math3

Kegagalan ujian matematika konversi

mathBeberapa waktu yang lalu, Yudhis ketemu bu Srihari dan ikut ujian matematika yang diselenggarakan bu Sri. Bu Sri adalah guru matematika dan seorang penemu sebuah metode matematika.

Yudhis diuji mengenai konversi satuan. Ini adalah pelajaran matematika kelas lima yang sedang dipelajari Yudhis. Ada konversi waktu, jarak, kecepatan, luas dan volume.

Dari ujian itu, ternyata Yudhis belum menguasai materi itu. Nilai yang didapatnya adalah 55.

“Kok cuma dapat nilai 55, Dhis?” tanyaku kepadanya.
“Soalnya susah banget, pak. Tapi itu juga paling tinggi daripada teman-temanku,” penjelasan Yudhis sekaligus defense-nya.

Aku cuma tertawa dan tak memperpanjang obrolan soal nilai itu. “Nanti belajar lagi ya…”
“Oke, pak…”

**

Inilah salah satu potongan keseharian homeschooling kami. Tak selalu cerita tentang keberhasilan. Tapi juga cerita tentang kegagalan dan ketakberhasilan.

Kegagalan itu, walaupun tak disukai, adalah penting untuk mematangkan kita. Dengan kegagalan, kita berefleksi dan berusaha memperbaiki diri. Dengan kegagalan, kita belajar tidak menyombongkan diri dan meremehkan sebuah hal.

Tulisan menarik lainnya

Share this post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.