kebiasaan-produktif-ala-lala-2018

Kebiasaan Produktif ala Lala 2018

Memasuki tahun 2018, aku ingin mengingatkan diriku sendiri agar lebih produktif dalam menjalani hari-hariku. Dari hasil refleksiku di tahun 2017 ada beberapa kebiasaan produktif yang ingin aku perkuat.

kebiasaan-produktif

Kebiasaan Produktif itu adalah:

PANGKAS

Memangkas hal yang tidak penting dan fokus kepada hal yang paling penting

Aku merasa selama ini banyak mengerjakan hal-hal yang random. Mungkin ini salah satu kendala jadi ibu rumah tangga yang bekerja dari rumah. Orang luar biasanya tanpa sadar merasa bahwa aku itu “banyak waktu luang”, lalu kemudian datang minta tolong ini itu dengan anggapan “toh kamu kan cuma ngurus anak-anak di rumah”. Eeet dah, ngurus anak-anak dibilang “cuma”.

Tapi yaah, kadang out of nggak enak hati apalagi kalau tujuannya memang baik, terseretlah aku pada kegiatan dan hal-hal random tadi. Tahun 2018 ini aku ingin lebih fokus (lagi) pada hal-hal yang memang jadi mimpiku dan belajar mengatakan tidak pada orang lain. Kuncinya menentukan prioritas dan betul-betul mengutamakannya. 

ISTIRAHAT

Tahu kapan waktunya istirahat

Salah satu kelemahanku adalah aku tidak tahu kapan waktu istirahat, apalagi kalau sedang semangat. Kalau belum gubrak belum berhenti. Dulu waktu kuliah, aku beberapa kali pingsan di kereta api karena kecapekan. Selama masa pernikahan, aku jarang “sakit”, tapi sekalinya sakit langsung parah. Ibarat mesin, harusnya kalau baterenya mau habis maka lampunya kedip-kedip atau berubah warna jadi kuning, tapi kalau aku nggak ada cerita kedip-kedip, dari lampu terang benderang tiba-tiba jetet! Mati.

Mas Aar berkali-kali mengingatkan untuk bisa membaca fisik sendiri, apalagi semakin berumur. Aku yang terkenal kalong ini, sekarang sekali begadang bayarnya bisa dua-tiga hari. Jadi, di tahun 2018 ini, aku ingin merawat tubuhku lebih baik lagi. Olahraga lebih rutin, dan memilih untuk tidur pendek (power nap) dibanding minum kopi cangkir ke sekian.

BATAS

Mampu membatasi diri dari hal-hal yang mengganggu produktivitas

Buatku, internet itu alat kerja, sumber belajar dan juga sumber gangguan produktivitas. Hehehe.. Dibandingkan cek media sosial, aku lebih terganggu dengan keasyikan browsing. Cari ide A, ketemunya ide D yang dikumpulin ide Z. Tahu sih teorinya adalah melakukan bookmark, menutup tab yang tidak diperlukan, memberi waktu mencari data secukupnya, dll. Tapi kebiasaan produktif yang satu ini dalam prakteknya tidaklah semudah.

Tahun ini aku ingin meningkatkan kemampuanku mengontrol diri ketika browsing. Berhenti ketika menemukan hal yang dicari atau ketika waktu yang ditetapkan untuk mencari materi berakhir. Kalau waktu yang ditetapkan berakhir tapi aku belum merasa mendapatkan apa yang aku cari, maka aku harus bisa kreatif memanfaatkan apa yang aku dapatkan itu. Anggap saja saat itu internet mati, jadi apa boleh buat, harus bisa selesai dari materi yang dikumpulkan. Lain kali harus lebih cepat lagi mencarinya.

INSPIRASI

Melakukan hal-hal yang membangkitkan inspirasi & memperkaya batin

Tahun 2017 aku mulai kursus piano lagi, langganan Blinkist dan sempat beberapa bulan ikut SeaChange. Aku juga rutin mendengarkan aneka podcast seputar pengembangan diri, kesehata, hidup sederhana & minim sampah. Tahun ini aku ingin lebih rajin lagi berlatih piano, lebih banyak baca buku, dan mendengarkan podcast serta melakukan aksi nyata dari apa-apa yang aku pelajari.

