Anak & Musik

Musik & Anak: 18 bulan-3 tahun

Anak & Musik

Sebelumnya, Rumah Inspirasi sudah membuat artikel tentang perkembangan anak sejak dalam kandungan hingga 18 bulan.

Sekarang, artikel ini tentang perkembangan anak yang terkait dengan musik anak usia 18 bulan hingga 3 tahun:

  • Pada saat berusia delapan belas bulan, bayi Anda mulai dapat mulai untuk menanggapi musik dengan cara yang lebih jelas.
  • Kemampuan bahasa bayi dapat lebih berkembang melalui kegiatan menyanyi dan meniru suara.
  • Bergerak dan merespons musik dapat membantu mengembangkan memori dan tangan / koordinasi mata anak.
  • Mereka mulai mengenali perbedaan antara keras dan pelan, cepat dan lambat.
  • Mereka mulai menyadari irama dalam musik dan mengenali irama yang berbeda.
  • Mereka akan belajar kata-kata untuk lagu-lagu sederhana dan mengembangkan koordinasi yang dibutuhkan untuk memainkan alat musik sederhana seperti drum sederhana atau lonceng.
  • Mereka mulai mencari tahu bagaimana bekerja sama dengan anak-anak lain.

Ide kegiatan yang bisa dilakukan:

  • Nyanyikan lagu-lagu berima sederhana (simple rhyming) bersama-sama. Lagu tentang benda dan hewan dapat membantu mereka membangun kosakata.
  • Gabungkan musik dan gerakan.
  • Temukan musik untuk suasana hati (mood) yang berbeda.
  • Mulailah dengan instrumen sederhana seperti drum, shaker atau lonceng, kemudian ke xylophone atau mainan piano/keyboard.
  • Ajarkan mereka untuk bergiliran menyanyi dan menari.
  • Dorong keterampilan mendengarkan dengan sesekali duduk dan mendengarkan musik bersama.

Sumber: BBC

Tulisan menarik lainnya

Share this post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.