homeschooling

Mendaftar Homeschooling

homeschoolingDari email-email yang masuk ke saya mengenai HS, salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah: saya ingin ikut HS, ke mana saya harus mendaftar? Saya sudah datang ke Diknas di kota/kabupaten, tetapi mereka tidak mengerti mengenai HS, lalu ke mana saya mendaftar HS? Adakah HS di kota saya?

Untuk menjawab pertanyaan ini, izinkanlah saya menjawab sekaligus melalui forum terbuka ini sehingga informasi ini bisa dibaca bersama. Buat teman-teman yang memiliki informasi atau pengalaman khusus mengenai hal ini, mohon dikoreksi jika informasi yang saya sampaikan ini ada yang salah.

Pertama, HS adalah sebuah model pendidikan di mana orangtua/siswa memilih untuk bertanggung jawab sendiri terhadap pendidikan anak-anak. Model ini dapat dikontraskan dengan sekolah, di mana orangtua menitipkan anaknya pada sebuah sistem/pendidikan yang sudah ada.

Oleh karena itu, prinsip pertama dan paling mendasar dari HS adalah keterlibatan orangtua di dalam proses pendidikan, mulai penentuan tujuan pendidikan, hingga penentuan moda-moda pendidikan yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Apakah orangtua menjalankan HS sendiri, atau menggunakan bantuan orang/lembaga lain, semua terserah. Yang penting, keterlibatan intense orangtua/anak di dalam proses pendidikan menjadi hal yang utama.

Keterlibatan orangtua/anak -menurut saya- adalah kata kunci yang perlu terus diulang agar peluang HS untuk menjadi alat pembebasan/kemerdekaan pendidikan tidak hilang dan beralih menjadi sebuah institusi belaka. HS adalah pembebasan, di mana orangtua dan anak mengambil kembali haknya untuk menentukan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak dan keluarga.

Kedua, HS adalah keluarga/anak-anak, bukan institusi. Semua institusi apapun yang terkait dengan HS (misalnya Komunitas HS) adalah sistem pendukung, bukan HS itu sendiri. Oleh karena itu, jika ada yang menanyakan lembaga HS, maka saya ingin mengingatkan bahwa titik berangkat HS adalah sebaiknya adalah keluarga, bukan lembaga. Semakin keluarga/orangtua terekspos dengan pengetahuan mengenai HS, akan semakin besar peluang bagi keluarga untuk mengeksplorasi gagasan HS untuk pencarian pendidikan terbaik yang paling sesuai bagi anak dan keluarga.

Ketiga, aturan mengenai HS masih sangat dini. Walaupun ada aturan dari Depdiknas untuk mendaftarkan HS di bagian Pendidikan Luar Sekolah (PLS) pada kantor diknas Kabupatan/Kotamadya, pada kenyataannya praktek ini tidak berjalan. Tak ada sosialisasi yang cukup luas sehingga pejabat Diknas tidak cukup mengerti mengenai HS. Untuk itu, Anda memiliki pilihan: apakah tetap mendaftarkan ke Diknas (dengan resiko mereka tidak mengerti) atau mengabaikan saja prosedur pendaftaran ini (yang pada prakteknya tidak diperlukan ketika akan ujian kesetaraan).

Keempat, HS tidak identik dengan sekolah. Jadi, model HS yang digunakan dapat menggunakan model seperti sekolah, tetapi dapat juga mengambil model yang sama sekali berbeda dengan sekolah. Sebab, sekolah (seperti yang kita lihat dan jalani selama ini) bukan satu-satunya model untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Anda perlu membaca buku-buku mengenai HS agar dapat lebih memahami dan mengambil manfaat dari kekuatan HS yang berbeda dari sekolah. Tetapi jika Anda ingin mengambil sekolah sebagai model HS Anda, itupun tak ada salahnya. Keputusan di tangan Anda. Anda dan keluarga adalah yang paling tahu yang terbaik untuk anak-anak dan keluarga Anda.

Kelima, jika Anda ingin menyetarakan model HS Anda dengan sekolah, Anda perlu mengintegrasikan kurikulum di dalam proses HS Anda. Jika Anda ingin anak-anak mendapat ijazah setara SD, SMP, SMA; Anda harus menyiapkan proses pendidikan di dalam HS Anda sesuai kurikulum nasional. Caranya terserah Anda (mengajar sendiri, tutor, les, bimbel, guru privat, dsb). Untuk mengikuti ujian kesetaraan itu, Anda dapat mengikutinya melalui lembaga PKBM, komunitas HS, dan lembaga lainnya. Lembaga yang paling banyak tersebar di berbagai kota di seluruh Indonesia adalah PKBM. Untuk informasi lebih lanjut, konsultasikan secara langsung mengenai ujian kesetaraan ini pada Diknas, PKBM, atau Komunitas HS yang terdekat dengan Anda.

Mohon maaf jika jawaban ini tidak langsung dan terlalu panjang. Mudah-mudahan bermanfaat bagi keluarga yang sedang mencari informasi mengenai HS.

Untuk referensi, saya menyarankan untuk membaca buku-buku mengenai homeschooling. Silakan googling dengan kata kunci “buku homeschooling”, Anda akan mendapati buku-buku mengenai HS yang dapat Anda pilih sesuai dengan kebutuhan Anda.

Tulisan menarik lainnya

Share this post

3 thoughts on “Mendaftar Homeschooling”

  1. kalo tata juga yudhis tuk penyetaraan ikut ke komunitas mana??? atau rumah inspirasi bisa mjd fasilitatot penyetaraan??? mohon info karena kami berdomisili di wilayah utara juga bekasi…terimakasih pa aar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.