WorldDevReport2018a

Kualitas Pendidikan Indonesia Tertinggal 45 Tahun

World Development Report 2018 yang dikeluarkan World Bank membahas khusus tentang pendidikan. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa Indonesia tertinggal 45 tahun dan 75 tahun di bidang sains dibandingkan negara-negara OECD. (Sumber: Detik)

Yang menarik dari Laporan World Development Report 2018 adalah laporan ini tidak hanya berbicara tentang school (kelembagaan) tetapi menukik lebih dalam mengenai hal yang lebih substansial yaitu learning (belajar).

Bahkan pesan dasar dalam laporan ini menyatakan persekolahan tidak sama dengan pembelajaran . Sekolah tanpa belajar bukan hanya sebuah kesempatan yang tersia-sia, tetapi merupakan ketidakadilan besar.

Schooling is not the same as learning. Schooling without learning is not just a wasted opportunity, but a great injustice.

Laporan selengkapnya tentang World Development Report 2018 bisa diunduh di bawah ini:

DOWNLOAD

Tulisan menarik lainnya

Share this post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.