BEKAL ANAK UNTUK MENJADI PEMBELAJAR MANDIRI
Dunia berubah begitu cepat. Apa yang dipelajari anak hari ini, bisa jadi sudah usang besok.
Pekerjaan berubah. Teknologi berubah. Masalah yang akan dihadapi anak pun semakin beragam, dan banyak di antaranya belum ada hari ini.
Sebagai orangtua, kita pun bertanya: bekal apa yang sungguh dibutuhkan anak untuk bertahan dan tumbuh di dunia seperti itu?
Anak tidak mungkin menguasai semua hal. Yang ia butuhkan adalah kemampuan untuk mempelajari apa pun.
Pendidikan lebih dari sekadar menguasai sebanyak mungkin pengetahuan. Yang jauh lebih penting adalah membekali anak dengan alat untuk belajar, setiap kali ia bertemu sesuatu yang belum ia tahu atau belum ia bisa.
Ketika ingin tahu, ia tahu cara mencari tahu. Ketika ingin bisa, ia tahu cara mulai belajar. Ketika kesulitan, ia tahu cara mencari jalan.
Inilah Learning Skills, bekal penting agar anak tumbuh menjadi pembelajar mandiri. Melalui Program Aksi 7 Hari, Rumah Inspirasi membantu orangtua menyegarkan cara pandang tentang belajar dan mulai melatihnya lewat latihan kecil yang menyatu dengan keseharian keluarga.
Mindset Baru tentang Belajar
Belajar lebih luas dari menguasai materi pelajaran. Belajar juga berarti mengasah kemampuan mempelajari apa pun yang dibutuhkan dan diinginkan.
Learning Skills Framework
Panduan aksi untuk mengenali 6 aspek penting Learning Skills. Orangtua tahu apa yang perlu diasah dan bagaimana mulai melatihnya.
Live Session Bersama Mentor
Zoom pembuka untuk memahami konsep Learning Skills. Zoom penutup untuk refleksi dan berbagi hasil latihan.
Grup WhatsApp untuk Diskusi
Petunjuk aksi harian dikirim langsung ke grup. Ruang bertanya, berbagi pengalaman latihan, dan berdiskusi.
Materi Pendukung
Langkah-langkah sederhana memberi orangtua arah yang jelas tentang apa yang bisa dicoba hari ini, tanpa perlu menyiapkan banyak hal.
PROFIL MENTOR
Aar & Lala
Aar dan Lala telah menjalankan homeschooling lebih dari dua puluh tahun bersama tiga anak mereka. Pengalaman panjang mereka mendampingi anak memahami pelajaran lewat cara-cara yang natural membuat pendekatan program ini sangat membumi.
Aar terbiasa membantu anak mengurai informasi dengan tenang dan runtut, sementara Lala terbiasa membuat alat bantu visual dan catatan sederhana yang memudahkan anak menangkap inti materi.
Keduanya memahami betul dinamika belajar di rumah dan bagaimana teknik belajar bisa diterapkan tanpa terasa “sekolah”, sehingga sangat relevan untuk mendampingi keluarga dalam tema Learning Skills ini.
- Menjalani homeschooling dan ingin membangun kemampuan belajar anak, lebih dari sekadar mengejar materi.
- Ingin anak lebih mampu mencari tahu dan belajar ketika menghadapi hal baru.
- Sering merasa harus menjelaskan atau membantu anak setiap kali belajar.
- Ingin lebih sabar memberi ruang ketika anak mengalami kesulitan.
- Ingin punya cara yang lebih konkret untuk mendampingi proses belajar anak.
- Ingin membangun kemandirian belajar secara bertahap dan realistis.
- Ingin anak punya bekal yang bisa dipakai di berbagai bidang, lebih luas dari pelajaran sekolah.
Program dapat disesuaikan untuk anak usia dini, anak usia sekolah, maupun remaja.
Rp. 149.000
FAQ
Pertanyaan terkait program Learning Skills for Children
Program ini paling cocok untuk orangtua yang punya anak usia SD. Orangtua akan dibimbing untuk menguasai skills agar bisa mendampingi anak belajar dan menguasai materi yang dipelajarinya.
Ya, karena latihan hariannya dibuat sangat kecil dan konkret. Anak tidak diminta membuat rangkuman besar, tetapi hanya menemukan satu–dua poin utama dari bacaan atau video, sehingga prosesnya terasa lebih terjangkau.
Mind map yang digunakan sangat sederhana. Anak tidak perlu menggambar rapi; yang penting idenya tertangkap.
Latihan retrieval di program ini menggunakan pertanyaan ringan atau cerita singkat, bukan kuis formal. Bentuknya seperti mengobrol sehingga anak bisa mencoba tanpa merasa sedang diuji.
Latihan-latihan kecil membantu anak mulai mengolah materi sendiri. Banyak keluarga merasa anak yang pasif menjadi lebih terlibat ketika diberikan langkah yang jelas dan sederhana.
Bisa. Latihannya justru menggunakan cerita, gambar kecil, atau percakapan sehari-hari. Pendekatannya tetap terasa santai dan sesuai suasana belajar di rumah.
Yuk jadikan keseharian pintu belajar yang asyik