Refleksi Homeschooling 2018

Karena jadwal yang sangat padat pada bulan Desember, kami baru sempat melakukan refleksi bersama saat tahun baru.

Perjalanan Homeschooling Duta

Sejak pertengahan Desember, jadwal Duta (10 tahun) padat dengan pertandingan catur & basket. Diawali dengan pertandingan basket di Mangga Dua Square tanggal 15 Desember, Duta berhasil menjadi juara pertama Grand Final Liga Catur Pelajar.

Tanggal 16 Desember, Duta terbang bersama tim basket Rockstar Blitz ke Semarang untuk mengikuti turnamen basket yang diselenggarakan oleh Klub Sehati, Semarang. Pertandingan berjalan setiap hari mulai tanggal 17 hingga 20 Desember. Dalam turnamen ini, klub Rockstar Blitz berhasil menjadi juara pertama untuk kelompok umur 10 tahun.

Dari Semarang, kami langsung meluncur ke Salatiga untuk mengikuti turnamen catur piala Ketua DPRD Salatiga. Di turnamen yang berlangsung 2 hari ini, Duta hanya meraih 4 poin dari 7 babak pertandingan.

Usai istirahat sehari, Duta langsung menjadi anggota tim Jayakarta Muda B untuk mengikuti turnamen catur beregu dan mengikuti pertandingan catur standar setiap malam selama 3 hari, mulai tanggal 25-28 Desember. Menutup tahun, Duta mengikuti turnamen catur Bhinneka Tunggal Ika dan meraih 6 poin dari 8 babak pertandingan.

Tahun 2018 memang menjadi lompatan Duta dalam bermain catur yang dimulai momentumnya saat Duta berhasil menjadi juara pada Kejurda Catur DKI Jakarta untuk KU-11, dikirim ke Kejurnas Catur di Aceh, dan menjuarai beberapa turnamen catur.

Tahun 2018 juga menandai proses Duta terdaftar di PKBM. Saat ini Duta terdaftar di jenjang kelas 4 pada PKBM Piwulang Becik, Salatiga bersama 2 sahabatnya, Izzan dan Ali.

Perjalanan Homeschooling Tata


Milestone penting Tata (14) pada tahun 2018 adalah berhasil membuat produk kartu CritaCrita. Ini adalah sebuah proses panjang yang memakan waktu berbulan-bulan. Produk berisi kartu untuk stimulasi kreativitas dan keterampilan bercerita ini bisa diperoleh di Tokopedia dan Shopee.

Selain itu, Tata mengalami perkembangan yang sangat pesat di tahun ini. Sebagai anggota baru redaksi Oase Media, Tata mendapat penghargaan dan dinobatkan sebagai redaksi dengan perkembangan paling progresif. Bahkan, akhir term ketiga Tata berhasil menjadi Top Global redaksi Oase Media.

Dari sisi materi belajar, Tata sudah menyelesaikan materi belajar kelas 7. Bahkan untuk matematika Tata sudah menyelesaikan materi belajar kelas 8 di IXL Math.

Yang membahagiakan dari proses Tata adalah peningkatan kepercayaan diri dan rasa nyaman dengan dirinya sendiri. Ini hal yang sangat penting bagi kami, jauh lebih penting dari prestasi-prestasi akademis. Kenyamanan diri dan kepercayaan diri Tata membuatnya lebih santai dan bahagia menjalani kesehariannya.

Perjalanan Homeschooling Yudhis


Yudhis (17 tahun) memiliki beberapa milestone penting selama perjalanan homeschooling di tahun 2018.

Dari sisi pendidikan, milestone terpenting Yudhis adalah dia memilih untuk mencoba kuliah. Itu berarti, Yudhis berkomitmen untuk Ujian Paket C dan menyiapkan diri menjalani persiapan SBMPTN. Semua jadwal dan kegiatan Yudhis sangat dipengaruhi oleh keputusan ini. Termasuk, Yudhis memutuskan untuk mengikuti bimbingan belajar sebagai caranya untuk mempersiapkan SBMPTN 2019.

“Aku selama ini selalu berada di luar sistem. Aku ingin mencoba melihat sistem dari dalam,” itu alasan Yudhis kuliah sebagai anak homeschooling yang tak pernah bersekolah sejak lahir. Alasan keduanya, “Aku mau cari jaringan pertemanan. Kalau hanya ilmu, mungkin di Internet banyak. Tapi kalau jaringan pertemanan, kayaknya aku perlu ketemuan dan berinteraksi langsung.”

Di tahun 2018, Yudhis membuat 2 milestone profesional. Yang pertama dia diterima magang berbayar sebagai Data Scientist di sebuah perusahaan joint-venture Indonesia-Jepang. Yang kedua Yudhis berhasil mendapatkan proyek pertama membuat website perusahaan dan dibayar dengan layak.

Menutup tahun 2018, Yudhis memimpin teman-temannya homeschooling dengan menjadi ketua panitia OFEST (OASE Festival) yang mengadakan kegiatan seminar, pameran, pentas seni, dan petualangan tentang homescholing.

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email

1 thought on “Refleksi Homeschooling 2018”

  1. Homeschooling, pernah terpikirkan tapi karena kami berdua kerja, kami memutuskan menyekolahkan anak seperti umumnnya. betul, dengan kuliah kita bisa menyebar dunia pertemanan dan untuk kerja nantinya bsia menjadi relasi. Menginspirasi sekali.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.