TourDeTalent2015a

Video Petualangan #TourdeTalent #OaseBackpackerFamily karya Yudhis

Salah satu PR yang kami berikan kepada Yudhis usai #TourdeTalent #OasebackpackerFamily adalah membuat video dokumentasi kegiatan tersebut.

#TourdeTalent #OaseBackpackerFamily adalah kegiatan petualangan belajar yang dilakukan sekitar 40 orang praktisi homeschooling. Perjalanan backpacker dilakukan selama 7 hari dengan mengunjungi para ahli di 4 kota yang berbeda, yaitu Semarang, Yogyakarta, Temanggung, dan Salatiga.

TourDeTalent2015a
(c) Pras Sarp

Video itu dibuat berdasarkan video-video pendek yang kami buat memakai kamera, serta foto-foto hasil koleksi pribadi maupun teman-teman peserta #TourdeTalent #OasebackpackerFamily

Berikut ini videonya:


***

Belajar Mengolah Video dengan Final Cut Pro

Banyak proses pembelajaran yang dilakukan Yudhis selama mengedit dan mengolah video ini.

Pada satu sisi, Yudhis baru pertama kali menggunakan Final Cut Pro. Tapi pada saat bersamaan dia harus sudah menghasilkan karya menggunakan tools itu. Jadi proses belajarnya tidak sekuensial, berurutan belajar dulu sampai selesai baru berkarya. Tapi belajarnya dengan metode “spiral”; belajar & berkarya berkelindan dan saling-mengkait.

Ini adalah latihan adaptability. Ini bagian dari latihan & tantangan sistem bekerja di era digital di mana Setiap orang ditantang belajar hal baru dan harus langsung menjadi karya yang bagus.

Yang lumayan berat dalam proses belajar membuat video ini adalah jangka waktunya yang panjang. Pertama dia harus mengumpulkan semua video terkait, melihat satu-persatu video dan foto, baru setelah itu mulai membuat videonya.

Untuk membuat videonya dia harus berjuang antara memahami tools yang digunakan dan mencoba meraih standar video yang baik. Banyak hal yang harus dipikirkannya sekaligus: plot & jalan cerita, kelengkapan data, pilihan foto & potongan video, teknik penyajian informasi, transisi, musik latar, dan sebagainya.

Berkali-kali Yudhis harus merevisi dan membongkar videonya. Sebagai mentor, kami (Lala & aku) memberikan feedback dari sudut pandang berbeda. Aku memberikan feedback dari sisi informasi & konten, Lala memberikan feedback dari sisi estetika visual & audio. Tentu saja, kami juga menjadi suporter untuk menyemangati Yudhis agar mampu mengerjakannya hingga selesai.

Ini bukan proses yang mudah. Butuh waktu sekitar 3 minggu bagi Yudhis untuk belajar sekaligus menyelesaikan video ini. Mudah-mudahan Yudhis mendapatkan pelajaran tentang profesionalitas dalam proses yang dijalaninya ini.

Selengkapnya:

  1. Belajar Melalui Travelling #OaseBackpackerFamily #TourDeTalent
  2. Berguru kepada mas Ilik SAs di JRU Semarang
  3. Berguru Pangan Lokal di Ndalem Tomat
  4. Jelajah Malioboro bersama Jaladwara #TourDeTalent #OaseBackpackerFamily
  5. Desa adalah Masa Depan Kita #TourDeTalent #OaseBackpackeFamily
  6. Video Dokumentasi #TourDeTalent oleh Tata
  7. Video Dokumentasi #TourDeTalent oleh Yudhis

Tulisan menarik lainnya

Share this post

3 thoughts on “Video Petualangan #TourdeTalent #OaseBackpackerFamily karya Yudhis”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.