini kita di ajarkan bagaimana tidak perlu tepatok dengan waktu, lebih mengalir dengan damai sesuai urutan apa saja yang harus di kerjakan oleh orangtua dan anak. Kalo pakai schedule, atau blok waktu, kalo waktunya kelewat, kita bisa stress, tapi kalo pake ritmen ini lebih mindfull, Tinggal kerjakan saja, semampunya, bisa panjang, bisa pendek, yang penting tujuan akhirnya tercapai.

  56. Setelah mengikuti program ini, membuat hati saya terasa lebih tenang dan lebih percaya diri. sy jadi sadar bahwa selama ini ritme keluarga sebenarnya sudah ada, dan sy jadi tidak merasa selalu gagal jika ada kegiatan yg terkadang tidak terlaksana karena tiba2 ada urusan mendadak. Terimakasih utk support sistem dari Rumah Inspirasi yg sangat membantu keseharian keluarga kami 🙏

    1. Agustin Septianingsih

      Mengikuti program ini banyak memberi manfaat buat kami yang belum mampu mengelola keseharian dengan baik. Banyak hal yang mesti kami perbaiki mulai dari pemahaman yang keliru tentang jadwal. Padahal mengelola keseharian bukan tentang jam tapi tentang waktu berdasarkan ritme.
      Dengan mengikuti panduan dari program growth parent sangat membantu dalam mengelola keseharian agar bisa memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Apalagi untuk keluarga homeschooling, ini tempat yang tepat untuk “kompas/alat navigasi/peta” supaya tidak nyasar kemana-mana .
      Terimakasih mas Aar dan mbak Lala sudah melahirkan Rumah Inspirasi.

  57. Senang sekali ketemu Rumah inspirasi dan program2 nya. Sangat membantu untuk orangtua yang bingung harus mulai hs dari, bahkandiajari mulai dari dasar, dari membangun ritme keluarga. Padahal selama ini yang ada dipikirkan saya adalah jadwal keluarga. Dari program ini saja sudah bisa mengupas 1 lapis skill keluarga. Semoga bisa yerus konsisten bertumbuh sampai akhir 😍

    1. Sebagai pemula yang baru berencana untuk homeschooling, saya mendapatkan banyak insight baru. Ternyata ritme itu berbeda dengan jadwal, lebih fleksibel dan tidak kaku, tidak dicari-cari tapi ditemukan dari kegiatan alamiah sehari-hari, yang penting cocok dengan keluarga dan tidak harus sempurna. Apalagi dengan kondisi keluarga kami yang baru kedatangan anggota baru, sempat pesimis akankah bisa berjalan. Sudah kami coba praktekan dalam beberapa hari ini, semoga kedepannya bisa konsisten dan terus berproses. Bismillaah.. semoga Allah mudahkan. Terima kasih sudah membantu saya mengurai keruwetan selama ini Pak Aar, Bu Lala juga tim Rumah Inspirasi. Ditunggu program lainnya.

  58. Senang bisa membuka tahun dengan belajar ritme keseharian keluarga..awalnya saya menerapkan aturan jadwal di rumah dan itu sering membuat rutinitas jadi terburu-buru dan keseharian menjadi kusut..saya merasa hari itu saya gagal mengelola hari..

    Saat belajar tentang ritme saya jadi belajar menaruh anchor2 kegiatan di ritme yang selalu saya jalankan setiap hari..terlihat lebih natural, dan saya merasa achieve saat melakukan anchor2 itu..saya juga berefleksi untuk tidak menaruh terlalu banyak kegiatan dalam anchor supaya keseharian stabil dan saya ada waktu lebih byk membersamai anak2..

  59. Bersyukur sekali mengawali tahun ini dengan belajar Membangun ritme keluarga. Sebuah kesempatan belajar yang sangat bagus bagi semua orangtua baik HS maupun sekolah formal.

    Dari sini, saya menjadi tahu bahwa ritme tidak sama dengan jadwal. Tetapi ritme lebih identik dengan menemukan anchor dan menempelkan kegiatan sebelum serta sesudah anchor.

    Pada dasarnya setiap keluarga dipastikan telah memiliki ritmenya masing-masing. Di sini kita diajak untuk semakin menyadari ritme keluarga kita yang sangat boleh berbeda dengan keluarga lain.

    Apa yang saya rasakan setelah belajar kelas ini?

    * Saya menjadi lebih menikmati hari-hari bersama keluarga. Tidak mudah panik saat ada yang bergeser dari rencana.

    *Anak-anak nampaknya juga lebih rileks berkegiatan.

