Tantangan Meluangkan Waktu untuk Anak

Mudah mengatakan bahwa orangtua harus meluangkan waktu untuk anak-anak, apalagi dalam proses homeschooling. Sebab, kualitas homeschooling sangat dipengaruhi oleh kualitas interaksi bersama anak-anak. Sebab, yang dibutuhkan anak bukan mainan dan benda-benda yang mahal, tetapi ketersediaan orangtua bersamanya.

Dalam prakteknya, hal itu bukan sebuah hal yang mudah. Apalagi kalau kita sedang didera deadline atau berada dalam kondisi lelah.

Seperti yang aku alami bersama Duta yang sejak beberapa hari terakhir terus bertanya tanpa henti tentang kemerdekaan, perang, Jepang, dan seputarnya. Mungkin ini pengaruh dari suasana perayaan hari kemerdekaan 17 Agustus.

Pertanyaan-pertanyaan ini tentu saja bagus. Tapi kok ya kebetulan aku sedang penuh kegiatan menyiapkan aneka persiapan webinar. Jadinya rasanya jawaban terhadap pertanyaan Duta tak optimal. Jawaban itu hanya sekedarnya dan sambil lalu saja.

Duta-globe

Membuat pilihan

Tapi ternyata Duta konsisten dengan pertanyaannya. Akhirnya malam ini aku tinggalkan dulu pekerjaan di depan komputer dan mulai mengobrol dengan Duta.

Aku merasa momen pertanyaan ini penting dan mungkin tak terulang lagi. Jangan sampai Duta menjadi malas bertanya lagi karena terlalu sering aku abaikan.

Sementara itu, pekerjaan bisa menunggu. Aku juga bisa menambah jam bekerja untuk menyelesaikan pekerjaanku.

Menyederhanakan hal abstrak

Aku meladeni apapun pertanyaan Duta sambil berusaha menjelaskan tentang penjajahan Jepang dan perang kemerdekaan dengan bahasa sesederhana mungkin kepadanya agar dia bisa mengerti.

Tak mudah menjelaskan konsep perang yang abstrak itu pada anak-anak. Sejarah bukan sekedar urusan tanggal, tempat dan pelaku sejarah yang dihafal. Sejarah adalah pemaknaan terhadap peristiwa.

Dalam obrolan bersama Duta, aku memutuskan bahwa nilai-nilai yang penting untuk terkandung dalam percakapan adalah tentang persepsi bahwa perang itu merusak, menang atau kalah banyak orang yang mati dan menjadi korban.

Menggunakan alat bantu

Saat aku menjelaskan tentang invasi Jepang, Lala memberikan ide untuk menggunakan globe untuk memberikan “sense of location”. Sebab, anak-anak lebih mudah memahami jika terkait dengan hal fisik yang mereka bisa kenali.

Jadilah, saat aku menjelaskan tentang invasi Jepang, serangan Pearl Harbour, serta pengeboman Hiroshima dan Nagasaki, Duta mendengarkan sambil mencari lokasi tempat-tempat yang dibicarakan di dalam globe.

Usai mengobrol dan menggunakan globe, kami membuka Youtube bersama. Kami menonton cuplikan tentang romusha dan jatuhnya bom di Hiroshima dan Nagasaki.

***

Aku tak tahu apa yang ditangkap Duta dalam benaknya. Tapi Duta terlihat terkesiap melihat kondisi orang-orang yang kurus saat Romusha dan kerusakan akibat bom atom dan perang.

Untuk mengurangi dampak traumatik akibat menonton cuplikan perang, kami mengakhiri kegiatan mengobrol malam ini dengan menonton video tentang basket kesukaan Duta

Tulisan menarik lainnya

– WEBINAR –

Dalam proses pengasuhan, ada aspek-aspek keterampilan dasar yang krusial dan perlu dikembangkan pada anak. Jika anak memiliki keterampilan-keterampilan dasar ini, proses pengembangan mereka saat remaja akan menjadi lebih mudah dilakukan.

Webinar ini membahaskan 10 keterampilan dasar yang perlu dan bisa dikembangkan di rumah untuk anak-anaknya.

10 Keterampilan yang akan dibahaskan dalam webinar

MENJAGA KESEHATAN & KESELAMATAN

  • Pola makan
  • pola tidur
  • pola aktivitas sehat,
  • berenang
  • bela diri
  • pertolongan pertama (P3K)

LITERASI

  • Membaca dan mengerti
  • Membaca petunjuk
  • Membaca resep
  • Membaca rambu lalu lintas
  • Membaca tabel

MENGURUS DIRI SENDIRI​

  • Mengatur waktu
  • Membuat rencana
  • Menepati rencana
  • Mengetahui baik-buruk
  • Mengambil keputusan

BERKOMUNIKASI

  • Mengajukan pertanyaan
  • Mengobrol
  • Berkenalan dengan orang baru
  • Memberi & menerima feedback
  • Mengapresiasi
  • Bernegosiasi

MELAYANI

  • Mengerjakan pekerjaan rumah
  • Berkontribusi di keluarga
  • Berkontribusi di Lingkungan
  • Berkontribusi di sosial.

MENGHASILKAN MAKAN

  • Bercocok tanam
  • Berbelanja
  • Mengolah bahan pangan
  • Memasak
  • Menata masakan

PERJALANAN MANDIRI

  • Naik sepeda
  • Kendaraan umum
  • Membaca peta
  • Bisa pergi ke manapun dan kembali ke tempat asal

MEMAKAI TEKNOLOGI

  • Memakai gadget
  • Mengenal batas hukum & etik
  • Menghindari kecanduan
  • Menggunakan secara produktif

TRANSAKSI KEUANGAN

  • Belanja
  • Mendapat penghasilan
  • Menabung
  • Berinvestasi
  • Transaksi dalam sistem keuangan

BEKERJA

  • Menghasilkan karya
  • Membuat output (tulisan, lagu, musik, cerita/presentasi, video, animasi, dll) sesuai minat & kemampuan

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.