Peran Orangtua sebagai Coach

Salah satu peran penting yang perlu diketahui orangtua adalah sebagai pelatih (coach). Keterampilan coaching sangat bermanfaat untuk membantu kita menjadi orangtua yang lebih baik dalam proses menemani tumbuh kembang anak-anak.

Walaupun peran coaching terutama ditujukan pada anak-anak remaja, ilmu coaching bisa diterapkan pada usia anak berapapun.

Itulah hal menarik yang disampaikan oleh Naindra Pramudita (Dita), professional coach, dalam sesi sharing dengan tema “Parent as Coach” bersama para orangtua di Klub Oase.

***

Parent as Coach

Secara umum, inti proses coaching adalah membantu anak mengetahui posisi saat ini, mengetahui tujuan yang ingin diraih oleh anak, dan menjadi partner untuk mencari jalan dari posisi saat ini ke arah tujuan yang diinginkan (oleh anak).

Peran orangtua sebagai coach mengandaikan bahwa orangtua menghargai anak sebagai individu, dengan aspirasi dan harapan mereka terhadap masa depan. Cita-cita dan masa depan anak adalah miliki mereka, sehingga mereka sendiri yang perlu memutuskannya. Adapun peran orangtua sebagai coach adalah membantu agar cita dan harapan itu bisa dicapai oleh anak.

Tahapan proses coaching orangtua bersama anak adalah: respect, listening, understand, appreciate, support, responsible, independent.

“If you respect me, I will hear you
If you listen to me, I will feel understood
If you understand me, I will feel appreciated
If you appreciate me, I will know your support
If you support me as I try new this, I will become responsible
When I am responsible, I will grow to be independent
In my independence, I will respect you and love you all of my life.”


***

Banyak hal menarik tentang peran orangtua sebagai coach yang disampaikan Dita hari ini.

Tak sabar menunggu sesi-sesi berikutnya mengenai ilmu coaching untuk orangtua agar bisa membantu anak-anak mengenal diri dan meraih tujuan-tujuan hidup yang ingin diraihnya.

– WEBINAR –

Dalam proses pengasuhan, ada aspek-aspek keterampilan dasar yang krusial dan perlu dikembangkan pada anak. Jika anak memiliki keterampilan-keterampilan dasar ini, proses pengembangan mereka saat remaja akan menjadi lebih mudah dilakukan.

Webinar ini membahaskan 10 keterampilan dasar yang perlu dan bisa dikembangkan di rumah untuk anak-anaknya.

10 Keterampilan yang akan dibahaskan dalam webinar

MENJAGA KESEHATAN & KESELAMATAN

  • Pola makan
  • pola tidur
  • pola aktivitas sehat,
  • berenang
  • bela diri
  • pertolongan pertama (P3K)

LITERASI

  • Membaca dan mengerti
  • Membaca petunjuk
  • Membaca resep
  • Membaca rambu lalu lintas
  • Membaca tabel

MENGURUS DIRI SENDIRI​

  • Mengatur waktu
  • Membuat rencana
  • Menepati rencana
  • Mengetahui baik-buruk
  • Mengambil keputusan

BERKOMUNIKASI

  • Mengajukan pertanyaan
  • Mengobrol
  • Berkenalan dengan orang baru
  • Memberi & menerima feedback
  • Mengapresiasi
  • Bernegosiasi

MELAYANI

  • Mengerjakan pekerjaan rumah
  • Berkontribusi di keluarga
  • Berkontribusi di Lingkungan
  • Berkontribusi di sosial.

MENGHASILKAN MAKAN

  • Bercocok tanam
  • Berbelanja
  • Mengolah bahan pangan
  • Memasak
  • Menata masakan

PERJALANAN MANDIRI

  • Naik sepeda
  • Kendaraan umum
  • Membaca peta
  • Bisa pergi ke manapun dan kembali ke tempat asal

MEMAKAI TEKNOLOGI

  • Memakai gadget
  • Mengenal batas hukum & etik
  • Menghindari kecanduan
  • Menggunakan secara produktif

TRANSAKSI KEUANGAN

  • Belanja
  • Mendapat penghasilan
  • Menabung
  • Berinvestasi
  • Transaksi dalam sistem keuangan

BEKERJA

  • Menghasilkan karya
  • Membuat output (tulisan, lagu, musik, cerita/presentasi, video, animasi, dll) sesuai minat & kemampuan

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.