Mengajak Bayi Berkomunikasi

Salah satu stimulus besar dan gampang sekaligus murah untuk bayi adalah mengajak berkomunikasi. Berkomunikasi bukanlah sekedar mengobrol. Berkomunikasi adalah membangun hubungan. Ada energi perhatian dan cinta, ada kontak verbal melalui suara dan intonasi, ada juga kontak non non verbal melalui bahasa mata, gerakan, dan senyum, dan sebagainya.

Duta kerenKomunikasi ini bisa dilakukan kapan pun, bahkan sejak bayi belum mengerti. Ketika bayi sudah “mengerti” (baca: memberikan reaksi), komunikasi menjadi hal yang lebih penting lagi.

Di rumah, aku senang dengan apa yang selalu dilakukan Lala dan Ibu. Mereka memperlakukan bayi sebagai seorang individu (bukan “sesuatu” bayi yang dianggap tak mengerti apapun). Anak-anak sejak baru lahir selalu diajak mengobrol, menyanyi. Mereka juga aktif merespon hal-hal yang dilakukan bayi, mulai senyum, tertawa, dan juga ucapan-ucapan yang keluar melalui mulutnya. Proses komunikasi aktif ini menjadi sebuah spiral sekaligus stimulus positif bagi perkembangannya.

Katanya, bayi-bayi yang diajak berkomunikasi aktif merasa nyaman dan bagus perkembangan emosinya. Dan tentu saja, kemampuan berkomunikasinya juga berkembang. Itu pasti.

Kelihatannya hal seperti ini sepele. Tapi aku perhatikan, tidak semua ibu-ibu (dan bapak-bapak) rajin melakukan komunikasi dengan anak-anaknya. Mungkin karena dianggap bayinya belum mengerti, kali ya?

Padahal komunikasi dengan bayi adalah stimulus yang murah, meriah dan berdampak besar. Sayang kalau terlewatkan… ^_^

– WEBINAR –

Dalam proses pengasuhan, ada aspek-aspek keterampilan dasar yang krusial dan perlu dikembangkan pada anak. Jika anak memiliki keterampilan-keterampilan dasar ini, proses pengembangan mereka saat remaja akan menjadi lebih mudah dilakukan.

Webinar ini membahaskan 10 keterampilan dasar yang perlu dan bisa dikembangkan di rumah untuk anak-anaknya.

10 Keterampilan yang akan dibahaskan dalam webinar

MENJAGA KESEHATAN & KESELAMATAN

  • Pola makan
  • pola tidur
  • pola aktivitas sehat,
  • berenang
  • bela diri
  • pertolongan pertama (P3K)

LITERASI

  • Membaca dan mengerti
  • Membaca petunjuk
  • Membaca resep
  • Membaca rambu lalu lintas
  • Membaca tabel

MENGURUS DIRI SENDIRI​

  • Mengatur waktu
  • Membuat rencana
  • Menepati rencana
  • Mengetahui baik-buruk
  • Mengambil keputusan

BERKOMUNIKASI

  • Mengajukan pertanyaan
  • Mengobrol
  • Berkenalan dengan orang baru
  • Memberi & menerima feedback
  • Mengapresiasi
  • Bernegosiasi

MELAYANI

  • Mengerjakan pekerjaan rumah
  • Berkontribusi di keluarga
  • Berkontribusi di Lingkungan
  • Berkontribusi di sosial.

MENGHASILKAN MAKAN

  • Bercocok tanam
  • Berbelanja
  • Mengolah bahan pangan
  • Memasak
  • Menata masakan

PERJALANAN MANDIRI

  • Naik sepeda
  • Kendaraan umum
  • Membaca peta
  • Bisa pergi ke manapun dan kembali ke tempat asal

MEMAKAI TEKNOLOGI

  • Memakai gadget
  • Mengenal batas hukum & etik
  • Menghindari kecanduan
  • Menggunakan secara produktif

TRANSAKSI KEUANGAN

  • Belanja
  • Mendapat penghasilan
  • Menabung
  • Berinvestasi
  • Transaksi dalam sistem keuangan

BEKERJA

  • Menghasilkan karya
  • Membuat output (tulisan, lagu, musik, cerita/presentasi, video, animasi, dll) sesuai minat & kemampuan

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.