oase2g

Kartu Pop up & Ice Cream

Kegiatan kedua Klub Oase hari Minggu yg lalu (13/02/2011) berlangsung di rumah kami. Persiapan lumayan berat bagi kami karena jadwalnya berturutan dengan beberapa acara yang berdekatan, termasuk Seminar Homeschooling yang berlangsung satu hari sebelumnya.

But it’s okay, ini bagian dari proses belajar dan komitmen kami. Belajar melayani orang lain dengan sepenuh hati, komitmen untuk membangun standar kualitas kegiatan Klub Oase.

Walaupun mbak Mella sudah bekerja keras berbelanja menyiapkan bahan dan peralatan, masih banyak hal-hal kecil yang harus dipersiapkan. Untuk mencetak paspor kegiatan baru dan materi pop up saja ternyata berlangsung semalaman dan baru selesai menjelang pukul 6 pagi. Itupun belum selesai karena Lala masih harus ke pasar untuk berbelanja garam dan beberapa perangkat untuk kegiatan hari ini, rumah dan anak-anak juga harus disiapkan untuk menerima tamu.

Jadi, minggu pagi itu di rumah kami lumayan heboh, hehehe

**

Syukurlah, kegiatan kedua Klub Oase berjalan  lancar. Para peserta yang datang dengan bahagia dan para orangtua yang ringan tangan membantu menguraikan masalah demi masalah. Tak ada yang merasa menjadi tamu yang minta dilayani. Semuanya bahu-membahu untuk membuat kegiatan berjalan lancar dan menyenangkan.

Acara dibuka dengan kegiatan permainan bersama yang dipimpin mbak Mira Kurniasari. Kegiatan ini berhasil mencairkan suasana dan membuat acara dimulai dengan tawa dan bahagia. Sebagai pengintip dari lensa kamera, senang sekali mendapat obyek jepretan wajah-wajah yang ceria dan penuh tawa.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan “masuk kelas” alias masuk garasi. Kegiatan pertama adalah belajar membuat kartu pop-up. Temanya adalah ice cream. Anak-anak belajar memotong dan menempel kertas sesuai contoh hingga selesai.

Dan acara puncak adalah membuat ice cream sendiri. Bahannya adalah susu segar, es batu dan garam. Susu segar dimasukkan ke dalam plastik kecil, diberi gula. Kemudian dimasukkan ke dalam plastik besar yang berisi es batu yang ditaburi garam. Plastik ini kemudian dikocok selama kurang lebih 5 menit. Jadilah es krim buatan sendiri. Setelahnya dimasukkan ke gelas dan diberi topping.

Proses membuat ice cream ini berlangsung seru dan heboh. Bapak-bapak turun tangan menghaluskan es batu. Anak-anak juga heboh berteriak-teriak kedinginan saat mengocok susunya dan mereka terkejut saat melihat susunya sudah menjadi ice cream yang kemudian diberi topping sesuai kesukaan mereka.

Saat acara sudah selesai, tiba-tiba ada tamu kejutan. Ada mbak Moi Ruzuar yang mampir bersama putra-putrinya, Fari dan Amira (homeschooler yg sudah kuliah di IKJ dan UI) serta Fattah. Jadilah beberapa orang melanjutkan dengan acara ngobrol santai sambil makan gado-gado. Fari dan Amira bahkan sempat ikut percobaan membuat ice cream sendiri.

**

Pfuih… capek, tapi puas, lega, dan berbahagia. Bahagia melihat para keluarga saling berinteraksi dan bersuka ria. Syukur yang luar biasa memiliki pertemanan yang seperti ini.

Semoga kehadiran Klub Oase bisa menjadi benih kebaikan buat kita semua. Amin.

Link terkait:
Foto-foto Kegiatan Kedua Klub Oase
Lesson Plan cara membuat Ice Cream

Tulisan menarik lainnya

Share this post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.