Julian Assange - Wikileaks

Pendiri Wikileaks ternyata homeschooling

Homeschooling itu tak memiliki bentuk tunggal. Latar belakang orangtua beragam, keyakinan dan nilai-nilainya beragam, alasan memilih homeschooling beragam, demikian pun anak-anak homeschooling beragam.

Ada yang konservatif, ada yang liberal. Ada yang fundamentalis, ada yang hippies. Ada yang scholar, ada yang seniman. Ada yang scientist, ada yang artis.

Yang pasti, homeschooling memberikan kesempatan untuk tumbuhnya setiap potensi secara maksimal. Sebab, yang dipelajari dan dilakukan anak tak diseragamkan; tetapi sesuai model homeschooling yang dipilih, menyesuaikan dengan potensi yang dimiliki anak dan kondisi keluarga.

**

Berikut ini beberapa tokoh masa kini yang tumbuh dalam pendidikan homeschooling dengan beragam warna.

1. Julian Assange, pendiri situs Wikileaks

Julian Assange - Wikileaks

Julian Assange adalah tokoh yang sedang mendapat sorotan di dunia karena telah membocorkan dokumen-dokumen rahasia pemerintah dan militer Amerika Serikat melalui situs Wikileaks yang didirikannya. Dia adalah sosok seorang yang memberontak terhadap sistem politik korup yang sedang menguasai dunia saat ini. Akibatnya, dia dikejar oleh pemerintah Amerika Serikat yang ingin menangkapnya.

Julian Assange menjalani homeschooling selama beberapa tahun sambil melakukan perjalanan bersama orangtuanya yang memiliki perusahaan teater keliling. Saat dewasa, dia terus menjalani hidup berpindah-pindah; dan itu sesuai dengan kondisinya saat ini yang menjadi target pembunuhan dan pemburuan karena apa yang dilakukannya.

2. Condoleezza Rice, menteri luar negeri

Condoleezza Rice - mantan Menteri Luar Negeri AS

Condoleezza Rice adalah wanita berkulit hitam pertama yang menjadi menteri luar negeri Amerika Serikat. Dia menjadi menteri luar negeri pada saat pemerintahan George W. Bush. Majalah Forbes pernah menobatkannya sebagai “The Most Powerful Woman in the World”. Saat ini dia menjadi pengajar di Stanford Graduate School of Business.

Angelina Rice, ibu dari Condoleezza Rice, berhenti dari pekerjaannya sebagai guru musik di SMA untuk mendidik homeschooling buat anak perempuannya itu.

3. Erik Demaine, profesor matematika

Erik Demaine - Profesor Matematika MIT

Erik Demaine adalah professor termuda yang pernah dimiliki The Massachusett Institute of Technology (MIT). Dia menjadi dosen pada usia 20 tahun. Dia adalah ahli matematika origami, yang menggunakan model origami untuk memahami konsep matematika dan menerapkannya dalam berbagai disipling seperti arsitektur, robotik, dan biologi molekular.

Demaine menjalani homeschooling sambil melakukan perjalanan keliling Amerika Serikat bersama ayahnya, seorang pandai emas (goldsmith) dan glassblower. Demaine mulai kuliah saat usia 12 tahun, menyelesaikan sarjana pada usia 14 tahun. Selain seorang jenius di bidang matematika dan komputasi, Demaine adalah seorang seniman yang karyanya dipajang di the Museum of Modern Art dan dijadikan sebagai koleksi permanen di museum itu.

Masih ada sosok-sosok homescholing lain yang terus bertumbuhan di berbagai penjuru dunia. Ada The Jonas Brothers (grup musik), Margaret Atwood (penulis), Francis Collins (saintis), Akiane Kramarik (pelukis), dan sebagainya. Anda dapat membacanya selengkapnya di sini: http://www.thebestcolleges.org/2010/the-worlds-15-most-extraordinary-homeschoolers/

Tulisan menarik lainnya

Share this post

4 thoughts on “Pendiri Wikileaks ternyata homeschooling”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.