internet2

Internet untuk anak usia 4-10 tahun

Anak usia 4-7 tahun mulai tertarik untuk melakukan eksplorasi sendiri. Meskipun demikian, peran orangtua masih sangat penting untuk mendampingi anak ketika menggunakan Internet.

Memberikan batasan
Dalam rentang usia ini, orangtua harus mempertimbangkan untuk memberikan batasan-batasan situs yang boleh dikunjungi berdasarkan pengamatan orangtua sebelumnya. Untuk mempermudah hal tersebut, maka orangtua bisa menyarankan kepada anak untuk menjadikan sebuah direktori atau search engine khusus untuk anak-anak sebagai situs yang wajib dibuka saat pertama kali terhubung ke Internet.

Mencari pengalaman positif
Anak-anak akan mendapatkan pengalaman yang positif jika berhasil meningkatkan penemuan-penemuan baru mereka di Internet. Inti permasalahan di sini bukanlah terpusat pada bagaimana menghindari situs-situs negatif. Tetapi, yang perlu menjadi fokus perhatian adalah bagaimana caranya agar anak dapat tetap leluasa mengeksplorasi Internet dan mengunjungi sejumlah situs yang bermanfaat tanpa timbul rasa frustasi atau ketidaknyamanan pada dirinya.

Sementara itu, pada usia 7-10 tahun, anak mulai tertarik pada informasi dan kehidupan di luar keluarga mereka.

Membuka pintu dunia luar
Pada rentang usia ini, anak-anak memulai kehidupan sosialnya. Faktor pertemanan dan kelompok bermain mulai memiliki pengaruh yang signifan terhadap kehidupan anak. Pada usia ini, anak biasanya mulai meminta kebebasan lebih banyak dari orangtua..

Anak memang perlu didorong melakukan eksplorasi sendiri, meskipun tak berarti tanpa adanya partisipasi orangtua. Tempatkan komputer di ruang terbuka atau yang mudah diawasi, semisal ruang keluarga. Ini memungkinkan anak untuk bebas melakukan eksplorasi di Internet, tetapi dia tidak sendirian.

Sistem Filter
Pertimbangkan untuk mulai menggunakan software filter, memasang search engine khusus anak-anak atau menggunakan browser yang khusus dirancang untuk menjaga keamanan anak-anak.

Fokus pada lama akses
Pada masa ini, fokus orangtua bukanlah pada apa yang dikerjakannya di Internet, tetapi berapa lama anak menggunakan Internet. Batasi waktu online mereka dengan sebuah aturan dan kesepakatan bersama. Penting pula untuk diperhatikan agar saat mereka online, mereka mengunjungi situs yang bervariasi, bukan hanya satu-dua situs favorit mereka saja.

(Sumber: Internet Sehat)

 

Tulisan menarik lainnya

Share this post

2 thoughts on “Internet untuk anak usia 4-10 tahun”

  1. hi pak aar, tertarik membaca postinganya. tapi saya selalu banyak kendala dalam berinternet, masalahnya saya org yang banyak belajar dari praktek dan pekerjaan saya jarang menggunakan internet. Jadi mohon informasi tentang hal yang bapak sampaikan mengenai search engine khusus anak untuk sistem filter pada saat anak-anak akan mulai menggunakan internet. sebab anak saya yang pertama sangat-sangat tertarik sama dengan kak yudhis ya (anak pak aar yang pertama), segala pelajaran yang berbau teknologi dia suka. tapi karena saya dan suami kurang mengerti, mungkin saya bisa minta saran pak aar ya. mulai dari masalah search engine khusus anak ini dan bagaimana mengarahkan anak kepada situs2 yang berbeda. terima kasih. – Chanita Lohy

    1. AarSumardiono

       @ChanitaLohy Kalau utk anak, intinya adalah pendampingan dari orangtua sehingga mereka merasa nyaman (dan aman) berinternet. Dipilihkan saja situs2 yang menurut orangtua baik dan menarik utk anak. Utk orangtua, bagusnya mulai belajar ilmu Googling krn ilmu itu bisa membukakan berbagai solusi kebutuhan informasi kita.. 🙂

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.