Tak Pernah Sekolah, Diterima di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Yudhistira GS (18 tahun) diterima di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia melalui jalur SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) yang diumumkan pada Selasa, 9 Juli 2019.

Yudhistira, biasa dipanggil Yudhis, adalah anak yang tidak pernah menjalani sekolah formal. Dia tak pernah sekolah di SD, SMP, dan SMA. Proses belajar yang dilakukan Yudhis semua dilakukan secara mandiri bersama keluarga atau biasa dikenal dengan isitlah homeschooling.

 

 

View this post on Instagram

 

Anak homeschooling juga bisa kuliah di UI. . . . Reposted from @aarsumardiono (@get_regrann) – Alhamdulillah. Puji syukur. . Hari ini pengumuman SBMPTN dan Yudhis diterima di Program Studi Ekonomi, Universitas Indonesia. . Kami tahu, secara legal tidak ada masalah anak pemegang Ijazah Paket C untuk mendaftar SBMPTN. . Tapi membuktikan dan mengalami sendiri pengalaman itu memberi rasa yang berbeda. . Yudhis, 18 tahun, tidak pernah menjalani sekolah formal apapun. Dia menjalani proses belajar mandiri dan mengikuti Ujian Paket A (setara SD) , Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA). . Untuk mendaftar PTN, prosesnya ditempuh melalui UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer), kemudian SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri). . Proses ini bukan hanya berharga untuk keluarga kami, tetapi juga semoga memberikan peneguhan untuk anak homeschooling dan penempuh jalur non formal lain. . . . #homeschooling #homeschool #sekolahrumah #paketc #sbmptn #ui 😏#ekonomi #feui – #regrann

A post shared by RumahInspirasi (@rumahinspirasi_id) on

***

Syarat dan Proses Masuk Perguruan Tinggi

Untuk mendaftar Perguruan Tinggi Negeri, saat ini ada 3 jalur yaitu: jalur undangan (SNMPTN), seleksi SBMPTN, dan jalur seleksi mandiri yang digunakan oleh PTN masing-masing.

Jalur SNMPTN atau biasanya dikenal dengan sebutan jalur undangan hanya diperuntukkan anak-anak sekolah. Jalur ini ditempuh melalui proses evaluasi terhadap rapor dan prestasi siswa.

Jalur SBMPTN adalah jalur umum, bisa diikuti anak formal (sekolah) maupun anak jalur non-formal (PKBM).

Sementara itu, jalur mandiri diselenggarakan di setiap PTN mengikuti aturan yang ditetapkan PTN masing-masing. Universitas Indonesia memiliki ujian mandiri yang disebut SIMAK UI, UGM memiliki jalur ujian UTUL UGM, dan lain-lain.

Yudhis mengikuti jalur umum, yaitu SBMPTN.

Untuk mendaftar SBMPTN prosesnya adalah sebagai berikut:

  • Siswa mendaftar UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) dan memilih tempat ujian. Siswa bisa memilih 2 kali ujian UTBK. UTBK diselenggarakan oleh LTMPT, lembaga mandiri penyelenggara ujian masuk ke PTN. Link LTMPT: https://ltmpt.ac.id/
  • Ujian UTBK terdiri Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA).  TKA Saintek: Matematika Saintek, Fisika, Kimia, dan Biologi. TKA Soshum: Matematika Soshum, Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi. Siswa  harus memilih rumpun IPA atau Soshum.
  • Ujian UTBK dilakukan 2 kali dan dilihat nilai terbaik.
  • Setelah nilai UTBK keluar, siswa mendaftar SBMPTN di PTN dan jurusan yang diinginkan. Untuk tahun 2019, tidak ada pendaftaran campuran. Artinya, UTBK Saintek hanya untuk mendaftar jurusan Saintek, UTBK Soshum hanya untuk mendaftar jurusan Soshum.
  • Setelah itu tinggal menunggu jadwal pengumuman

Untuk mengikuti SBMPTN, Yudhis mendaftar UTBK  menggunakan ijazah Paket C dan memilih rumpun Soshum karena dia ingin mendaftar ke Fakultas Ekonomi atau Filsafat UI.

 

Proses Belajar dalam Homeschooling Yudhis

Sebagai seorang pembelajar mandiri, Yudhis tidak pernah menempuh sekolah. Istilah populernya adalah homeschooling.

Tapi jangan membayangkan proses homeschooling yang dijalani seperti lembaga-lembaga yang berlabel homeschooling. Yudhis tidak pernah terdaftar di lembaga homeschooling. Proses homeschoolingnya dijalani bersama keluarga. Yudhis hanya terdaftar di PKBM yang menyelenggarakan ujian Paket.

