TheWorldNeedsPsy

Talkshow Homeschooling, Anak, Teknologi

Sabtu (24/11) saya berkesempatan untuk berbagi mengenai homeschooling, perkembangan anak, dan penggunaan teknologi dalam pendidikan di kota Malang. Atas undangan Ari Gautama, salah seorang dosen Psikologi Universitas Brawijaya, saya diminta berbagi cerita/pengalaman tentang penggunaan teknologi dalam pendidikan anak-anak kami.

Talkshow ini merupakan rangkaian dari kegiatan mahasiswa & Program Studi Psikologi, Universitas Brawijaya, Malang yang bertema: “The World Needs Psychology”. Acara berlangsung dua hari, berisi berbagai kegiatan dan bertempat di MX Mall, Malang.

Dalam talkshow, saya ditemani oleh bu Sari, dosen Psikologi UB, yang menjadi pemandu acara. Melalui pertanyaan-pertanyaannya, bu Sari mengeksplor tentang gagasan homeschooling, perkembangan anak, legalitas, sosialisasi, serta pemanfaatan teknologi dalam pendidikan anak.

Berdasarkan pengalaman dan sedikit pengetahuan yang saya miliki, saya berbagi tentang berbagai aspek teknologi yang kami gunakan dalam pelaksanaan homeschooling. Kebetulan kami sangat ekstensif memanfaatkan teknologi untuk pendidikan karena pekerjaan kami di bidang teknologi.

Selain mengenai homeschooling, ada beberapa hal tentang teknologi yang saya sharingkan berdasarkan pengalaman keseharian kami:

  • Berkaitan dengan teknologi, ada 2 investasi pendidikan yg selalu kami jaga agar tetap ada, bagaimanapun kondisi keuangan kami, yaitu: TV berlangganan dan Internet. Kedua sarana itu memberikan lompatan dan kelipatan2 yg berlimpah dalam proses pendidikan anak-anak kami di rumah.
  • Ada 5 tools teknologi yg banyak kami gunakan: Apps, Game, Online Learning, Forum, dan Printable. Saya banyak bercerita tentang aplikasi, game, dan materi-materi yang kami gunakan dan bagaimana kami memanfaatkannya.
  • Tentang penggunaan game dalam proses belajar, beberapa prinsip yang saya jelaskan antara lain:
    • Menjaga keseimbangan antara kegiatan maya dan kegiatan fisik (tak berada di depan layar terus-menerus, hari off Internet, berenang 3x seminggu, craft, dll).
    • Orangtua terlibat untuk: menemani, memberikan feedback, memperkaya, dan memperluas kegiatan bermain game menjadi pembelajaran yang bermakna
    • Orangtua memegang kendali dalam kegiatan bermain game: membuat aturan main, kesepakatan, tema game yang dipilih, waktu bermain, dan lainnya.

***

Talkshow Homeschooling
Talkshow Homeschooling, bersama teman-teman Malang.
Photo (c) Lukman Hakim

Menjelang acara, saya sempat bertemu beberapa teman yang tinggal di Malang: bu Idaul Hasanah, bu Nihan, dan mas Lukman. Acara ngobrol dilanjutkan keesokan harinya di rumah mas Lukman bersama lebih banyak teman-teman di Malang. Ada praktisi HS, ada yang baru berminat HS, ada yang anaknya sekolah, dan lain-lain.

Dalam forum informal itu, kami saling bertukar cerita dan berbagi inspirasi tentang pendidikan berbasis keluarga.

***

Bahagia rasanya bisa sharing tentang pendidikan anak berbasis keluarga dan pemanfaatan teknologi untuk pendidikan anak. Senang juga bisa bertemu teman2 Malang yang selama ini hanya “bertatap muka” di dunia maya.

Harapan pribadiku, semoga sharing yang aku sampaikan bermanfaat dan menjadi benih kebajikan yang tumbuh dan bersemai. Amin.

Tulisan menarik lainnya

Share this post

2 thoughts on “Talkshow Homeschooling, Anak, Teknologi”

  1. waduuh menyenangkan ya. Bpk. Aar dan mba Lala, pliis doain aku bisa HS -kan anakku mulai Juli 2013. Sekarang dia masih TK, umurnya 6 thn. TK nya sampai mei 2013 ini lah…hehee. TK nya bagus dan sesuai sama harapan saya. tapi kalau SD, belum ada yg sesuai harapn saya…. 🙂

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.