(c) wallcoo.com

Kontribusi ayah dalam pengasuhan anak

Anak bukan hanya urusan ibu. Ayah pun berhak dan memiliki tanggung jawab dalam proses pengasuhan anak.

Pandangan yang menyatakan bahwa tugas ayah adalah bekerja dan mencari nafkah, sementara tugas ibu adalah mengasuh anak hanya separoh benar. Dalam proses parenting, kehadiran Ayah sama pentingnya dengan kehadiran Ibu dan masing-masing berperan penting dalam proses tumbuh-kembang anak.

Apa yang bisa dikontribusikan ayah dalam proses parenting? Banyak sekali…

(c) wallcoo.com
(c) wallcoo.com

Berikut ini diantaranya peran dan kontribusi ayah dalam perkembangan anak:

Peran Ayah & Perkembangan sosial-emosional

  • Keterlibatan ayah sejak dini pada masa-masa penting perkembangan anak adalah sumber keamanan emosional bagi anak. Perlakuan ayah yang penuh cinta pada bayi sangat berkontribusi pada rasa aman pada anak. (Rosenberg & Wilcox, 2006).
  • Ketika ayah mengenali respon emosi anak dan membantu mereka menyelesaikannya dengan pendekatan penyelesaian masalah (problem-solving approach), anak-anak akan memiliki nilai tes Kecerdasan Emosi (EQ) yang tinggi  (Civitas, 2001)
  • Ayah yang mengisi waktu berkualitas bersama anak meningkatkan kenyamanan-diri, kepercayaan diri, kompetensi sosial dan keterampilan sosial anak (Amato, 1994)
  • Anak yang memiliki hubungan dekat bersama ayahnya memiliki kenyamanan-diri (self-esteem) yang lebih tinggi dan memiliki kecenderungan lebih sedikit merasa depresi (Dubowitz et al, 2001)
  • Keterlibatan ayah dalam kehidupan anak-anak sebelum usia 7 dapat memberikan perlindungan psikologis terhadap ketidakmampuan menyesuaikan diri ketika mereka menjalani masa remaja (Flouri & Buchanan, 2002).

Peran Ayah & Perkembangan Kecerdasan Anak

  • Sejumlah studi menunjukkan bahwa ayah yang terlibat, mengasuh, dan bercanda dengan bayi-bayi mereka memiliki anak-anak dengan IQ yang lebih tinggi, serta kapasitas bahasa dan kognitif yang lebih baik (Pruett, 2000)
  • Pengasuhan ayah lebih cenderung mempromosikan kemandirian dan eksplorasi anak mereka dunia luar daripada ibu (Rosenberg & Wilcox, 2006).
  • Ayah lebih sering menemukan cara-cara baru dan tak terduga untuk bermain dengan mainan akrab, yang memperluas cakrawala kreatif anak mereka (Ladd, 2000).

Peran Ayah & Perkembangan Motorik Anak

  • Bayi enam bulan yang memiliki ayah yang terlibat dalam pengasuhannya memiliki nilai lebih baik dalam perkembangan motoriknya (Gestwicki, 2010).
  • Ayah memiliki kecenderungan melakukan permainan one-on-one, keras dan “kasar” yang dapat mendukung perkembangan motorik anak dan memberikan kesempatan pada anak mengeksplorasi hal-hal yang bisa dilakukan tubuh mereka dan membantu mereka mengatur emosi saat terlibat dalam interaksi fisik impulsif (Rosenberg & Wilcox, 2006).

Sumber: http://www.parentsasteachers.org/

***

Mau tahu apa lagi yang bisa dilakukan ayah pada anaknya? Silakan simak video di bawah ini:

Tulisan menarik lainnya

Share this post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.