    *Tidak “ngoyo” untuk harus sempurna setiap hari.

    Terimakasih banyak kepada Team Rumah Inspirasi yang telah menjadi jembatan bagi kami menuju hari-hari yang lebih bermakna. 💞💞💞

    1. Irma puspitasari

      Bertumbuh bersama rumah inspirasi, tujuan dalam keluarga lebih terarah, detail program keluarga juga lebih nisa kami detail kan lagi. Merasa lebih tenang karena punya tempat untuk tumbuh dan menyemangati bersama..terimakasih rumah inspirasi

  60. Program ini bagus sekali, dapat membuka cara berpikir saya tentang manajemen keseharian diri dan anak-anak.. Selama ini saya mudah menyerah dan terdistrak saat target harian kurang sesuai, saya sadar bahwa ini tidak baik.. Tetapi, saat menjalani program Membangun Ritme Harian ini, saya belajar lebih fleksibel dari sebelumnya, menentukan beberapa titik Anchor sederhana yang bisa menjadi patokan menjalani keseharian, sehingga dapat meminimalkan drama-drama yg terjadi..

    Terimakasih Mas Aar dan Mbak Lala.. Sukses terus untuk Rumah Inspirasi 💐💐
    Teri

  61. Terima kasih Mas Aar & Mbak Lala…
    Setelah ikut ini, saya jadi paham perbedaan ritme & jadwal, serta mengenali anchor point dalam keseharian keluarga kami. Memang untuk keluarga homeschooling lebih cocok menggunakan ritme daripada jadwal. Dengan demikian, hari-hari dijalani dengan lebih enjoy, teratur, berkesadaran & lebih bisa dikendalikan. Program ini bagus karena ada WA group, bisa tanya jawab online dengan Mas Aar langsung.
    Sukses terus buat rumah inspirasi. 👍

  62. Saya ibu dari 2 anak laki laki usia 6 dan 8 tahun..menjalani HS di tahun kedua masih terasa belum sempurna dan banyak ngerasa kayak ga ngapa2in.. mudah marah2 dan merasa gagal sebagai ortu HS.. beruntung bertemu kelas ini dan belajar rileks sambil tetap terarah keseharian kami.. belajar bahwa anchor itu berbeda dengan jadwal yg selama ini saya berusaha susun dan jalani.. terimakasih Mas Aar, Mbak Lala, Mas Andito dan seluruh tim Rumah Inspirasi.. semoga sehat selalu dan terus berkembang lebih baik..

  63. Program ini membantu saya mengenali pola aktivitas keseharian kami yang seringkali berubah-ubah karena pengaruh proses transisi dari sekolah ke homeschooling. Penjelasan mas Aar dan mbak Lala saat webinar dan petunjuk-petunjuk selama program berlangsung seperti pelukan yang menenangkan bagi kami yang sampai saat ini masih berjuang menerima segala perubahan. Terima kasih mas Aar dan mbak Lala 🫶🏻

  64. Agustin Septianingsih

    Alhamdulillah,dengan mengikuti program growth parent, saya merasa tidak terombang-ambing lagi dan tidak sendirian lagi. Program ini seperti “alat navigasi/peta/kompas” & tempat yang aman untuk menjalani hari-hari yang seringkali trial error. Membantu tumbuh bersama, apalagi bagi keluarga homeschooling, program growth parent sangat membantu menjalani keseharian yang lebih berkualitas. Mental jadi lebih sehat karena merasa diterima apa adanya.
    Terimakasih mas Aar, mbak Lala, dan tim yang sudah melahirkan Rumah Inspirasi sebagai partner pertumbuhan keluarga.
    Semoga sukses dan sehat selalu.

  65. Program ini membantu saya lebih tenang menjalani keseharian dan fokus pada hal penting. Anak-anak juga jadi lebih kooperatif dan mudah mengikuti arahan.

    Bagian materi anchor point: bayi sebagai living anchor menyadarkan saya, bahwa saat ini keluarga kami sedang di posisi itu. Rasanya lebih lambat dan saya sering merasa bersalah tidak bisa mendampingi anak kedua belajar dan bertumbuh. Merasa menyia-nyiakan waktu dan peluang.

    Tapi setelah menerapkan prinsip PDCA, kami masih di jalur tujuan yang sama. Hanya berjalan lebih lambat saja.

    Bagian paling sulit adalah konsisten setor tugas dan berbagi cerita di grup. Butuh waktu merangkai kata-kata sementara ada anak bayi yg sedang asyik menjelajah dan perlu didampingi.

