on-time

Membuat Anak on Schedule

Sekolah di rumah memang bebas. Jadwal fleksibel dan waktu di tangan kita. Itu positifnya, negatifnya karena tidak ada tekanan dari luar — mengajak anak untuk selalu on schedule menjadi lebih tricky.

Anak tahu kalau waktu itu fleksibel dan bisa diatur. Tantangannya adalah bagaimana membuat dia tidak menjadi suka2 dengan schedule kesepakatan bersama.

Seperti Tata yang sedang sulit untuk bangun olahraga pagi. Padahal kak Yudhis jam 5 sudah bangun dengan wekernya. Tata juga suka mengulur2 waktu mandi dan makannya sehingga mengacaukan jadwal yang telah menjadi kesepakatan bersama.

Lalu bagaimana caranya?? Aku dan mas Aar sepakat untuk tidak memakai jalur keras kepada anak2. Pelanggaran atas kesepakatan berdampak bukan dengan kemarahan tapi dengan teguran–pertanyaan kenapa dia seperti itu dan kemudian teguran itu diikuti dengan pengurangan kebahagiaan.

Seperti misalnya “sampai Tata dianggap sudah cukup berusaha untuk memperbaiki diri, maka Tata nggak dapet oleh2 enak yang sering bapak bawa kalau pulang”.

Yang sulit itukan menahan diri untuk tidak marah pada anak dan tetap mempertahankan apa2 yang sudah disepakati bersama.

Semoga cara ini kelak membuat anak menjadi pribadi yang taat hukum dan tidak suka pada hal2 yang berbau kekerasan untuk menyelesaikan masalahnya. Amin ^_*

Tulisan menarik lainnya

Share this post

2 thoughts on “Membuat Anak on Schedule”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.