l_2048_1536_9042ADA3-D9C6-4782-B2C1-2FAE53EFC99C.jpeg

Jalan-jalan sore

Siang ini ada pesanan untuk mencarikan biji Saga merah untuk keperluan merangkai bunga. Kebetulan ada pohon Saga di dekat rumah. Jadilah sore-sore kami keluar bersama untuk mencari biji Saga.

“Jalan-jalan yuk, Dut?” kami menawari Duta.
“Hore…!” Duta langsung berteriak dan bergegas mengambil sandalnya. Yudhis dan Tata pun langsung bersiap setelah menyelesaikan mandi sorenya.

Biji Saga


Kegiatan ini sederhana. Hanya keluar rumah. Tapi kami menjadikannya seolah-olah “kegiatan besar”. Sebab, kami keluar bersama-sama, lengkap. Anak-anak tertawa bahagia dan langsung berlarian ke kompleks di depan rumah. Lokasi pohon Saga itu terletak di lapangan di sebelah masjid yang sedang dalam pembangunan.

Sampai di tempat, anak-anak langsung berburu biji Saga yang berwarna merah terang yang ada di tanah dan rerumputan. Yudhis dan Tata berlomba memasukkannya ke tas kresek yang kami bawa dari rumah. Untuk menyemangati mereka, aku dan Lala juga ikut jongkok dan berburu biji Saga. Semuanya terlibat, tak ada yang menjadi penonton. Itu yang membuat anak-anak bersemangat.

Sambil mencari biji Saga, kami ngobrol dengan Yudhis dan Tata tentang biji Saga. Untuk apa bijinya, darimana asal biji yang mereka kumpulkan, mana pohonnya, dan sebagainya.

Duta juga terlibat, cuma dia justru mengacaukan dengan mengambil dan membuang biji-biji Saga yang ada di tanganku, hehehe.. Setelah bosan terlibat dengan pencarian biji Saga, Duta kemudian main seluncuran dengan menaiki biji koral bahan bangunan, terus meluncur ke bawah.

Setelah selesai mengumpulkan biji Saga, Yudhis kemudian main dengan magnet yang dibawanya. Dia mengumpulkan bijih besi yang ada di pasir dengan magnetnya. Karena Lala kebetulan membawa hp, jadilah kegiatan Yudhis ini direkam untuk dokumentasi.

:mrgreen:

Beginilah salah satu kegiatan sore kami. Sederhana, tapi bagi kami sangat menyenangkan dan menjadi proses belajar buat anak-anak.

Mengumpulkan Biji Saga

Duta the Explorer

Tulisan menarik lainnya

Share this post

3 thoughts on “Jalan-jalan sore”

  1. Aih…Duta sudah gede banget….

    Jadi inget waktu kecil mas..saya sukanya juga meluncur…tapi di pasir.
    Sengaja jalan2 sama temen2 buat nyari rumah yg lagi dibangun 🙂

    Yudhis…boleh ya minta biji saganya 🙂

  2. Saya selalu mengikuti tulisan2 Pak Aar.sangat inspiratif buat kami yang baru saja menempuh HS. Trima kasih juga atas kiriman emailnya program 30 hari.Semoga menjadi amal sholeh.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.