Memancing Ikan dengan Magnet

Anak-anak sering membuat kejutan. Ide kegiatan yang mereka lakukan terkadang tak terpikirkan oleh kita.

Seperti yang kami alami bersama Tata beberapa waktu yang lalu. Tiba-tiba Duta berteriak-teriak kesenangan yang sesekali ditingkahi dengan teriakan kekesalan.

Karena ingin tahu, kami mendatangi Duta yang ternyata sedang bermain bersama Tata. Permainannya adalah memancing ikan di kolam. Alat mainnya dibuat sendiri oleh Tata.

Ternyata Tata memotong kertas membentuk ikan, kemudian memasang klip kertas di ujungnya yang berfungsi sebagai mulut. Untuk kailnya, Tata menggunakan benang yang diikat pada sumpit dan di ujung lainnya ditempeli magnet.

Bentuk mainan ini sederhana, tetapi efeknya luar biasa karena bisa membuat Duta heboh kegirangan memainkan permainan ini bersama Tata. Duta heboh karena dia tak mau kalah dari kakaknya saat mengumpulkan ikan. Duta mau menang terus, sementara Tata juga pengin menang. Jadilah Duta heboh dan berteriak-teriak kalau kalah dan segera berganti dengan tawa saat menang.

ikan-magnet

***

Inisiatif-inisiatif kecil seperti ini membahagiakan di dalam hari-hari homeschooling kami. Kami memberikan nilai tinggi untuk inisiatif dan kreativitas semacam ini.

Apresiasi terhadap inisiatif dan kreativitas Tata itu kami katakan secara verbal kepadanya agar dia tahu bahwa kami menghargai hal-hal semacam ini. Apresiasi adalah sebuah bentuk peneguhan untuk membangun nilai-nilai yang ingin ditumbuhkan.

Secara teknis, untuk mendukung kreativitas semacam ini yang bisa kami lakukan adalah menyediakan materi-materi yang bisa memicu ide kegiatan Tata seperti aneka jenis kertas, gunting, lem, spidol, pensil warna, paper klip, dan sebagainya.

 

Jika Anda capek dengan banyaknya teori yang ada di internet dan ingin ditemani beraksi, maka Anda bisa ikut program Parent Growth Program (PGP), sebuah program baru Rumah Inspirasi yang  dibuat untuk menciptakan aksi kecil mingguan yang realistis, bukan teori tambahan.

PGP adalah sistem pendampingan keluarga yang membantu orangtua membangun ritme, kebiasaan, dan lingkungan, selapis demi selapis. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.