Kelinci dan Telinganya

Seekor singa sedang terluka parah terkena tanduk dari seekor kambing jantan yang dimangsanya. Dia sangat marah memikirkan bahwa binatang yang dipilihnya untuk makanannya, yang seharusnya tunduk kepadanya, ternyata memakai tanduk berbahaya yang dapat melukainya. Dia kemudian memerintahkan seluruh binatang yang memiliki tanduk untuk meninggalkan tempatnya dalam dua puluh empat jam.

hare-earsPerintah itu mengagetkan binatang-binatang di hutan. Semua binatang yang tak beruntung karena memiliki tanduk, mulai berbenah dan pindah dari hutan itu. Bahkan kelinci, yang tak memiliki tanduk dan seharusnya tak perlu takut, melewati malam itu dengan penuh kecemasan. Dia mengalami mimpi buruk karena ketakutannya kepada Singa.

Dan ketika dia keluar dari sarangnya di pagi hari, dia melihat bayangan dari telinganya yang panjang. Dia tiba-tiba merasa ada ketakutan yang mencengkeramnya.

“Selamat tinggal Belalang,” kata Kelinci. “Aku mau pindah. Kupikir, Singa pasti akan menganggap telingaku sebagai tanduk, tak peduli apapun yang kukatakan.”

“Jangan berikan kepada lawanmu sedikit pun alasan untuk merusak reputasimu. Musuhmu akan menggunakan semua dalih untuk menyerangmu.”


Source: Aesop for Children (c) Project Gutenberg

Jika Anda capek dengan banyaknya teori yang ada di internet dan ingin ditemani beraksi, maka Anda bisa ikut program Parent Growth Program (PGP), sebuah program baru Rumah Inspirasi yang  dibuat untuk menciptakan aksi kecil mingguan yang realistis, bukan teori tambahan.

PGP adalah sistem pendampingan keluarga yang membantu orangtua membangun ritme, kebiasaan, dan lingkungan, selapis demi selapis. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.