Susahnya Menjaga Konsistensi

Menjaga konsistensi itu tidak mudah. Pasti ada jatuh bangunnya. Nggak usah jauh-jauh deh, konsisten menulis setiap hari di web RumahInspirasi ini aja ternyata tidak berjalan mulus. Alasannya? Tentu saja banyak pekerjaan & deadline.

Terus terang, perjalanan mengantar Yudhis ujian ke Salatiga kemarin sebenarnya sudah sempat aku coret dari daftar karena Yudhis sakit cacar dan aku pikir dia tidak akan bisa mengikuti ujian. Aku pikir, kalaupun Yudhis sehat kemungkinan dia tidak mau karena belum siap. Ternyata begitu Yudhis sehat, dia tetap semangat mengikuti ujian. Jadilah aku menemaninya (sesuai komitmen awal) ke Salatiga.

Menjelang keberangkatan, aku memutuskan membawa Duta untuk memberikannya pengalaman baru. Konsekwensinya sudah bisa ditebak, perjalanan ke Salatiga benar-benar jadi ajang liburan buatku karena ada Duta yang selalu mengajak bermain.

Satu sisi itu sebuah hal yang sangat menyenangkan. Aku melihat Duta menyerap banyak hal sepanjang jalan, kemandiriannya pun meningkat. Di sisi yang lain, PRku semakin menumpuk karena ternyata sulit sekali menjaga fokus pekerjaan kalau mindsetnya berlibur. Hehe..

Jadilah semua digeber begitu pulang dari Salatiga. Itu pun tidak bisa full karena banyak hal domestik seperti bebenah rumah dll (maklum doong kan rumah ditinggal hampir seminggu). Dan semua rasanya penting, bingung menentukan mana yang tidak penting.

Tapi aku percaya, seberantakan-berantakannya jadwalku tetap bisa diperbaiki. Begitu sebagian besar PRku selesai, perlahan aku mulai membenahi kebiasaanku, termasuk memecahkan telor mulai menulis lagi di sini.

Kebiasaan-Harian200Untungnya aku tertolong oleh “Daily List”ku. Kerasa bangeeet bisa jadi rem yang cukup pakem untuk kembali menjaga konsistensi keseharian. Memang siiih, dari semua kebiasaan harian yang berat itu adalah konsistensi menulis di blog & olahraga. Hehehehe..

Buat teman-teman yang bernasib sama denganku dan butuh alat bantu untuk menjagai konsistensi harian bisa mengunduh “Daily List” pribadiku GRATIS di sini. Teman-teman bisa mencetaknya di kertas A5 (terbaik kalau dicetak dengan setting “borderless printing”).

#Fiuh leganya sudah pecah telor nulis di sini. Mari kita lihat bisa tahan berapa lama.. he he he 😀

– WEBINAR –

Dalam proses pengasuhan, ada aspek-aspek keterampilan dasar yang krusial dan perlu dikembangkan pada anak. Jika anak memiliki keterampilan-keterampilan dasar ini, proses pengembangan mereka saat remaja akan menjadi lebih mudah dilakukan.

Webinar ini membahaskan 10 keterampilan dasar yang perlu dan bisa dikembangkan di rumah untuk anak-anaknya.

10 Keterampilan yang akan dibahaskan dalam webinar

MENJAGA KESEHATAN & KESELAMATAN

  • Pola makan
  • pola tidur
  • pola aktivitas sehat,
  • berenang
  • bela diri
  • pertolongan pertama (P3K)

LITERASI

  • Membaca dan mengerti
  • Membaca petunjuk
  • Membaca resep
  • Membaca rambu lalu lintas
  • Membaca tabel

MENGURUS DIRI SENDIRI​

  • Mengatur waktu
  • Membuat rencana
  • Menepati rencana
  • Mengetahui baik-buruk
  • Mengambil keputusan

BERKOMUNIKASI

  • Mengajukan pertanyaan
  • Mengobrol
  • Berkenalan dengan orang baru
  • Memberi & menerima feedback
  • Mengapresiasi
  • Bernegosiasi

MELAYANI

  • Mengerjakan pekerjaan rumah
  • Berkontribusi di keluarga
  • Berkontribusi di Lingkungan
  • Berkontribusi di sosial.

MENGHASILKAN MAKAN

  • Bercocok tanam
  • Berbelanja
  • Mengolah bahan pangan
  • Memasak
  • Menata masakan

PERJALANAN MANDIRI

  • Naik sepeda
  • Kendaraan umum
  • Membaca peta
  • Bisa pergi ke manapun dan kembali ke tempat asal

MEMAKAI TEKNOLOGI

  • Memakai gadget
  • Mengenal batas hukum & etik
  • Menghindari kecanduan
  • Menggunakan secara produktif

TRANSAKSI KEUANGAN

  • Belanja
  • Mendapat penghasilan
  • Menabung
  • Berinvestasi
  • Transaksi dalam sistem keuangan

BEKERJA

  • Menghasilkan karya
  • Membuat output (tulisan, lagu, musik, cerita/presentasi, video, animasi, dll) sesuai minat & kemampuan

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email

10 thoughts on “Susahnya Menjaga Konsistensi”

    1. Ayo mak sama2 berjuang. Aku ngerasain banget deh, begitu keseharian kita tulis trus rasanya terang benderang dan ngga kusut lagi mau ngapain hari ini 😀

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.