20130506-070258.jpg

Tata suka Menjahit

Katanya, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Tapi kayaknya bukan buah yang ini. Heu heu heu. Soalnya aku seumur-umur belum pernah berhasil membuat boneka perca & tidak terlalu suka menjahit. Kalau ditanya, tentu alasannya bukan tidak suka, tapi tidak sempat. Walau dalam hati aku yakin kalau aku benar-benar suka pasti apapun akan selalu disempat-sempatkan, seperti misalnya kesukaanku main game #OutofTopic, eits… lanjut ke cerita Tata.

tatabelajarAku rasa buah manis Tata suka menjahit itu datang dari eyang putrinya yang rajin & suka menjahit. Tata pertama belajar menjahit dulu dari mami Ria, sahabatku. Lalu ketika eyang putrinya menawarkan Tata untuk belajar membuat boneka perca Tata suka sekali.

Boneka perca pertamanya adalah boneka anjing lucu yang langsung jebol di beberapa titik karena Tata kurang rapi jahitannya. Tapi itu tetap jauh lebih keren dari ibunya yang sama sekali belum tamat, padahal mulai projectnya bersama. Hehe..

Tata memang beruntung punya eyang putri yang telaten dan rajin mengajarinya cara menjahit. Perca-nya saja bukan aku yang modali, tapi itu hadiah dari eyang Renny yang memang punya bisnis membuat quilt atau jahitan perca. Eyang Renny ini kalau bikin selimut/bedcover bisa cakep-cakep bener. Waah lihatnya saja senang sekali. Dakronnya? Gratis pula, lungsuran dari eyang Ipuk. Jadi benar-benar media belajar dari curahan cinta banyak orang.

Aku pkir Tata sekedar suka, tapi ternyata dia suka sekali. Beberapa waktu yang lalu, Tata mendatangiku dan mengatakan kalau dia mau coba bikin boneka perca lainnya. Lebih keren lagi karena dia datang lengkap dengan template hasil browsingannya sendiri di internet. Wohooo, lumayan gak perlu beli di Etsy, hehe.

Kemudian dia mulai membongkar perca koleksinya dan mengguntingnya (sendiri). Kadang-kadang dia memanggilku jika ada perintah yang tidak dia pahami. Tapi selebihnya dia lakukan sendiri. Ketika mulai masuk tahap menyatukan bagian depan dengan bagian belakang, dia mulai konsultasi dengan eyang putri. Dan karena ternyata Tata kehabisan perca yang cukup panjang untuk bagian badan si burung hantu, jadinya dia improvisasi dengan langsung menempelkan bagian depan dan bagian belakang dari boneka. Hasilnya lumayan, 80% (lebih malah kalau kata eyang putri) boneka Burung Hantu ini adalah karya Tata.

20130506-070258.jpg

Apalah tugas kita sebagai orangtua kalau bukan mendukung kesukaan anaknya. Kebetulan ketika browsing di Facebook aku mendapati seorang teman menjual mesin jahit mungil ini. Aku teringat dulu waktu aku seusia Tata ibu pernah membelikanku mesin jahit barbie mungil dengan harapan tentu saja aku jadi rajin bikin-bikin, tapi ya namanya juga Lala jangan ditanya bagaimana hasilnya. Hehehe. Tapi Tata kan beda, dia benar-benar suka, jadi aku yakin mesin jahit ini sangat bermanfaat untuknya.

Setelah sekian hari menunggu, akhirnya mesin jahit mungil ini datang sesaat sebelum keberangkatanku ke Salatiga. Ah, pas jadinya. Tata nggak ikut ke Salatiga tapi dapat mesin jahit untuk menemaninya.

Buat Tata sendiri, mesin ini adalah kejutan. Aku tidak memberitahunya kalau aku akan membelikannya mesin jahit. Kebayang dong betapa semangat dan suka-citanya Tata dengan mesin baru ini.

“Ayo bu, kita coba”.
“Ayo” jawabku.
“Ibu bisa kan?”
“Nggak”
“Yah, trus gimana dong bu?”
“Gugling aja yuk” Hohoho.. jawaban paling ampuh. Langsung kami gugling, ternyata ada petunjuknya di youtube jelas banget! Asiiik langsung coba-coba dan ternyata gampang bangeeeet! Tata jejeritan saking senengnya, aku juga ikut joget-joget saking noraknya karena baru pertama kali pakai mesin jahit. Akhirnya aku bisa pakai mesin jahit, walau mesin ini mungil tapi dia pakai pedal kaki & benangnya dobel pula jadi berasa pakai mesin jahit beneran. Aaaa senangnya!

Internet memang guru yang canggih. Tata kemudian kembali mengeluarkan perca koleksinya dan zuut zuuuuut dia mulai menjahit tak henti-henti dari siang sampai menjelang senja. Bahagia sekali rasanya, walau tidak bisa menjahit tapi bisa menemani gadis kecilku belajar menjahit. Tata juga belajar kalau ibunya tidak serba tahu, kalau ibunya juga bisa saja baru mempelajari hal yang sama dengan dirinya, bahkan mungkin begitu aku pulang dari Salatiga Tata yang akan mengajariku cara menjahit dengan mesin jahit.

Kalah pinter dari anak? Nggak  masalah, yang penting anaknya semangat belajar ^_^

20130506-070334.jpg

Tulisan menarik lainnya

Share this post

4 thoughts on “Tata suka Menjahit”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.