    Terima kasih Mas Aar dan Mbak Lala

  66. jadi ibu homeschooler anak dua dengan beragam aktivitas harian sungguh bikin keteteran kalau tidak mempersiapkan diri. Dengan ikut program ini jadi terbuka mindset bahwa untuk menjalani keseharian yang lancar dan stabil butuh mengenali ritme keluarga dan pola yang cocok. Terimakasih Rumah Inspirasi telah menemani proses bertumbuh kami.

  67. Alhamdulillah Mas Aar dan Mba Lala, Tim Rumah Inspirasi membuat program PGP-Ritme Keluarga.

    Melalui program ini,

    Saya bisa belajar bahwa :
    Ritme keluarga yang cocok = identitas keluarga

    Membangun ritme keluarga membantu kami menjalankan Hs pada setiap musimnya (survival, nomal).

  68. Amanda Anggraeni

    Awalnya saya tidak paham kenapa memiliki ritme di keluarga, terutama keseharian dalam menjalani homeschooling, itu penting. Setelah memahami apa itu ritme, tujuan dan praktiknya, ternyata memiliki ritme keluarga memberikan kontrol dan ketenangan dalam menjalani hari-hari kami. Saya berlatih hadir dan sadar akan keseharian yang kami jalani dan berlatih untuk tidak tenggelam dalam autopilot. Ternyata kebiasaan autopilot inilah yang menjadikan hari terasa semrawut dan merasa tidak melakukan apa-apa.

    Sebelumnya saya merasa hari sangat padat dan pendek, dan tidak bisa melakukan kegiatan untuk diri sendiri. Dengan mengenali ritme diri, saya jadi bisa menempatkan waktu yang tepat untuk saya bisa melakukan hal-hal yang bersifat pribadi. Dimana, ini ternyata adalah pondasi berjalannya ritme keluarga.

    Setelah praktik morning routine dan mencoba mengkatifkan Ritme Keluarga 1.0, jujur, saya seperti mendapatkan pantikan semangat yang baru untuk bisa terus mengeksplorasi ritme kami dan juga pribadi. Seru sekali! Tidak ada kata gagal, hari ini tidak berjalan, masih ada besok. Untuk keluarga kecil kami yang baru saja akan menjalani homeschooling, sangat menarik dan seru sekali untuk akhirnya kami bisa mendapatkan versi ritme keluarga kami. Saya juga belajar bahwa ritme keluarga adalah identitas keluarga. Setiap keluarga adalah unik 🙂

    Terima kasih sekali Mas Aar dan Mba Lala untuk ilmu dan sharing pengalamannya. Semoga dengan membangun ritme keluarga ini, bisa menjadikan pondasi yang mengukuhkan perjalanan homeschooling keluarga kami 🙂

  69. Alhamdulillah bersyukur sekali bisa ikut program perdana rumah inspirasi ditahun 2026 tentang Membangun Ritme keluarga.
    Kami jadi tau bahwa ritme keluarga ga sama dengan jadwal kaku yang berpatokan pada jam, tapi ritme keluarga mengalir sesuai urutan dan khas ala keluarga masing-masing. Kami jadi ga kusut lagi saat perlu menyelesaikan suatu kegiatan lebih lama dari biasanya karena kami sudah punya pegangan ritme keluarga. Kami berpatokan pada anchor poin dan kegiatan2 sebelum dan sesudahnya yang perlu kami jaga.
    Dan yang lebih berkesan dari program ini adalah adanya grup WA, disini kami saling berbagi pengalaman menjalani latihan bersama dan yang menghangatkan adalah mas Aar yang selalu merespon setiap sharing dengan hati..
    Alhamdulillah terimakasih Rumah Inspirasi 🥰

    1. Saya ibu dari 3 anak laki-laki 7 th, 5.5
      , hampir 4th. Menghadapi anak laki yang hampir seumuran membuat saya terlalu kaku dengan harus membuat jadwal. Jika lewat dari jam nya, kepanikan pun terjadi. Hasilnya malah energi negatif yang keluar Saya memang belum menguasai jurnal dalam materi ini tapi saya bersyukur bahwa ternyata ritme ini beda dengan jadwal. Saya hanya perlu menuliskan aktivitas kecil, sederhana, dan bisa diulang.