Apakah proses belajar Yudhis mengundang guru privat? Tidak.

Apakah orangtua Yudhis mengajari pelajaran seperti guru di sekolah? Tidak

Proses belajar Yudhis dilakukan secara mandiri, menggunakan beberapa strategi dasar:

  • materi online, baik gratis maupun berbayar
  • pengembangan diri untuk mengasah hal-hal yang diminati. Minat yang digeluti Yudhis selama ini adalah desain grafis, 3D, pemrograman, data science, filsafat, dan videography
  • pembelajaran berbasis proyek (project-based learning)

Model belajarnya berbeda dengan sistem sekolah karena lebih menekankan pada proses menyiapkan anak sebagai pembelajar mandiri (self-directed learner).

Untuk proses ujian Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP) dan Paket C (setara SMA) dilakukan melalui PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat).

Pembelajaran Berbasis Portofolio

Curriculum Vitae

Walaupun Yudhis belajar materi akademis, tetapi sebagian besar proses pembelajarannya sebenarnya banyak mengeksplorasi minat-bakat dan mengembangkan porfotolio karya.

Yudhis juga beberapa kali menjalani magang, mulai magang bersama keluarga hingga magang di dunia profesional. Pengalaman magang di dunia profesional yang pernah dijalaninya antara lain magang dalam program STAR di startup teknologi selama 6 bulan.

Selain itu Yudhis pernah magang sebagai Data Scientist di sebuah perusahaan JV Indonesia-Jepang.

Portofolio Yudhis bisa dilihat dari CV yang pernah dibuatnya:

http://duniayudhis.com/curriculum-vitae/

Bagaimana kalau orangtua ingin menjalani homeschooling?

Jika orangtua ingin menjalani homeschooling, penting sekali orangtua untuk melakukan proses belajar karena homeschooling bukan sekedar memindahkan sekolah ke rumah. Kalau hanya memindahkan sekolah ke rumah, peluang kegagalannya sangat besar.

Sebab rumah berbeda dengan sekolah. Fasilitas rumah berbeda dengan sekolah. Pola komunikasi orangtua-anak berbeda dengan guru-siswa.

Kalau sekolah modal utamanya adalah uang (terutama jika menempuh sekolah swasta). Kalau homeschooling modalnya adalah waktu. Orangtua perlu menemani dan menjadi pendamping proses anak.

Apakah orangtua homeschooling harus mengajar? Bisa iya, bisa tidak. Kalau dalam pengalaman Yudhis, kami hampir tidak pernah mengajar. Peran besar orangtua HS bukan menjadi guru, tetapi lebih sebagai fasilitator dan coach (pelatih).

Juga, model dan kesempatan homeschooling tak hanya kuliah. Banyak anak homeschooling yang tak mementingkan kuliah, tetapi justru lebih fokus menjadi freelancer, profesional atau menekuni bisnis.

Oleh karena itu, orangtua yang ingin homeschooling perlu belajar mengenai homeschooling supaya bisa menjalankan homeschooling dengan baik.

Sumber Belajar Homeschooling

Jika Anda menyukai pendekatan riset sendiri, Anda tinggal googling dengan tema-tema homeschooling, misalnya: legalitas homeschooling, metode homeschooling, referensi homeschooling, cara belajar homeschooling, dll.

Anda juga bisa mulai belajar tentang homeschoolin dari materi dasar yang dikumpulkan Rumah Inspirasi di sini: http://rumahinspirasi.com/home/pengantar-homeschooling/

Jika Anda menyukai media buku untuk belajar, Anda bisa memulai proses belajar tentang homeschooling dengan membaca buku “55 Prinsip dan Gagasan Homeschooling”.

Tokopedia: https://www.tokopedia.com/bentangilmu/buku-55-prinsip-dan-gagasan-homeschooling
Shopeehttps://shopee.co.id/Buku-55-Prinsip-dan-Gagasan-Homeschooling-i.93772802.1541202441

Jika Anda ingin belajar lengkap, Anda bisa mengikuti webinar-webinar tentang homeschooling & parenting yang diselenggarakan Rumah Inspirasi.

Bulan Juli 2019 ini Rumah Inspirasi sedang mengadakan 2 webinar, yaitu: Pendidikan Abad 21 dan Homeschooling untuk Remaja.

 

2 thoughts on “Tak Pernah Sekolah, Diterima di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia”

  1. Keren banget! bbrp kali ngikutin cerita kegiatan Yudhis, presentasi di rumah, ikut siaran radio, jam maen ipad yang di jatah, magang/kerja di internet. ikut kejar paket C sampe skrg udah kuliah di UI. ortu yang sangat berdedikasi. hebat dan salut. God bless your families. salam.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.