Membangun Kecerdasan Emosi Anak

Kecerdasan emosi (Emotional Quotient) sering disebut sebagai faktor yang lebih penting daripada sekedar kecerdasan biasa (IQ, Intelegence Quotient). Tapi, EQ seringkali kurang diperhatikan dan kurang distimulasi.

Salah satu bekal untuk kehidupan anak yang baik saat dewasa adalah keterampilan mengelola emosi. Banyak diantara kita tidak pernah belajar dan diajari untuk mengelola emosi dengan sehat. Emosi sering dianggap hal buruk dan harus ditekan, bahkan dihilangkan.

Padahal, emosi adalah bagian dari kemanusiaan kita dan tak dapat dibuang.

Yang dibutuhkan bukan menekan emosi, menyangkal, atau menghilangkannya. Itu semua akan membawa luka batin yang terus terbawa hingga dewasa. Yang dibutuhkan adalah stimulasi untuk mengajarkan anak agar terampil mengelola emosi.

Tips Membangun Kecerdasan Emosi Anak

Berikut ini beberapa tips untuk membangun kecerdasan emosi anak. Prosesnya sangat bisa dimulai dan dilakukan oleh orangtua.

1. Jadilah teladan emosi untuk anak

Proses paling sederhana dan sekaligus paling sulit adalah menjadi teladan emosi bagi anak-anak. Orangtua perlu belajar sekaligus mempraktekkan pengendalian emosi karena anak-anak tak hanya mendengar nasihat. Bahkan anak-anak lebih menyerap hal-hal yang mereka lihat sehari-hari pada orangtua dan lingkungan sekitarnya.

2. Kenalkan ragam jenis emosi

Sejak kecil, kenalkan nama-nama emosi melalui peristiwa-peristiwa keseharian yang dialami anak dan dilihatnya dari sekitar. Dengan memberi label pada emosi, anak akan belajar mengenali beragam emosi. Pengenalan beragam emosi akan menjadi pintu yang baik untuk belajar cara mengelola emosi tersebut.

“Kamu sedih atau kecewa?”
“Temanmu marah atau kesal?”
“Apa yang dirasakan tokoh yang ada di buku yang kamu baca?”

3. Ajari anak menerima emosi anak sebagai hal yang wajar

Saat anak menangis karena bersedih, jangan dilarang. Demikian pula saat dia marah, kecewa, dan sebagainya. Bantulah anak untuk mengenali jenis emosinya dan bagaimana cara mengelolanya agar tak merugikan dirinya dan sekitarnya.

4. Komunikasi dua arah. Saling belajar menceritakan emosi

Bangun komunikasi dua arah bersama anak. Jika Anda mengalami emosi, ceritakan apa yang Anda rasakan dan bagaimana Anda menanganginya. Itu akan menjadi referensi dan pelajaran bagi anak tentang cara mengelola emosi.

5. Bermain dan membangun bonding bersama anak

Bermain bersama anak adalah cara yang efektif membangun kenyamanan emosional anak. Bermain bersama anak adalah memberi makan kebutuhan emosi mereka. Kebutuhan emosional yang terpenuhi akan membuat merasa aman dan membangun kepercayaan dirinya untuk menjelajah dunia.

 

Anda punya tips lain untuk mengajarkan emosi pada anak?

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.