busy

Menjalani Yang Tak Ideal

Salah satu tantangan homeschooling adalah kesibukan orangtua. Ada kalanya, orangtua sedang memiliki jadwal yang padat. Bagaimana menangani hal-hal semacam ini?

Saat ini kami sedang mengalami hal itu. Kami sedang belajar untuk menjalani kondisi-kondisi kesibukan. Dan hal seperti ini tentu saja tak ideal. Idealnya, kita punya waktu yang cukup banyak untuk anak-anak kita tanpa perlu memikirkan hal-hal lain, seperti mencari uang dan kegiatan sosial lainnya.

Dari refleksi singkat yang datang pagi ini, ada beberapa hal yang dapat saya catat:

a. Hidup memang tak ideal
Kita memang perlu berdamai dengan diri kita bahwa tak ada hal yang ideal, yang sempurna seperti yang kita inginkan dan bayangkan. Yang ada adalah optimal. Bagaimana menggunakan semua kondisi yang ada pada SAAT INI sebaik-baiknya.

b. Mengatur Prioritas
Penting untuk mengatur apa yang menurut kita prioritas dan penting. Memang ada hal-hal urgen (yang harus diselesaikan saat ini). Tetapi lebih utama lagi adalah hal yang penting (Important), yang berdampak besar dan panjang untuk kehidupan kita dan anak-anak kita. Semakin cepat kita bisa keluar dari hal yang urgen utk beralih ke hal yang important, semakin baik. Jangan sampai waktu dan kehidupan kita dikendalikan oleh hal-hal urgen dan bersifat eksternal.

c. Tunda yang Kurang Penting
Karena waktu kita terbatas, maka kita harus memastikan bahwa yang penting bisa dikerjakan. Terkadang kita harus meninggalkan hal-hal yang kita sukai dan inginkan, untuk hal-hal yang lebih penting. Seperti halnya posting di Rumah Inspirasi ini. Walaupun kami merasa penting, tetapi tingkat kepentingannya tidak terlalu tinggi. Masih lebih penting untuk mengalokasikan waktu yang terbatas untuk menemani anak-anak belajar daripada menulis di blog ini.

d. Menggunakan alat bantu
Saat dalam kesibukan, konsekuensi yang harus kita jalani adalah kurangnya waktu untuk bersama anak-anak. Dalam kondisi seperti ini, yang penting dilakukan adalah memaksimalkan yang ada dan menggunakan alat bantu eksternal. Dalam kasus yang kami jalani, kami banyak terbantu oleh gadget seperti iPad, yang menjadi teman bagi Duta saat kami tak bisa menemaninya. Kami sadar ini tidak ideal. Tetapi inilah titik optimal yang bisa kami raih saat ini.

e. Jumpalitan
Inilah resep di tengah kesibukan yang paling mujarab. Membagi waktu dalam fragmen-fragmen yang lebih kecil, kemudian memanfaatkannya untuk kegiatan yang bermanfaat. Kita bisa mencari momen waktu 10-15 menit untuk terlibat intense dengan anak. Setelah itu anak ditinggalkan untuk melanjutkan pekerjaan lagi. Ambil waktu lagi utk bebersih, bekerja, dan sebagainya.

Walaupun tak ada yang ideal, bukan berarti kita mengeluh atau berdiam. Justru, di dalam ketidakidealan, kta menyadari keterbatasan kita sehingga tak lupa untuk selalu berserah diri di dalam penjagaan-Nya.

Tulisan menarik lainnya

Share this post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.