unilever

Sponsored Video: masa depan dunia kita lebih buruk atau lebih baik?

Beragam informasi terus memborbardir kita. Berita-berita negatif terus menyeruak ke rumah dan menghantui kesadaran kita. Korupsi yang tak ada habisnya, aneka peperangan dengan ribuan korban jiwa, kerusakan lingkungan, kelaparan, dan aneka konflik yang seolah tak ada hentinya.

Apakah memang seperti ini kondisi dunia kita saat ini? Lalu bagaimana nasib anak-anak kita di masa datang? Apakah anak-anak kita akan menjalani kehidupan yang lebih buruk dari kita? Bagaimana mengantarkan anak-anak yang akan terlahir menuju masa depan mereka?

Sudut pandang negatif dan pesimistis tentang dunia itu banyak menghantui orangtua yang menanti kelahiran anak maupun sedang membesarkan anak.

unilever

Padahal, dunia tak sepenuhnya buruk. Banyak sisi-sisi kemajuan yang telah diraih manusia dan membuat kehidupan kita pada saat ini sebenarnya lebih baik daripada kehidupan orangtua dan kakek-nenek kita. Banyak penelitian telah membuat harapan hidup semakin meningkat, kesehatan manusia lebih baik dan berbagai penyakit ditemukan obatnya, tingkat pendidikan meningkat, demikian pun kapasitas ekonomi sebagian besar anggota masyarakat.

Dunia memang memiliki masalah, tetapi pada saat bersamaan banyak juga kemajuan dunia yang sedang dan terus terjadi. Pesimisme dan skeptisisme perlu digantikan dengan harapan yang lebih optimis yang dipadu dengan aksi nyata kita pada saat ini untuk sama-sama terlibat mewujudkan dunia yang lebih baik.

Jadi, sudut pandang itu sangat tergantung kita. Kita bukan korban dari lingkungan kita. Kita adalah pemain aktif yang mencipta dunia dan dapat berkontribusi untuk dunia yang lebih baik bagi anak-anak kita. Cara sederhana yang bisa kita lakukan adalah membangun sudut pandang optimis dan melakukan kebaikan, sekarang juga, sekecil apapun kebaikan yang bisa kita lakukan.

***

Dalam spirit membangun dunia yang lebih baik, Unilever, salah satu perusahaan konsumen konsumen global sedang melakukan kampanye membangun optimisme melalui Project Sunlight. Project Sunlight adalah inisiatif yang ditujukan untuk memotivasi jutaan orang untuk mengadopsi gaya hidup ramah lingkungan (sustainable lifestyle) melalui 3 langkah sederhana: MELIHAT dunia dengan lebih optimis, BERTINDAK nyata melalui tindakan keseharian yang berkontribusi untuk masyarakat dan kehidupan yang lebih baik, BERGABUNG dengan gerakan-gerakan yang selaras dengan sustainable lifestyle.

Unilever juga telah mengembangkan komunitas online untuk mendukung gerakan ini. Untuk bergabung, Anda dapat mendaftar di: Project Sunlight

Selengkapnya, silakan simak video berikut ini:

Catatan: Posting ini disponsori oleh Unilever.

Share this post

2 thoughts on “Sponsored Video: masa depan dunia kita lebih buruk atau lebih baik?”

  1. kehidupan lebih mengutamakan keduniaan yang panah apa anda tau tampa dunia tdak akan ada akhirat kehidupan kebagian hanya di dunia hampir sama dengan akhirat karena kebahagian di dunia sangat menenentukan apa yang akan kita dapat di dunia Allah maha sergalanya olehnya mari kita selalu mendekatkan diri dengan Allah semuanya milikNya Allah

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.