Salah satu yang aku lakukan adalah membuat tantangan akhir tahun di Facebook Group RumahInspirasi & Grup Telegram RumahInspirasi. Semoga dengan membangun kebiasaan produktif, semakin banyak hal-hal baik yang bisa aku berikan di tahun 2018 ini.

JAM KANTOR

Membuat batasan waktu pekerjaan yang jelas

Sebagai pekerja digital, kadang batasan waktu itu seakan jadi samar. Kemudahan komunikasi ini juga membawa dampak ketidaksabaran orang karena mereka mengharapkan respon seketika. Pesan yang harus segera dijawab, respon yang diminta seketika, pertanyaan yang dikirim ke banyak platform (email/inbox FB/WA) sekaligus karena merasa harus segera dijawab, dll.

Tahun 2018, aku ingin membuat batasan waktu pekerjaan lebih jelas. Misalnya, aku hanya akan membuka email maksimal 2 kali sehari (jam 10 dan jam 20), membalas percakapan di grup & pertanyaan yang masuk dari jam sekian sampai jam sekian, dll. Di waktu yang sudah aku tentukan itu, aku akan sepenuh hati melakukannya dan mematikan gangguan perhatian (distraction) yang lainnya.

POTONGAN WAKTU

Mengoptimalkan potongan waktu

Aku menikmati sekali metode Pomodoro atau membagi pekerjaan dalam potongan waktu dan fokus di tiap potongan waktu itu. Untuk memudahkan kebiasaan produktif ini, aku pasang timer di komputer.

Karena aku memakai aplikasi Be Focus Pro, aku bisa melihat statistik penggunaan & pengalokasian waktuku, sehingga di tahun 2018 ini aku ingin grafik waktu produktifku meningkat dibandingkan tahun lalu.

GARIS WAKTU

Membuat jadwal terbuka dan terkomunikasi dengan orang2 berkepentingan

Membuat garis waktu atau timeline pekerjaan yang kemudian diturunkan menjadi jadwal bulanan menjadi kebiasaan produktif penting untuk mempertahankan ritme kerja, menjaga kesamaan ekspektasi & mengurangi drama miskomunikasi.

Tahun 2018 ini anak-anak semakin besar dan punya jadwal/targetnya masing-masing yang mereka tentukan sendiri. Membuat jadwal terbuka yang bisa diakses seluruh keluarga menjadi hal penting sehingga anak-anak tahu apa rencana kami, dan kami pun tahu apa yang direncanakan anak-anak tanpa harus berulang kali bertanya kepada mereka.

KERJASAMA

Tidak mengerjakan semuanya sendiri

Kekuranganku yang harus bisa aku perbaiki di tahun 2018 ini adalah mencari tim. Aku dan mas Aar, kami solo (atau lebih tepatnya duo) player yang selama ini merasa cukup untuk bekerja berduaan saja. Perbedaan di antara kami yang cukup tinggi terasa cukup mewakili semua aspek yang dibutuhkan dalam mengerjakan aneka project.

Tapi kami tahu, kalau ingin berkembang lebih besar, maka kami harus belajar untuk tidak mengerjakan semuanya sendiri. Kami harus belajar membangun tim yang lebih besar agar apa-apa yang kami lakukan bisa lebih berdampak dan membawa manfaat ke lebih banyak orang.

***

Tahun baru 2018 sudah dimulai. Selalu ada lembar baru dalam kehidupan. Selalu ada kesempatan untuk merefleksikan kehidupan yang sudah lewat dan memulai hal-hal yang lebih baik. Semoga tahun ini menjadi tahun produktif yang penuh berkah bagi kita semua. Aamiin.

Tulisan menarik lainnya

Share this post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.