Virtual Villagers

Virtual Villagers

Virtual VillagersPada awalnya aku sangat tertarik dengan game ini. Setiap mau memulai memilih game aku pasti minta ibu mencoba game ini, tapi ibu selalu bilang “Nanti saja, yang lain dulu”. Akhirnya sore ini aku dikasih kesempatan sama ibu untuk download game Virtual Villagers ini.

Grafiknya bagus, suaranya bagus, dalam bayanganku game ini akan seperti The Sim yang terdampar di sebuah pulau. Ternyata.. yah gamenya gitu-gitu aja. Gamenya lambat, agak-agak realtime jadi kita nungguuu aja terus nggak banyak pekerjaan, aku menghabiskan waktu 1.5 jam ngasih pekerjaan dikit-dikit ke para villagers trus ngeliatin mereka jalan-jalan sendiri. Untuk mengisi waktu, paling-paling aku nyemplungin ibu-ibu yang punya bayi di dalam air untuk berenang, atau nyuruh anak kecil mencari jamur untuk makan, hehehe.

detil VillagersSecara keseluruhan menurutku game ini membosankan. Setelah dua jam main game ini rasanya CUKUP SEKIAN dan TERIMA KASIH. Emang sih seru, pertamanya.. tapi kalau suruh duduk di depan komputer cuman ngeliatin para villagers beraktivitas sendiri lama-lama jadi nggak seru lagi.

Tapi lumayanlah dari game ini dapat vocab baru:

  • well=sumur
  • achievement=prestasi
  • milestones=tantangan
  • lifting=mengangkat
  • breeding=punya anak
  • construction=bangunan
  • fertility=kesibukan
  • essential=penting
  • nursing=mengurus bayi
  • buried=dikubur

puzzle and milestonestempat tinggal

Tulisan menarik lainnya

Share this post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.