Srigala dan Anak Kambing

Srigala dan Anak KambingDahulu kala, ada seorang Anak Kambing yang tanduknya sedang tumbuh yang membuatnya berfikir dia adalah Billy si Kambing Jantan yang telah dewasa dan bisa menjaga dirinya sendiri. Jadi, ketika suatu petang ketika kumpulan kambing itu bersiap pulang dari padang dan ibunya memanggilnya, Anak Kambing itu tak mau mendengarnya dan tetap asyik makan rumput.

Tak lama kemudian, ketika Anak Kambing itu mengangkat kepalanya, kumpulan kambing itu telah tiada. Mereka semua sudah pergi berangkat pulang.

Sekarang Anak Kambing itu sendiri. Matahari mulai tenggelam. Bayang-bayang datang dan semakin memenuhi tanah. Angin yang berdesir membuat suara-suara menakutkan di rumput. Anak Kambing itu ketakutan ketika memikirkan tentang Srigala. Kemudian dia berlarian dengan cepat mencoba mengejar Ibunya. Tetapi tak sampai setengah perjalanan, di dekat kumpulan pohon, ada Srigala!

Anak Kambing itu tahu bahwa hanya ada harapan kecil baginya.

“Tuan Srigala yang baik,” katanya dengan gemetar. “Saya tahu bahwa Anda akan memakan saya. Tetapi sebelumnya, tolong mainkan sebuah lagu karena saya ingin menari dan bersukaria selama saya bisa.”

Srigala menyukai ide tentang sedikit musik sebelum makan, sehingga dia segera memainkan lagu bahagia dan Anak Kambing itu berlompatan menari.

Sementara itu, kumpulan kambing tadi terus bergerak pelahan menuju rumah. Di udara sore yang tenang, nyanyian dari Srigala itu terbawa jauh. Anjing Penjaga kambing tiba-tiba mengangkat telinganya. Mereka mengenali lagu yang mereka dengar sebagai lagu Srigala yang dinyanyikan sebelum pesta. Dan seketika, anjing-anjing itu berlari kencang ke padang.

Lagu yang dimainkan Srigala itu berakhir tiba-tiba dan Srigala lari dikejar oleh anjing-anjing Penjaga. Sambil berlari, Srigala meratapi diri karena kebodohannya yang bersedia memainkan lagu untuk menyenangkan Kambing Kecil, padahal dia seharusnya sudah langsung memangsa kambing kecil itu.

“Jangan biarkan apapun mengalihkan kamu dari tujuan utamamu.”

Source: Aesop for Children (c) Project Gutenberg

Tulisan menarik lainnya

– WEBINAR –

Dalam proses pengasuhan, ada aspek-aspek keterampilan dasar yang krusial dan perlu dikembangkan pada anak. Jika anak memiliki keterampilan-keterampilan dasar ini, proses pengembangan mereka saat remaja akan menjadi lebih mudah dilakukan.

Webinar ini membahaskan 10 keterampilan dasar yang perlu dan bisa dikembangkan di rumah untuk anak-anaknya.

10 Keterampilan yang akan dibahaskan dalam webinar

MENJAGA KESEHATAN & KESELAMATAN

  • Pola makan
  • pola tidur
  • pola aktivitas sehat,
  • berenang
  • bela diri
  • pertolongan pertama (P3K)

LITERASI

  • Membaca dan mengerti
  • Membaca petunjuk
  • Membaca resep
  • Membaca rambu lalu lintas
  • Membaca tabel

MENGURUS DIRI SENDIRI​

  • Mengatur waktu
  • Membuat rencana
  • Menepati rencana
  • Mengetahui baik-buruk
  • Mengambil keputusan

BERKOMUNIKASI

  • Mengajukan pertanyaan
  • Mengobrol
  • Berkenalan dengan orang baru
  • Memberi & menerima feedback
  • Mengapresiasi
  • Bernegosiasi

MELAYANI

  • Mengerjakan pekerjaan rumah
  • Berkontribusi di keluarga
  • Berkontribusi di Lingkungan
  • Berkontribusi di sosial.

MENGHASILKAN MAKAN

  • Bercocok tanam
  • Berbelanja
  • Mengolah bahan pangan
  • Memasak
  • Menata masakan

PERJALANAN MANDIRI

  • Naik sepeda
  • Kendaraan umum
  • Membaca peta
  • Bisa pergi ke manapun dan kembali ke tempat asal

MEMAKAI TEKNOLOGI

  • Memakai gadget
  • Mengenal batas hukum & etik
  • Menghindari kecanduan
  • Menggunakan secara produktif

TRANSAKSI KEUANGAN

  • Belanja
  • Mendapat penghasilan
  • Menabung
  • Berinvestasi
  • Transaksi dalam sistem keuangan

BEKERJA

  • Menghasilkan karya
  • Membuat output (tulisan, lagu, musik, cerita/presentasi, video, animasi, dll) sesuai minat & kemampuan

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.