  70. Saya Rizka, ibu dari putra-putri usia 2th.. beruntung sekali saya kenal Rumah Inspirasi sejak anak2 masih bayi, dan skrg ikut PGP ini.. untuk saya yg masih tipis2 HSUD merasa sangat terbantu dan terkelola waktunya, yg semula kedinamisan dan kerempongan hal-hal penting dan receh jadi satu, sekarang setidaknya di kepala saya sudah tertanam konsep2 anchor dan alur, meski sampai sekarang juga masih revisi terus.. dengan punya anchor dan alur di keluarga, saya jadi optimis bisa menambahkan target2 lain untuk diri saya dan anak2.. terima kasih Mas Aar dan Mba Lala dan tim RI materinya

  71. Alhamdulillah, mengikuti kelas ini sangat terbantu menata dan memodifikasi ritme harian dengan lebih mudah. Terimakasih mas Aar dan mba Lala, juga all team RI

  72. Sebagai orang tua dengan anak usia 2,5 tahun yang sedang mempersiapkan homeschooling, Parent Growth Program “Membangun Ritme Keluarga” memberikan banyak insight yang sangat berharga bagi kami. Kami baru menyadari bahwa selama ini sebenarnya kami sudah cukup sering menjaga ritme alami di rumah untuk membantu mempertahankan mood anak, hanya saja belum pernah kami sadari dan identifikasi secara utuh.

    Melalui proses jurnal dan refleksi Ritme Keluarga 1.0, kami belajar untuk lebih sadar melihat alur alami keseharian keluarga kami, apa yang bekerja, apa yang menenangkan anak, dan bagaimana ritme itu terbentuk secara natural. Proses ini terasa sederhana namun membuka mata, karena membantu kami memahami keluarga kami sendiri dengan lebih utuh dan penuh kesadaran. Sangat bersyukur bisa melalui proses ini 🙏🏻

  73. Saya bersyukur sekali dipertemukan dengan program Membangun Ritme Keluarga ini.

    Sebelumnya, perjalanan homeschooling mulai terasa goyah karena emosi yang tidak stabil dan kelekatan dengan anak yang dirasa berkurang. Setelah ditelusuri, salah satu faktornya adalah kurang mindful dalam menjalani hari-hari dan ritme keluarga, bukan jadwal, yang seringkali tidak kami prioritaskan.

    Setelah belajar dan menerapkan pembelajaran dari kelas ini, saya lebih mampu beraktivitas secara sadar (tidak autopilot) dan menjalani ritme harian yang lebih nyaman bagi saya dan keluarga. Meski belum sepenuhnya saya terapkan, hari-hari saya dalam menjalani homeschool bersama anak prasekolah saya terasa lebih bisa diprediksi sehingga lebih minim drama.

    Terima kasih untuk Mas Aar, Mbak Lala, dan Tim Rumah Inspirasi <3.

  74. Hai.. Saya Nadya ibu dari 2 orang anak yg berada difase toddler. Karena program dari rumah inspirasi, saya dan suami lebih enjoy untuk menjalani hari² bersama mereka.

    Setiap hari kita jadi belajar akan sebuah proses, meskipun terlihat sederhana tetapi dampaknya dapat terasa dalam kami mendidik serta membersamai mereka.

    Semoga kami dapat bertumbuh menjadi lebih baik disetiap harinya. Terimakasih untuk Mas Aar, Mba Lala serta Tim Rumah Inspirasi, sukses selalu!

  75. Materi Ritme Keluarga ini seperti jawaban atas kebingungan saya menghadapi masa-masa awal HS. Setelah bongkar-pasang metode jadwal dan ceklis ternyata lebih pas dengan mode Ritme. Lebih masuk akal dan terasa ringan dijalankan karena berangkatnya dari titik habit keluarga sendiri. Dikuatkan dengan pernyataan “bukan keren-kerenan metode tapi mana yang paling cocok di keluarga”.

    Jadi berasa menjalankan homeschooling itu, sayanya yang butuh belajar. Terima kasih banyak mas Aar dan mbak Lala atas program mantap ini! Salam semangat untuk tim Rumah Inspirasi.

  76. Haiii,, saya seorang ibu dengan 2 anak berusia 6 th dan 2 th,,
    Mengikuti PGP dg membangun ritme keluarga mnurut saya sangat bermanfaat untk org tua yg mmliki ank balita,, saya masih terus berlatih dan mencoba merubah ritme yg pas utk kluarga kami,, dengan mengetahui dan berpegangan pada anchor point bisa sedikit mmbuat saya berjalan dg waras.. Masig terus bongkar pasang sperti puzzle.. Smngattt terus belajarr..

