hare-ears

Kelinci dan Telinganya

Seekor singa sedang terluka parah terkena tanduk dari seekor kambing jantan yang dimangsanya. Dia sangat marah memikirkan bahwa binatang yang dipilihnya untuk makanannya, yang seharusnya tunduk kepadanya, ternyata memakai tanduk berbahaya yang dapat melukainya. Dia kemudian memerintahkan seluruh binatang yang memiliki tanduk untuk meninggalkan tempatnya dalam dua puluh empat jam.

hare-earsPerintah itu mengagetkan binatang-binatang di hutan. Semua binatang yang tak beruntung karena memiliki tanduk, mulai berbenah dan pindah dari hutan itu. Bahkan kelinci, yang tak memiliki tanduk dan seharusnya tak perlu takut, melewati malam itu dengan penuh kecemasan. Dia mengalami mimpi buruk karena ketakutannya kepada Singa.

Dan ketika dia keluar dari sarangnya di pagi hari, dia melihat bayangan dari telinganya yang panjang. Dia tiba-tiba merasa ada ketakutan yang mencengkeramnya.

“Selamat tinggal Belalang,” kata Kelinci. “Aku mau pindah. Kupikir, Singa pasti akan menganggap telingaku sebagai tanduk, tak peduli apapun yang kukatakan.”

“Jangan berikan kepada lawanmu sedikit pun alasan untuk merusak reputasimu. Musuhmu akan menggunakan semua dalih untuk menyerangmu.”


Source: Aesop for Children (c) Project Gutenberg

Tulisan menarik lainnya

Share this post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.