cook

Percakapan di dapur

Pagi ini Lala ke pasar untuk belanja mingguan. Anak-anak tinggal bersamaku di rumah.

“Dhis, kamu bisa bikin mie rebus buat sarapan?” tanyaku kepada Yudhis. “Bapak mau cuci baju.”
“Bisa pak,” jawab Yudhis sigap. Dia lari dari kamar dan kemudian menyiapkan mie, telur dan merebus air.

Sementara aku mondar-mandir beraktivitas, aku mendengar suara Yudhis sedang ciat-ciat (baca: olahraga) di belakang.

“Dhis, jangan lupa airnya dilihatin ya.. sudah masak atau belum.”
“Iya pak.. ini airnya lama matengnya. Beda sama biasanya.”

“Iya..,” jawabku sambil mendekat kepadanya, “soalnya kamu pakai panci yang stainless steel.”

“Memangnya ada bedanya?” tanya Yudhis.
“Panci yang satunya itu dari aluminium. Jadi airnya cepat mateng.”

“Kenapa matengnya beda-beda kecepatannya, pak?”
“Soalnya tiap bahan punya sifat yang berbeda-beda. Ada bahan yang cepat menghantarkan panas, ada yang lebih lambat. Nah, aluminium itu lebih cepat menghantarkan panas daripada besi. Terus, setiap logam juga punya sifat berbeda-beda. Kalau besi itu lebih kuat, sementara aluminium lebih lentur.”

“O iya… aku tahu ada aluminium foil untuk pembungkus makanan.”

“Betul. Terus kalau kita mau membuat bangunan, kita pakainya bahan apa: besi atau aluminium?”
“Baja,” kata Yudhis.

“Kenapa?”
“Soalnya baja kuat. Kalau pakai aluminium nanti ambruk, nggak bisa menahan beban.”

Percakapan masih berlanjut sambil kami menyiapkan mie rebus untuk sarapan pagi ini. Setelah matang dan diletakkan di meja, Yudhis berteriak. “Tata, siapkan piring-piring dan gelas.”

“Oke!” Tata menjawab dari kamar sambil berlari keluar untuk menyiapkan piring, gelas, sendok dan garpu. Jadilah kami berempat bersama Duta sarapan pagi bersama diiringi dengan doa pagi.

Ya Tuhan, semoga hari ini menjadi hari Engkau berkahi. Semoga Engkau berkenan menyempurnakan segala yang keluar dari kami sehingga hanya menjadi kebajikan semata. Semoga Engkau melayakkan kami menjadi saluran berkah-Mu bagi siapapun yang berinteraksi dengan kami dan bagi alam semesta. Amin.

Tulisan menarik lainnya

Share this post

1 thought on “Percakapan di dapur”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.