Merayakan keragaman anak

Pada dasarnya anak itu memiliki beragam. Menyamakan anak dengan membuat sebuah standar pendidikan yang sama dan seragam adalah sebuah pengabaian terhadap keragaman anak. Bahkan bukan hanya pengabaian, penyeragaman standard itu bukan hanya membuat anak tak berkembang, tetapi dapat membuat potensi mereka mati.

Ada anak yang cerdas fisik, tetapi dijuluki anak nakal di kelas karena tidak bisa duduk tenang. Ada anak yang cerdas interpersonal yang senang ngobrol/bergaul, tetapi dinilai berisik dan mengganggu. Ada anak yang senang belajar dengan praktek dan dinilai bodoh karena tidak bisa belajar dengan cara membaca teori. Itu hanya sebagian contoh dari keragaman anak yang sering diabaikan dan “dilabeli bermasalah” di dalam model pendidikan yang mengagungkan standar dan keseragaman.

Animasi flash tentang “Sekolah Hutan” di bawah ini adalah ilustrasi yang bagus untuk menjadi refleksi kita dalam memandang keragaman anak-anak dalam konteks keragaman mereka.

Terima kasih kepada mbak Miranti Mayangsari yang telah berbagi video ini.

– WEBINAR –

Dalam proses pengasuhan, ada aspek-aspek keterampilan dasar yang krusial dan perlu dikembangkan pada anak. Jika anak memiliki keterampilan-keterampilan dasar ini, proses pengembangan mereka saat remaja akan menjadi lebih mudah dilakukan.

Webinar ini membahaskan 10 keterampilan dasar yang perlu dan bisa dikembangkan di rumah untuk anak-anaknya.

10 Keterampilan yang akan dibahaskan dalam webinar

MENJAGA KESEHATAN & KESELAMATAN

  • Pola makan
  • pola tidur
  • pola aktivitas sehat,
  • berenang
  • bela diri
  • pertolongan pertama (P3K)

LITERASI

  • Membaca dan mengerti
  • Membaca petunjuk
  • Membaca resep
  • Membaca rambu lalu lintas
  • Membaca tabel

MENGURUS DIRI SENDIRI​

  • Mengatur waktu
  • Membuat rencana
  • Menepati rencana
  • Mengetahui baik-buruk
  • Mengambil keputusan

BERKOMUNIKASI

  • Mengajukan pertanyaan
  • Mengobrol
  • Berkenalan dengan orang baru
  • Memberi & menerima feedback
  • Mengapresiasi
  • Bernegosiasi

MELAYANI

  • Mengerjakan pekerjaan rumah
  • Berkontribusi di keluarga
  • Berkontribusi di Lingkungan
  • Berkontribusi di sosial.

MENGHASILKAN MAKAN

  • Bercocok tanam
  • Berbelanja
  • Mengolah bahan pangan
  • Memasak
  • Menata masakan

PERJALANAN MANDIRI

  • Naik sepeda
  • Kendaraan umum
  • Membaca peta
  • Bisa pergi ke manapun dan kembali ke tempat asal

MEMAKAI TEKNOLOGI

  • Memakai gadget
  • Mengenal batas hukum & etik
  • Menghindari kecanduan
  • Menggunakan secara produktif

TRANSAKSI KEUANGAN

  • Belanja
  • Mendapat penghasilan
  • Menabung
  • Berinvestasi
  • Transaksi dalam sistem keuangan

BEKERJA

  • Menghasilkan karya
  • Membuat output (tulisan, lagu, musik, cerita/presentasi, video, animasi, dll) sesuai minat & kemampuan

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email

11 thoughts on “Merayakan keragaman anak”

  1. Gmana ya skrg praktisi hser sdg diincar pemerintah nih. Rumour mau ada UU yg apabilah tdk menyekolahkan anak, ortunya akan dihukum.? Bisa kasi solusi ga?

    1. Dari mana rumornya mbak? Kok sy tidak pernah mendengar ya.. Wong mau repot-repot membantu pemerintah dengan ngurusin anak (pakai uang dan tenaga sendiri), masak malah mau dihukum? (*sy tidak mengerti cara berfikirnya*)

  2. Ini kbetulan kami dan beberapa ribu org lainya serentak mencabut anak2 kami dr sekolahanya pd saat yg brsamaan krn perintah dr pimpinan kami untuk di hskan, dan dr situlah para pihak yg brkuasa mengunakn kekuasaany utk merancang it(pokokny dr sumber yg trpercaya). Mgkn takut kehilangan lahan penghasilan /kredibilitas dr masyrkt kali. Tp gpp, di UU kan perintah wajib belajar bkn wajib sekolah. Ya kan pak!

  3. astaga, mas aar toh! bagus banget nih artikelnya! semoga selalu sukses dan terus menggiatkan kegiatan belajar mengajar demi kemajuan anak bangsa. F*&:%$ with the govt who don’t support you. Salam damai _/_

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.