girl - tata

Tata yang Terasa Tua

girl - tataKemarin aku menuliskan posting tentang Tata yang sangat semangat belajar memakai kamus. Dalam tulisan itu, aku menuliskan bahwa umur Tata 6.5 tahun. Ternyata, Eyang Putrinya Tata membaca posting itu dan kemudian bertanya,”Ar, umurnya Tata belum enam tahun, kan?”

“Wah… iya ya…” Tiba-tiba aku baru sadar bahwa aku salah tulis dan selama ini aku mengira Tata sudah berumur 6.5 tahun. “Maafin bapak yang salah tulis umur kamu ya, Ta..”

Aku terkadang memang lupa kalau Tata itu masih kecil, belum sampai enam tahun. Sebab, setiap hari gayanya itu seperti anak yang sudah besar. Teman-teman mainnya pun anak-anak yang sudah besar: Angel (7), Bidadari (7), Pelangi (7.5), Joke (9), Venus (10). Dia paling kecil, tapi terlihat tak berbeda dengan Angel dan Bidadari yang umurnya paling dekat dengannya.

“Apa yang bisa aku bantu, Bu?” begitu gaya Tata kalau melihat ibunya sedang melakukan pekerjaan. Pertanyaan itu menurutku “tua” sekali. Dan ketika Tata mengajukan pertanyaan itu, dia memang betul-betul mau membantu, bukan sekedar basa-basi.

Seperti halnya sore ini, Tata ikut membantu memotong sayuran dan mengulek bumubu untuk menggoreng tempe. Semuanya dilakukan dengan gembira dan sampai selesai.

Untuk proses belajar, kami pun tak memasang target apapun untuk Tata. Kami tak pernah memaksa Tata untuk belajar ini dan itu. Tapi Tata sendiri yang semangat, tak mau kalah dengan kakaknya. Karena kakaknya harus mendapatkan tujuh poin kegiatan, dia juga berusaha untuk mendapatkan tujuh poin itu. Tata pun belajar menggunakan buku-buku yang memang ada di rumah, baik buku cerita, Reading A to Z, Matematika, dan yang lainnya.

Tata sayangku… Mudah-mudahan kamu melakukan segala sesuatu dengan bahagia dan tak terbebani apapun ya Nak…We love you..

Tulisan menarik lainnya

Share this post

2 thoughts on “Tata yang Terasa Tua”

  1. mentally age Pak Aar, not physically age…
    memang sudah seharusnya patokannya adalah mentally age
    makanya sebetulnya saya pun tak setuju sekolah yg mematok kelas berdasarkan umur fisik, umur fisik bisa sama tapi mentally age nya bisa beda jauh
    contohnya Tata
    saya yakin mentally age nya pasti memang lebih dewasa, terlihat dari semua komentar dan tindakannya
    untung dia homeschool, kalau tidak pasti terbayang …dia ditaruh di kelas yg not fit to her..
    bravo Pak Aar & mBak Lala!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.