  77. Saya bersyukur sekali bisa mengikuti PGP pertama di 2026 yaitu Ritme Keluarga. Selama ini saya selalu struggling membangun jadwal keseharian anak anak . rasa nya capek sekali mengejar waktu. Rupanya setelah mendengar dan mengikuti program ini , saya menjadi lebih tercerahkan dan lebih memahami tentang beda jadwal yang selalu saya pakai dengan membangun ritme kesehariaan . Program ini sederhana sehingga mudah dipahami dan pelan- pelan kami praktekkan disesuaikan dengan pola habit keluarga kami.

    Terimakasih Mas Aar , Mb Lala serta tim Rumah Inspirasi .

  78. Ini adalah akar dan pondasi yang saya cari.
    Selama ini saya kewalahan mengelola hari dan kegiatan, sudah mencoba memperbaiki dg cara ini itu tapi masih sering burnout, kemudian saya bertanya-bertanya apa sebenarnya hal akar yang perlu saya selesaikan untuk menjalani hari yang lebih terarah, tenang dan berkualitas, dan yup saya menemukan jawabannya di kelas ini. Terima kasih banyak untuk om aar dan mbak lala atas program ini. Ritme adalah hal sederhana yang dampaknya tidak sederhana. ❤️

  79. Hallo saya Ambar ibu 2 anak yang sedang belajar tentang dunia HS, dengan usia anak 4 tahun dan 2 tahun.. entah apakah kedepan saya akan memilih pendidikan HS ini atau sekolah formal masih wait and see. Tapi sejauh saya belajar di rumah inspirasi saya tersadar bahwa ternyata HS bisa seasyik itu ya 😍 bersyukur banget bisa belajar di Rumah Inspirasi benar2 semua pertanyaan saya yang terlintas dipikiran saya temukan disini saat belajar 🫶🏻

    Terimakasih RI sdah menjadi teman perjalanan saya bertumbuh menjadi orang tua 🥹✨

  80. Saya Wida, ibu 3 anak (21, 18 & 8 thn) sudah masuk tahun ke-6 jadi praktisi homeschool. Setelah ikut PGP Mengatur Ritme Keluarga ini jadi tersadarkan bahwa hal yg menurut saya remeh temeh ternyata bisa jadi anchor point di keseharian. Dan menentukan ritme keluarga itu memang berjalan secara natural aja mengalir 🙂
    Terima kasih ilmunya, mas Aar & kak Lala! Gak sabar nunggu program berikutnya 🙂

  81. Halo… saya Ananda
    Terimakasih Mas Aar Mba Lala, Program ini membuat keseharian kami menjadi lebih tenang dan terarah
    Saya jadi menyadari titik2 anchor harian. Tumbuh selapis demi selapis. Tidak instan. Dan butuh perjuangan untuk konsisten sadar…. tidak meninggikan ekspektasi
    .
    Orangtua dan anak-anak tetap dapat menjalani aktivitas masing-masing dan tahu kapan kami butuh berkumpul lagi sebagai keluarga.

  82. Hallo… perkenalkan saya Aulia, ibu dari satu anak usia 4 th. Saya bersyukur dan senang sekali bisa mengikuti materi membangun ritme keluarga, rasanya membuka pandangan baru untuk menjalani hari-hari bersama anak. Melalui materi ini saya jadi paham kalau ritme ≠ jadwal. Menjalani hari terasa lebih ringan dengan ritme yg sesuai dengan karakter keluarga. Sedengkan ketika belum mengenal ritme, dan menggunakan jadwal rasanya jadi lebih sering rungsing apabila ada kegiatan yg meleset dari jadwal.

    Terima kasih mas Aar dan mba Lala untuk ilmunya ❤️ terima kasih juga untuk semua anggota tim rumah inspirasi. Doanya semua tim RI sehat terus, diberkahi, dan semangat terus menginspirasi keluarga2 di dunia aamiin

  83. Semangat banget pas mau ada program “Membangun Ritme Keluarga” ,…qadarullah sehari sebelum program dimulai bapak mertua berpulang…maka setelag dirumah mulai longgar, kami pelan2 belajar mengejar ketertinggalan materi dan praktek pelan2…alhmdulillah, membuat kegiatan hari2 dijalani terasa lebih tenang, tidak grubyak – grubyuk 😆 ….dan jelas arah…😁

  84. Program Ritme Keluarga benar-benar menjadi penguat panduan untuk saya dalam menjalani HS bagi anak anak kami. Walaupun bukan lagi tahun pertama dalam menjalani HS, tapi percayalah, penguatan itu sangat saya butuhkan, agar tetap berada di jalur yang sesuai. Belum sempurna dalam prakteknya, tapi InsyaAllah selalu ada progres. Terima kasih Rumah Inspirasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.