parent-as-coach01

Peran Orangtua Homeschooling sebagai Coach

Peran orangtua dalam homeschooling bukanlah menjadi guru yang mengajar seperti di sekolah.

Lalu, apa peran orangtua dalam homeschooling?

Setidaknya ada 3 peran utama orangtua homeschooling. Yang pertama adalah menjadi fasilitator kegiatan belajar anak. Peran kedua adalah menjadi manager untuk kegiatan yang dilakukan anak. Peran ketiga adalah menjadi pelatih (coach) untuk membantu anak meraih tujuan-tujuannya.

Parent as Coach

Salah satu peran penting yang perlu diketahui orangtua homeschooling adalah sebagai pelatih (coach). Keterampilan coaching sangat bermanfaat untuk membantu kita menjadi orangtua yang lebih baik dalam proses menemani tumbuh kembang anak-anak.

Walaupun peran coaching terutama ditujukan pada anak-anak remaja, ilmu coaching bisa diterapkan pada usia anak berapapun.

Secara alamiah, sebenarnya orangtua sudah bertindak sebagai coach. Jika proses alamiah ini ditingkatkan dengan ilmu dan keterampilan, diharapkan proses yang dilakukan menjadi lebih baik dan lebih efektif.

Itulah hal menarik yang disampaikan oleh Naindra Pramudita Kartohadiprodjo (Dita), professional coach, dalam sesi sharing bersama para orangtua di Klub Oase pada 28 Februari 2018.

Proses Coaching bersama Anak

Secara umum, inti proses coaching adalah membantu anak mengetahui posisi saat ini, mengetahui tujuan yang ingin diraih oleh anak, dan menjadi partner untuk mencari jalan dari posisi saat ini ke arah tujuan yang diinginkan (oleh anak).

Peran orangtua sebagai coach mengandaikan bahwa orangtua menghargai anak sebagai individu, dengan aspirasi dan harapan mereka terhadap masa depan. Cita-cita dan masa depan anak adalah miliki mereka, sehingga mereka sendiri yang perlu memutuskannya. Adapun peran orangtua sebagai coach adalah membantu agar cita-cita dan harapan itu bisa dicapai oleh anak.

Tahapan proses coaching orangtua bersama anak adalah: respect, listening, understand, appreciate, support, responsible, independent.

If you respect me, I will hear you
If you listen to me, I will feel understood
If you understand me, I will feel appreciated
If you appreciate me, I will know your support
If you support me as I try new this, I will become responsible
When I am responsible, I will grow to be independent
In my independence, I will respect you and love you all of my life.”

Pelatihan Orangtua sebagai Coach

Sesi sharing tentang “Parent as Coach” ini baru tahap pengenalan. Menurut rencana, akan ada proses pelatihan lanjutan yang akan digelar untuk orangtua Klub OASE.

Mudah-mudahan acaranya nanti bisa di-broadcast dalam bentuk Facebook Live sehingga bisa juga dinikmati oleh orangtua lain yang juga ingin belajar.

Tulisan menarik lainnya

Share this post

3 thoughts on “Peran Orangtua Homeschooling sebagai Coach”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.