Saling Berguru ala Ilik Sas

Saling berguru? Ya, itulah salah satu prinsip hidup yang digunakan Ilik Sas, seorang entrepreneur yang juga pendiri Jaringan Rumah Usaha (JRU), sebuah komunitas bisnis di Semarang.

Walaupun sering menjadi rujukan dan narasumber yang sering dimintai nasihat bisnis, Ilik Sas tetap menekankan prinsip saling berguru sebagai sikap hidup yang perlu dipegang siapapun agar bisa terus bertumbuh.

“Saya ini sebenarnya selalu berguru pada siapapun yang datang. Seperti sekarang ini, saya mendapatkan ilmu baru tentang digital business coop,” katanya saat mengobrol bersama kami di kediamannya di Rumah Sasongko yang asri di daerah Gombel Lama, Semarang.

Kebetulan, saat ini saya memang sedang berada di Semarang dalam rangka acara Forum Wedangan, sebuah forum saling berbagi yang diinisiasi oleh Ilik Sas.

Saling Berguru di Forum Wedangan

Forum Wedangan adalah sebuah forum para pebisnis dan orangtua di Semarang yang diselenggarakan JRU. Forum ini berjalan sejak 2006 dan sudah menyelenggarakan 73 episode acara. Setelah sempat istirahat selama 4 tahun, Forum Wedangan kembali diadakan lagi tahun ini.

Tema Forum Wedangan kali ini adalah “Pendidikan Alternatif, Profesi Global”. Yang menjadi pemicu diskusi selain saya, adalah Anis Sasongko (founder Namanya Studio) dan Faizal Kamal (founder KarirAnak.id).

Walaupun pemicu diskusi sudah ditentukan, tetapi proses belajar dalam forum itu tak terbatas hanya dari narasumber, tetapi proses saling berguru terjadi sepanjang acara karena diantara para hadirin pun diberikan kesempatan oleh moderator untuk berbagi cerita dan perspektifnya.


Dunia yang Semakin Terbuka

Banyak cerita menarik dari proses saling berguru di Forum Wedangan ini. Diantaranya adalah cerita dari Anis Sasongko, founder Namanya Studio, sebuah studio grafis yang biasa mengerjakan desain untuk pasar global. Dari proses bekerja di depan komputer ini, Anis yang masih berusia 23 tahun sudah meraup ribuan dollar.

Bagi Anis, Internet membuka kesempatan yang sangat luar biasa baginya. Sebagai anak yang menyukai dunia grafis sejak kecil, dia merasa tidak cocok dengan sistem sekolah yang dijalaninya. Setelah kabur-kaburan dari sekolah karena lebih suka duduk di kafe untuk mengerjakan proyek grafis, Anis berhenti sekolah dan menjalani homeschooling sejak kelas 1 SMA. Sejak itu dia lebih serius menekuni dunia grafis dan bisnis dengan pangsa pasar global.

Anis juga melihat dunia global sebagai peluang yang seru. Menurutnya,”Kita tak perlu bersaing dengan teman kita karena pasarnya sangat besar. Kalau kita mencari pekerjaan di pasar lokal, kita akan sering merasa nggak enak hati dengan teman karena sering bersaing memperebutkan proyek.”

“Juga, orang sering minta waktu ketemu sehingga membuat proses kerja kita tidak efisien. Kalau klien dari Amerika kan kita hanya berdiskusi via online sehingga bisa lebih produktif.”

 

Karir Anak: Learn, Achieve, Earn

Dari pemicu diskusi yang lain, ada Faizal Kamal yang sedang membidani kelahiran KarirAnak.id, sebuah platform belajar online dan offline.

Menurut Faizal,”Saat ini kita mengalami darurat kompetensi dalam proses pendidikan anak-anak kita. Anak-anak merasa sudah belajar dan mencapai sebuah prestasi tertentu, tetapi mereka belum sampai earn. Earn itu bisa berupa uang, tetapi juga bisa berupa respek, sayang yang menunjukkan karyanya bermanfaat bagi orang lain.”

Memanfaatkan jaringan pebisnis kreatif yang ada di JRU, Faizal ingin menjembatani proses belajar anak-anak agar mereka kompeten sekaligus memiliki bekal dan pengalaman di pasar globa.

#salingberguru #forumwedangan #anissasongko #faizalkamal

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.